{"id":407200,"date":"2026-06-23T13:37:38","date_gmt":"2026-06-23T06:37:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=407200"},"modified":"2026-06-23T13:37:38","modified_gmt":"2026-06-23T06:37:38","slug":"pengelola-kafe-harus-tegas-pada-pengunjung-nggak-peka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengelola-kafe-harus-tegas-pada-pengunjung-nggak-peka\/","title":{"rendered":"Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan warga <a href=\"https:\/\/www.threads.com\/@schiavonsara\/post\/DZxRqJhmBv3?xmt=AQG0wIuu47FduvUviZb-lOnQXpsiVlYZvRwVaIBW92JmEd4bBQrib9cYLwTSgZo0_vUFDcY&amp;slof=1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Threads<\/a> ramai membahas soal perilaku pelanggan yang seenaknya sendiri di kafe. Mereka memonopoli meja hingga tidak banyak memesan minuman maupun makan. Kafe bak tempat tinggal kedua selain rumah maupun kosan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, kafe memang jadi ruang publik baru. Tidak hanya orang-orang nongkrong, orang yang kerja juga dapat dengan mudah ditemukan di sana. Tidak heran, kalau kafe-kafe kian menjamur. Sudah begitu tiap, tempat tak pernah sepi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pergeseran kebiasaan ini nyatanya membawa persoalan baru. Bermunculan pelanggan nggak peka yang mengganggu pembeli lain. Dan, tidak menutup kemungkinan bisa mengganggu bisnis kafe ke depannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Memonopoli meja dan kursi di kafe<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini persoalan paling panas yang sedang dibahas di Threads. Banyak pelanggan\u00a0 memonopoli meja dan kursi di kafe. Misal, meja untuk berempat, tapi dipakai untuk seorang sendiri. Mereka yang datang dalam bentuk kelompok 3-4 orang jadi kesulitan mencari tempat duduk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan lain, di meja sudah ada barang-barang pelanggan, tapi orangnya nggak ada hingga berjam-jam. Yang paling ajaib, saya kerap mendapati mencari makan di tempat lain karena kafe antara tidak menyediakan menu berat atau melarang membawa makanan dari luar, sebagai alasan pergi sambil meninggalkan barang penanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat dari tindakan ini, orang-orang yang sudah membayar harus rela berdiri, mengantre di dekat meja sambil menunggu, atau bahkan memutuskan pergi ke tempat lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalan ini tampaknya benar-benar bikin gedek pembeli lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengobrol di ruang hening<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal meja dan kursi kafe hanyalah satu dari banyak persoalan lain. Selain itu, masih banyak pengunjung kafe yang nggak peka dengan mengobrol dengan suara keras.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu tidak jadi persoalan kalau mereka ngobrol di ruang terbuka atau di spot-spot yang memang ditujukan untuk ngobrol. Masalahnya, tidak sedikit dari pengunjung nggak peka itu ngobrol di focus room atau tempat-tempat yang tidak boleh berisik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aneh betul, padahal sudah jelas-jelas ada tulisannya untuk menjaga ketenangan, kok ya masih ada yang berisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya setidaknya dua kali mengalami ruang hening yang riuh. Ini terjadi saat area biasa penuh, lalu rombongan yang datang tanpa niat berkonsentrasi malah menjajah kursi-kursi kosong di ruang hening dan membuat keributan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat tidak etis. Selain tidak menaati aturan, ini juga egois. Anggapan &#8220;yang penting dapat tempat duduk&#8221; mengalahkan aturan yang jelas tercetak di pintu masuk. Itu merampas hak tenang orang lain yang mungkin sangat membutuhkannya untuk fokus bekerja atau mencari kedamaian.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak membereskan sampah bekas sendiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan masuk kafe, mencari tempat duduk, tapi yang tersisa hanya meja penuh sampah. Pekerja kafe pun belum sempat mengurus. Ini sering saya alami, terlebih di tempat yang berbagi area dengan minimarket seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-tips-membeli-point-coffee-dari-seorang-loyalis-indomaret\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Point Coffee<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, di sini, malah di mejanya sudah ada tulisan untuk membersihkan sendiri. Sayangnya, imbauan itu tampaknya sering dikalahkan mentalitas pasif: &#8220;Kan, sudah kerjaan karyawan.\u201d Padahal, tempat sampah pun ada di dekat pintu keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membereskan sisa diri sendiri itu hal dasar. Kenapa harus menunggu orang lain merasa jijik dan kesal? Hak kita menikmati suasana kafe tidak lantas membebaskan kita dari tanggung jawab menjaga kebersihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tulisan saya sebelumnya, <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/beli-kopi-pakai-tumbler-memang-ramah-lingkungan-tapi-dicuci-dulu\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hal-hal di atas sebaiknya juga diperhatikan oleh pembeli kurang peka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sebaiknya pengelola kafe lebih tegas pada pelanggan semacam ini. Sebab, sudah ditulis sekalipun, mereka tetap melanggar dengan mudahnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tidak mungkin hal-hal kecil macam itu bisa \u201cmengusir\u201d dan \u201cmengancam\u201d pembeli lain yang sebenarnya ingin mampir ke kafe tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Annisa R<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kafe-dekat-kraton-jogja-cocok-buat-kerja-hingga-nugas\/\"><b><i>5 Kafe Dekat Kraton Jogja, Cocok Buat Kerja hingga Nugas<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengelola kafe seharusnya tegas pada pengunjung yang nggak peka karena mereka mengganggu pembeli lain dan bisa ancam kelangsungan bisnis. <\/p>\n","protected":false},"author":1833,"featured_media":407243,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[6856,33822,34,33821,33823],"class_list":["post-407200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-kafe","tag-kafe-rugi","tag-mahasiswa","tag-pengununjung-kafe","tag-tojali"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/407200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1833"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=407200"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/407200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":407250,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/407200\/revisions\/407250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/407243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=407200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=407200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=407200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}