{"id":409267,"date":"2026-07-08T13:59:25","date_gmt":"2026-07-08T06:59:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=409267"},"modified":"2026-07-08T13:59:25","modified_gmt":"2026-07-08T06:59:25","slug":"bangkalan-cocok-jadi-ibu-kota-provinsi-madura-pamekasan-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-cocok-jadi-ibu-kota-provinsi-madura-pamekasan-tidak\/","title":{"rendered":"Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan"},"content":{"rendered":"<p><em>Pertimbangkan ulang Pamekasan jadi Ibu Kota Provinsi Madura, mending Bangkalan.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal yang menurut saya kerap tertinggal ketika membicarakan rencana pembentukan<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/syarat-yang-harus-dipenuhi-madura-sebelum-jadi-provinsi-sendiri\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Provinsi Madura<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Alasannya bukan karena masyarakat lupa, tapi karena keputusannya seperti sudah dianggap final. Tidak perlu diganggu gugat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang saya sebut final itu seperti penentuan lokasi pusat ibu kotanya. Kalau kalian tanya pada orang Madura di mana pusat ibu kota yang paling cocok untuk <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/politik\/wacana-pembentukan-provinsi-madura-bangkalan-ogah-dipecah-nbsp--1408828\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Provinsi Madura<\/a>, pasti jawabannya adalah<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Pamekasan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. No debat!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, saya tidak heran dengan hal itu. Rata-rata masyarakat memang sudah menyepakati kalau Pamekasan itu punya mandat sejarah sebagai ibu kota. Lokasinya pun strategis, lalu kabupatennya katanya juga paling maju.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, tapi bagi saya, kesimpulan demikian terlalu cepat. Sebab, kalau kita mau merenungkannya lebih dalam lagi, Bangkalan agaknya lebih cocok jika dijadikan sebagai ibu kota. Tak percaya? Mari saya jelaskan alasan-alasannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Posisi lebih strategis daripada Pamekasan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pahamilah, sekedar pertimbangan sejarah itu tidak cukup untuk memilih sebuah ibu kota. Kita juga perlu melihat bagaimana ke depannya. Nah, Bangkalan sebetulnya lebih menjanjikan daripada Pamekasan di masa depan. Jangan karena sejak zaman penjajahan Pamekasan selalu jadi ibu kota, maka sekarang kita pun langsung mengamininya. Berhenti, itu bekas kolonial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sisa kolonial itu, banyak orang menganggap bahwa Pamekasan lokasinya strategis sebagai ibu kota Provinsi Madura. Haduh, berada di tengah-tengah bukan otomatis jadi strategis ya. Selain aksesibilitas kabupaten ke provinsi, kita perlu mempertimbangkan bagaimana kemudahan akses dari provinsi ke pusat. Jika kita cek berbagai provinsi lain di Indonesia pun, ibu kotanya nggak melulu di tengah-tengah, tapi malah dekat pesisirnya. Nah, inilah mengapa saya bilang Bangkalan itu lebih cocok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bangkalan sudah jadi gerbang utama masuk ke Pulau Madura. Jembatan Suramadu sudah bikin akses masuk ke pulau ini bisa ditempuh kurang dari 20 menit dari Surabaya. Sehingga, apa-apa, logistik misalnya, jadi sangat gampang sampai ke Madura. Kalau ke Pamekasan, terlalu jauh, Kdo. Provinsi Jawa Timur saja ibu kotanya ada di Surabaya bukan di Kediri atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nganjuk-kabupaten-paling-nyaman-di-jatim-tapi-bikin-bosan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nganjuk<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya ya itu, kemudahan akses dari pusat ke provinsi. Bukan cuma gimana provinsi ke kabupatennya. Hehehe.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Siap dan cocok jadi kawasan urban<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak menyangkal kalau setiap hal, terutama industri, Pamekasan memang sering lebih duluan daripada Bangkalan. Mulai dari bioskop sampai<em> franchise-franchise<\/em> dalam negeri terlihat lebih tertarik membuka cabangnya di Pamekasan terlebih dahulu daripada kabupaten lain di Madura. Nah, itu mengapa,\u00a0 saya rasa Pamekasan fokus saja menjadi kawasan industri. Sementara Bangkalan dikembangkan jadi ibu kota provinsi. Kan bagus!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, mau dilihat aspek lainnya pun Bangkalan kini wajahnya memang terasa makin seperti kawasan urban. Pertama, karena ada Universitas Trunojoyo Madura masyarakatnya semakin heterogen. Kedua, sejak ada Trans Jatim, mobilitas antar kota metropolitan Gerbangkertosusilo juga makin mudah dan murah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang luar Madura pun juga banyak yang makin tertarik membeli rumah di Bangkalan, sebab biaya hidupnya murah, akses ke Surabaya mudah. Saya percaya makin ke depan Bangkalan akan semakin lebih urban daripada Pamekasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Bangkalan butuh polesan supaya bisa berkembang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, Bangkalan lebih masuk akal untuk dijadikan sebagai ibu kota provinsi kalau mau melihat Madura secara lebih adil. Sebab, kabupaten ini memang kebetulan tidak punya apa-apa untuk di-branding. Wisata kita kalah, industri pun juga. Sektor lain, pendidikan, budaya, dan lain sebagainya juga kerap tertinggal daripada kabupaten di Madura lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, menjadikan Bangkalan sebagai ibu kota provinsi memungkinkan adanya peningkatan bagi kabupaten ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya nih, karena kita nggak punya wisata, dengan menjadikan Bangkalan sebagai ibu kota, kita bisa membangun kawasan ini lebih tertata. Kan nantinya, Madura bisa berbangga saat ibu kotanya berdampingan dengan Surabaya. Sama-sama bisa melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">city light<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kedua sisinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sekarang kan beda, di Madura kita lihat keindahan lampu-lampu di Surabaya, eh dari Surabaya kita melihat kegelapan Madura. Apalagi kalau disamperin langsung, hmmm pantainya tidak bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sementara Madura Timur, seperti<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-akan-terus-berada-di-bawah-sumenep-dan-pamekasan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Pamekasan dan Sumenep<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti yang saya katakan sebelumnya, mereka sudah indah dari sananya. Tidak perlu polesan campur tangan manusia. Nanti malah menghilangkan orisinalitas mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah opini saya mengapa Bangkalan itu lebih cocok jadi ibu kota provinsi Madura. Tentu saja, saya tidak bermaksud meminggirkan aspek lain. Saya yakin, banyak pula kemungkinan-kemungkinan lainnya yang juga perlu dipertimbangkan. Ya maka dari itu, artikel ini hadir sebagai salah satu pertimbangan. Terima kasih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/syarat-yang-harus-dipenuhi-madura-sebelum-jadi-provinsi-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri.<\/em><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apabila Provinsi Madura betulan berdiri, Bangkalan lebih cocok jadi ibu kota provinsinya daripadan Pamekasan, posisi lebih strategis. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":409288,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[1],"tags":[33978,33979,5020,22471],"class_list":["post-409267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangklan","tag-ibu-kota-provinsi-madura","tag-madura","tag-pamekasan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409267"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409291,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409267\/revisions\/409291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/409288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}