{"id":408009,"date":"2026-06-30T10:00:19","date_gmt":"2026-06-30T03:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=408009"},"modified":"2026-06-29T19:53:40","modified_gmt":"2026-06-29T12:53:40","slug":"stereotipe-feb-unila-lampung-yang-sebaiknya-jangan-dipercaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stereotipe-feb-unila-lampung-yang-sebaiknya-jangan-dipercaya\/","title":{"rendered":"Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/sarjana-akuntansi-jualan-penyetan-penghasilan-di-atas-gaji-pns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana Akuntansi<\/a> FEB Unila Lampung. Saya baru lulus Desember lalu. Terdengar masih \u201csegar\u201d memang, tapi kalau ditanya soal hal berkesan selama jadi mahasiswa, jujur saya kesulitan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir lagi, yang banyak membekas di ingatan adalah kedongkolan. Dongkol karena terlalu banyak stereotipe yang melekat ke mahasiswa FEB Unila Lampun yang saya kira berlebihan. Saking seringnya dinilai dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stereotipe\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stereotipe<\/a> ini, saya dan banyak kawan lain sampai muak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Mahasiswa FEB Unila Lampung selalu tampil modis, stylish, dan sudah pasti kaya-kaya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin pertama ini bukan sekali dua kali saja saya. Ketika saya mengajak teman atau orang luar masuk kampus saya, mereka menolak. Mereka mengira penampilan mahasiswa yang kuliah di sini pasti cetar membahana semua. Mereka menolaknya karena bikin minder.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal tidak semua mahasiswanya seperti itu. Saya misal, lebih sering pakai kemeja warna tosca lungsuran ibu yang kancingnya lepas satu. Bawahannya rok hitam biasa. Riasannya pun hanya sunscreen <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-sunscreen-terbaik-nggak-sampai-rp40-ribu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hanasui SPF 30<\/a>. Sebenarnya itu tidak bisa dibilang riasan sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekalipun ada yang mau masuk FEB Unila Lampung, mereka biasanya nggak betah lama-lama. Biasanya mlipir perlahan sambil menyindir tipis, \u201cNggak mau lama-lama ah di sini. Kawasan orang kaya.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal kondisi ekonomi, bukankah setiap fakultas pasti isinya beragam mahasiswa? Dikira mahasiswa FEB Unila UKT-nya mentok kanan dan hari-hari ke kampus bawa mobil pribadi semua kali. Kelas menengah yang serba tanggung dan terimpit pun juga bejibun di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak terima semua anak FEB diberi cap kaya dan hedon. Soalnya selama saya berdagang di Universitas Lampung, mahasiswa dari fakultas ini yang paling banyak nawar dan minta gratisan. Hiks. Dendam pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berkuliah di jurusan Akuntansi juga rasanya nggak ada ketimpangan yang kentara. Barangkali karena teman saya hanya sedikit dan nggak punya sirkel sih, tapi serius, di sini itu biasa aja. Nggak semua kaya raya. Ada juga mahasiswa kaya tapi ngaku miskin di borang UKT.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mahasiswanya pintar dan rajin<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, yang kedua ini juga bikin heran bukan kepalang. Saya pun tidak tahu dari mana datangnya lantaran tidak pernah mengalami langsung kecuali dari persepsi saudara, khususnya karena kuliah<a href=\"https:\/\/campus.quipper.com\/majors\/id-akuntansi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> jurusan Akuntansi<\/a>. Namun, nama FEB saja sudah bikin terima anggapan macam-macam yang kesannya \u201cwah\u201d betul. Padahal mah \u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stereotipe ini kerap diperoleh beberapa teman saya yang mengikuti komunitas atau acara di luar kampus. Waktu memperkenalkan diri sebagai warga FEB Unila Lampung, selalu saja dikira pintar dan rajin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya, tidak semuanya seperti itu, yang tolol ada, yang malas pun banyak.\u00a0 ada. Yang tolol, malas, dan kelakuannya ajaib di sini? Banyak banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada menaikkan derajat, stereotipe ini rasanya hanya menambah beban kehidupan saja. Harus bisa begini. Harus mampu begitu. Masa tidak tahu ini. Masa kurang paham itu. Semuanya karena \u201cseharusnya\u201d kami \u201cmahasiswa FEB Unila yang pintar dan rajin\u201d. Kalau dibilang begitu, auto pengin berubah jadi ubur-ubur saja. Enak, tinggal goyang dan nggak usah bayar pajak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tolong ya, stereotipe di atas sebaiknya tidak usah dipercaya. Mending kenal dulu secara personal sama orang-orangnya, baru nanti tahu deh aslinya bagaimana. Siapa tahu malah muncul stereotipe baru (waduh).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Siti Atika Azzahrah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-s2-ugm-nyambi-mua-nggak-malu-malah-jadi-bekal\/\"><b><i>Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak semuanya stereotipe mahasiswa FEB Unila Lampung itu benar, beberapa terlalu berlebihan hingga membebani, sebaiknya jangan dipercaya. <\/p>\n","protected":false},"author":3268,"featured_media":408090,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[33897,33896,33898,6303,6142,33828],"class_list":["post-408009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-feb-unila","tag-feb-unila-lampung","tag-kampus-lampung","tag-lampung","tag-unila","tag-unila-lampung"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3268"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=408009"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":408094,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/408009\/revisions\/408094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/408090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=408009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=408009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=408009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}