{"id":409144,"date":"2026-07-07T15:41:17","date_gmt":"2026-07-07T08:41:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=409144"},"modified":"2026-07-07T15:41:17","modified_gmt":"2026-07-07T08:41:17","slug":"nasib-berat-alumni-universitas-trunojoyo-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasib-berat-alumni-universitas-trunojoyo-madura\/","title":{"rendered":"Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, banyak orang tua selalu bilang, kalau ingin hidupmu enak, ya kuliah. Kalimat itu terdengar seperti hukum sosial yang tak terbantahkan, sekolah tinggi sama dengan masa depan cerah. Begitupun di lingkungan saya, ketika ada anak diterima di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), bahagianya luar biasa. Bahkan, bisa jadi obrolan warga sekampung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, biaya UKT yang tak sedikit sering kali menjadi masalah. Tapi, kadang keluarga tetap rela jungkir balik karena percaya gelar sarjana akan membayar semuanya. Nah, keyakinan itu belakangan mulai goyah. Bukan karena kampusnya jelek, melainkan karena semakin banyak cerita yang berakhir dengan omongan, itu kuliah tinggi-tinggi tetap nganggur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, akhirnya yang bikin kepikiran bukan lagi biaya masuk kuliah saja, tapi juga harapan bahwa setelah wisuda nasib benar-benar berubah. Itulah yang sering saya dengar dari para alumni UTM.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alumni UTM selalu jadi harapan karena kuliahnya mahal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya akui fenomena mahasiswa baru yang mengundurkan diri memang hampir terjadi di seluruh kampus negeri di Indonesia, salah satunya juga di Universitas Trunojoyo Madura. Keponakan saya contohnya, ia memilih tidak jadi kuliah karena memperoleh UKT 2 juta 500 ribu. Itu bukan angka yang kecil bagi penghasilan orang tuanya, makanya ia menunda mimpinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bukan kasus pertama yang saya temui. Siswa saya tahun-tahun sebelumnya banyak pula yang akhirnya memilih mengundurkan diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, masalah ini bukan faktor biaya UKT yang tinggi saja, tapi juga memikirkan bagaimana kedepannya. Worth it nggak kuliahnya? Sebab, banyak pula alumni UTM dekat-dekat rumah saya yang akhirnya juga sama susahnya ketika ingin mencari kerja. Tak jauh beda dengan para lulusan SMA yang fresh graduate. Nah jika demikian, siapa yang akhirnya paling menanggung beban pikiran, tentu saja yang sudah kuliah bertahun-tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, sudah makan usia, tenaga, dana, dan lain sebagainya. Eh, pas lulus sama saja. Akhirnya, ya cuma jadi omongan tetangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mau merantau makin banyak saingan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katakan seandainya sebagai alumni UTM kita sudah dapat pekerjaan di Madura, menerima penghasilan <a href=\"https:\/\/radarbangkalan.jawapos.com\/berita-daerah\/2512260010\/umk-2026-empat-kabupaten-di-madura-resmi-ditetapkan-berikut-rincian-lengkapnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UMR di sini<\/a> pun sebetulnya kami hanya terpaksa bersyukur. Sebab memang seperti tidak ada pilihan lain. Persaingan dunia kerja di sini lebih mudah, karena sarjananya sedikit, tapi lowongan kerjanya juga sedikit. Mungkin karena alasan itu pulalah yang bikin penghasilan kita cuma seuprit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, kalau pun harus merantau ke luar Madura, problemnya akan lebih parah. Saya tidak percaya bahwa mencari pekerjaan itu tergantung orangnya. Di dunia kerja, perusahaan sering pula lebih melihat kamu lulusan mana, atau mungkin juga asal daerahnya dari mana. Saya tak bermaksud membuat kita pesimis, tapi kalau sudah di rantauan, kita bersaingnya juga bakal ketemu lulusan-lulusan kampus top lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haduh, bingung kan. Belum lagi kalau bahas stigma yang melekat pada Madura. Hm, malah bikin insecure.<\/span><\/p>\n<h2><b>Memilih menganggur saja di kampus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dua hal di atas, akhirnya ada keputusan lain yang juga kerap dipilih mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura saat berhadapan dengan rasa bingung setelah lulus. Katanya, mereka lebih memilih menetap saja di lingkungan kampus. Mungkin alasan yang sering diutarakan karena skripsinya tidak selesai-selesai, tapi beberapa sebetulnya memang sengaja ingin menunda kelulusan. Sebab, kalau sudah diwisuda, mau nggak mau haru pulang dan cari kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan saya mengada-ada, tapi memang demikian yang banyak diceritakan oleh teman-teman saya. Bahkan, yang sudah lulus pun kadang tak berani kalau harus meninggalkan lingkungan kampus. Jadi, mereka tetap mencari kesibukan disana, ngopi tiap malam, ikut organisasi, mantau demonstrasi, mengkader adik-adik, pokoknya full sibuk. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian cerita dari saya mengenai kondisi alumni Universitas Trunojoyo Madura. Ya, saya akui ini sebetulnya tidak hanya dialami oleh lulusan UTM saja, saya yang alumni<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alumni-unesa-cuma-pura-pura-bangga-sama-almamater\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">UNESA<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saja juga merasa demikian. Mungkin juga semua lulusan sarjana di Indonesia. Yah, saya harap pemerintah bisa peka dengan masalah ini, dan tentunya ngasih solusi. Sekian!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Rizky Prasetya<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-terang-universitas-trunojoyo-madura-yang-jarang-disadari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Terang Kuliah di Universitas Trunojoyo Madura yang Jarang Disadari Banyak Orang<\/a><\/b><\/p>\n<p><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i> ya.<\/i><\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nasib alumni Universitas Trunojoyo Madura setelah lulus begitu berat. Bertahan berat, karena gaji kecil. Merantau pun sama beratnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":401810,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[13089],"tags":[5020,33969,33968,22892,6032],"class_list":["post-409144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-madura","tag-prospek-lulusan-utm","tag-umr-madura","tag-universitas-trunojoyo-madura","tag-utm"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=409144"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":409154,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/409144\/revisions\/409154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=409144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=409144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=409144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}