{"id":406535,"date":"2026-06-20T08:19:22","date_gmt":"2026-06-20T01:19:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=406535"},"modified":"2026-06-19T19:19:39","modified_gmt":"2026-06-19T12:19:39","slug":"orang-jombang-malas-main-ke-wonosalam-pilih-plesir-ke-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-jombang-malas-main-ke-wonosalam-pilih-plesir-ke-malang\/","title":{"rendered":"Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jombang yang lebih dikenal sebagai Kota Santri ternyata punya daerah sejuk dan hijau yang sangat cocok untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Betul, daerah itu adalah Wonosalam. Kecamatan dengan potensi wisata yang kuat ini terletak lereng <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gunung_Anjasmoro\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Anjasmoro<\/a> di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wonosalam sebenarnya sangat cocok jadi destinasi wisata<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk warga lokal (warlok) Jombang. Namun, anehnya, warlok malah malas liburan ke sana. Mereka lebih memilih ke Malang yang jaraknya lebih jauh. Padahal, kalau dibandingkan, suasana di Malang dan Wonosalam itu tidak jauh berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Plesir ke Malang lebih bergengsi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang merasa plesir ke Wonosalam tidak terasa seperti liburan karena masih di Jombang. Itu mengapa mereka lebih memilih plesir ke Malang yang sudah berbeda daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, bagi beberapa orang, merasakan macetnya jalan dan lewat gerbang tol bisa jadi pengalaman berkesan. Jadi lebih terasa jauhnya, jadi lebih terasa liburannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Malang, khususnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/songgoriti-batu-kawasan-dengan-masyarakat-paling-ramah-se-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kawasan Batu<\/a> memang menawarkan hiburan yang sulit dijumpai di Wonosalam Jombang. Di sana ada wahana, moesum, hingga cafe yang sangat aestetik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, Wonosalam masih begitu-begitu saja. Kecamatan di kaki gunung ini masih didominasi spot-spot wisata alam dalam skala kecil. Misalnya saja, kolam renang, cafe, maupun spot-spot pemandangan bambu atau pemandangan alam lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu mengapa warlok lebih memilih ke Malang, khususnya Batu daripada Wonosalam Jombang. Walau secara pemandangan masih bisa diadu, harus diakui Wonosalam masih kalah soal daya tarik. \u201cLiburan ke Malang\u201d memang terasa lebih bergengsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Brand wisata duren yang terlalu kuat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, branding Wonosalam sebagai tempat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/kebun-durian-di-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">wisata duren<\/a> terlalu kuat. Memang, branding itu menguntungkan ketika musim durian. Orang-orang langsung plesir ke kawasan ini saat musimnya tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, bak pisau belati yang punya dua sisi, banyak orang mengira tempat ini sebatas tempat cari duren saja. Potensi lain seperti pemandangan asri dan hawa sejuk jadi tenggelam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diluar musim durian, wisata Wonosalam kurang digemari oleh masyarakat. Inilah salah satu alasan yang menyebabkan Wonosalam sulit bersaing dengan wisata di tempat-tempat meskipun tempat tersebut memiliki kondisi alam yang serupa dengan Wonosalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Aksesnya ke Wonosalam repot karena infrastrukturnya kurang diperhatikan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akses ke Wonosalam sekarang ini sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, tetap saja, aksesnya masih bisa ditingkatkan karena banyak orang masih kebingungan kalau mau ke sana. Saya salah satunya, saya dan rombongan sempat tersesat beberapa kali padahal sudah lihat maps.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akses ke Wonosalam belak-belok dan sempit. Selain itu spot-spot indah sepanjang jalan terasa kurang maksimal karena banyaknya rumput liar dan lumut. Kebersihannya dan perawatannya tampak kurang diperhatikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat disayangkan sebenarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wonosalam sebenarnya potensi emas yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Karakter lingkungannya yang asri dan indah tak kalah saing jika\u00a0 dibandingkan tempat tempat dataran tinggi lainnya di Jawa Timur. Akan tetapi, supaya tempat ini tidak hanya diminati masyarakat pada saat musim durian saja perlu perhatian serius oleh pemerintah setempat, investor, dan masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dhivia Felsy Tsabitah Nugrahwati<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-jombang-nganjuk-mirip-rintangan-daripada-jalan-nasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional.<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warlok Jombang pilih plesir ke Malang daripada Wonosalam karena lebih banyak yang bisa dinikmati dan aksesnya mudah.<\/p>\n","protected":false},"author":3231,"featured_media":406598,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14216,985,26382,33779,30929],"class_list":["post-406535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jombang","tag-malang","tag-wisata-jombang","tag-wisata-wonosalam","tag-wonosalam"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3231"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=406535"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":406600,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406535\/revisions\/406600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/406598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=406535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=406535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=406535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}