{"id":408723,"date":"2026-07-06T10:59:33","date_gmt":"2026-07-06T03:59:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=408723"},"modified":"2026-07-06T11:04:41","modified_gmt":"2026-07-06T04:04:41","slug":"gagal-paham-dengan-outfit-pejabat-mewah-tapi-terlihat-norak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gagal-paham-dengan-outfit-pejabat-mewah-tapi-terlihat-norak\/","title":{"rendered":"Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari ini, saya serius mantengin akun Instagram <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/cabinetcouture_season2\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">@cabinetcouture_season2<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bagi yang belum tahu, akun Instagram tersebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harga outfit pejabat negara yang harganya bikin saya geleng-geleng kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, ada pejabat yang pakai jam tangan seharga Toyota Fortuner. Ada yang pakai tas seharga Honda Mobilio. Ada juga yang pakai sepatu seharga Yamaha Nmax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit pejabat yang pakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunglasses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harganya setara masuk Fakultas Kedokteran di kampus saya. Bagi orang yang penghasilannya seringkali nggak nyampe UMR Kota Bandung, tentu saja ini bikin saya bertanya-tanya, \u201cEmang apa benefitnya pakai outfit mahal begitu?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Beberapa barang memang mahal karena ada fungsinya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu kuliah, saya aktif pada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-masuk-ukm-mapala-kalau-cuma-pengin-naik-gunung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">organisasi pencinta alam kampus<\/a>. Kami sering naik gunung, memanjat tebing, arung jeram, menelusuri goa, hingga menyusuri pantai. Olahraga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kami jalankan tentu harus aman dan nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari situ saya paham kenapa brand peralatan olahraga outdoor itu mahal. Mulai dari sepatu, pisau, tenda, tas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">carrier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), jam tangan, hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sunglasses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, semua diformulasikan agar aman digunakan untuk kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outdoor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tahan panas, tahan hujan, hingga beberapa tahan digunakan di pegunungan bersalju. Nggak cuma tahan pada medan ekstrim, peralatan tersebut pun nyaman dan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stylish<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, saya lebih aktif menekuni olahraga lari. Saya paham kenapa beberapa sepatu lari itu mahal, kenapa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">running belt<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu mahal, kenapa jam tangan lari (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartwatch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) itu mahal, dan kenapa sunglasses itu mahal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepatu lari mahal karena diformulasikan biar para pelari bisa memaksimalkan potensi kecepatan berlarinya serta meminimalisir risiko cedera. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Running belt<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga mahal karena ia menggunakan teknologi mutakhir agar pelari bisa menyimpan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kunci, botol minum, maupun running gel.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Smartwatch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lari pun mahal karena ia tak hanya digunakan sebagai alat penunjuk waktu, tapi digunakan untuk mengukur durasi dan jarak lari, hingga mengukur detak jantung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gagal paham dengan <\/b><b><i>outfit <\/i><\/b><b>mahal pejabat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ini fungsi jam tangan, sepatu, dan tas para pejabat yang harganya ratusan juta itu buat apa? Apa ia secanggih jam tangan yang diberikan Zordon pada Rangers pilihannya? Apakah sepatunya membuat ia berlari secepat Flash? Atau tasnya berisi perbekalan yang bisa digunakan untuk mendaki Gunung Everest?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu masih aktif naik gunung, orang yang menggunakan peralatan outdoor mahal, tapi nyusahin di gunung bakal diketawain. Sama seperti orang yang pakai kaus band dari band tertentu, tapi nggak pernah dengerin musiknya sama sekali. Sama seperti orang yang pakai jersey Manchester United, tapi nggak tahu siapa itu Sir Bobby Charlton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada olahraga lari pun gitu. Percuma pakai sepatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">plate carbon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harga jutaan kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya keong. Baru lari 1 kilometer lari, eh sisanya jalan. Padahal banyak pelari yang cuma pakai sepatu lari Rp300 ribuan tapi bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">finish strong<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> marathon.<\/span><\/p>\n<h2><b>Selera fesyen memang beda, tapi \u2026<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, setiap orang punya selera fasyen sendiri-sendiri ya. Kalau mau ber-husnudzon (berbaik sangka), bisa saja para pejabat yang pakai outfit serba mewah itu memang sudah kaya dari sononya atau punya bisnis besar sebelum jadi pejabat negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, banyak dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rame\/nafkah\/menghitung-kekayaan-megawati-soekarnoputri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)<\/a> mereka yang sebelumnya kelas menengah biasa-biasa saja, setelah menjabat jadi serba mewah dari ujung kaki sampai ujung kepala sehingga jadi pertanyaan besar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ini hasil korupsi apa gimana dah?<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ini orang jadi pejabat publik emang tujuan awalnya buat memperkaya diri atau gimana sih?<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jadi persoalan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outfit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> serba mewah itu nggak berbanding lurus dengan kinerja mereka. Itu mengapa, di mata warga, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outfit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mewah itu terlihat norak. Coba contoh pejabat negara di negara lain macam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-memilih-pindah-dari-indonesia-dan-hidup-di-jepang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jepang<\/a> atau Singapura. Mereka juga sama-sama digaji tinggi, tapi penampilan pejabat negaranya lebih ngutamain fungsi alih-alih gengsi. Jam tangan dan mobil dinasnya biasa aja tapi tepat waktu kalau menghadiri sebuah acara. Gak kayak disini, mobil dinas dan jam tangan mewah tapi serba ngaret.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini ibarat Harry Maguire yang sok-sokan pakai sepatu yang harganya 10 kali lipat lebih mahal dari Kylian Mbapp\u00e9, tapi prestasinya jauh di bawah Kylian Mbapp\u00e9. Ini ibarat pelari yang pakai outfit lari serba mewah dari ujung kaki sampai ujung kepala, tapi finish marathon 10 jam, sedangkan Eliud Kipchoge yang outfitnya sederhana, bisa finish marathon 2 jam saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pejabat negara seharusnya mengutamakan rakyat, bukan outfit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMas, siapa tahu itu bentuk investasi dia! Harga barang kayak itu kan naik tiap tahun. Lagian bisa aja ia sudah punya itu dari sebelum menjabat!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya kalau mau gitu jangan jadi pejabat! Investasi terbaik pejabat negara mah kepuasan dan kesejahteraan masyarakat, bukan barang mewah! Kalau ingin bermewah-mewah ya jangan jadi pejabat, jadi pengusaha aja! Emang gak malu pakai tas mewah ratusan juta sedangkan daerah yang ia pimpin penghasilannya gak nyampe UMR?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Raden Muhammad Wisnu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-madura-contoh-ideal-menjalankan-toko\/\"><b><i>Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa hari ini, saya serius mantengin akun Instagram @cabinetcouture_season2. Bagi yang belum tahu, akun Instagram tersebut spill harga outfit pejabat negara yang harganya bikin saya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, ada pejabat yang pakai jam tangan seharga Toyota Fortuner. Ada yang pakai tas seharga Honda Mobilio. Ada juga yang pakai sepatu seharga Yamaha Nmax.\u00a0 Tidak sedikit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":272,"featured_media":408823,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":"","_members_access_role":[],"_members_access_error":""},"categories":[12902],"tags":[6768,12405,33950,33949,656],"class_list":["post-408723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fesyen","tag-fesyen","tag-mewah","tag-outfit-mewah","tag-outfit-pejabat","tag-pejabat"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/272"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=408723"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":408825,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408723\/revisions\/408825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/408823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=408723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=408723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=408723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}