{"id":405993,"date":"2026-06-14T17:03:40","date_gmt":"2026-06-14T10:03:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=405993"},"modified":"2026-06-14T17:03:40","modified_gmt":"2026-06-14T10:03:40","slug":"kota-minyak-julukan-yang-kini-jadi-derita-warga-balikpapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-minyak-julukan-yang-kini-jadi-derita-warga-balikpapan\/","title":{"rendered":"Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan"},"content":{"rendered":"<p><em>Balikpapan terkenal dengan sebutan Kota Minyak. Namun kini, julukan itu malah jadi sumber derita.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-tak-mau-beli-pertamax-dan-lebih-milih-beli-pertalite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenaikan harga Pertamax<\/a> membuat banyak masyarakat berpikir ulang saat mengisi bahan bakar. Bagi sebagian orang, selisih beberapa ribu rupiah per liter mungkin tidak terlalu terasa. Namun bagi pekerja, guru, ojek online, pedagang kecil, dan masyarakat dengan mobilitas tinggi, kenaikan harga tersebut tentu berpengaruh terhadap pengeluaran bulanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, pilihan yang paling masuk akal adalah beralih ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau. Masalahnya, mendapatkan Pertalite di Balikpapan justru bukan perkara mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di beberapa SPBU yang masih menjual Pertalite, antrean kendaraan pasti mengular. Pengendara harus rela menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar yang sebenarnya merupakan kebutuhan dasar mobilitas sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit pula masyarakat yang akhirnya mengurungkan niat untuk mengantre. Ya gimana, waktu yang terbuang lebih mahal ketimbang selisih harga antara Pertalite dan Pertamax.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kerja-di-balikpapan-gajinya-besar-tapi-persaingannya-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kerja di Balikpapan Memang Gajinya Besar, tapi Persaingannya Gila-gilaan dan Biaya Hidupnya Amat Tinggi<\/a><\/p>\n<h2><b>Kota Minyak yang sulit mendapatkan minyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balikpapan selama ini dikenal sebagai &#8220;<a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2023\/05\/28\/222310478\/mengapa-balikpapan-dijuluki-kota-minyak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kota Minyak<\/a>&#8220;. Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sejarah perkembangan kota ini sangat erat kaitannya dengan industri perminyakan. Kilang besar berdiri di kota ini, aktivitas migas menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, bahkan identitas kota pun lekat dengan minyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di tengah identitas tersebut, masyarakat justru menghadapi kenyataan yang terasa janggal. Mencari Pertalite di Balikpapan bisa menjadi perjuangan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga yang tinggal di wilayah Balikpapan Timur, saya merasakan langsung kondisi ini. Di kawasan yang cukup luas tersebut hanya terdapat dua SPBU utama, dan keduanya tidak menjual Pertalite. Jika ingin mendapatkan Pertalite, masyarakat harus menempuh perjalanan ke wilayah lain dengan konsekuensi tambahan waktu, biaya, dan tenaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, untuk mendapatkan bahan bakar yang lebih murah, masyarakat justru harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mencarinya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjamurnya penjual bensin eceran di Balikpapan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, pemandangan yang sangat mudah ditemukan di Balikpapan adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-kepepet-mending-beli-bensin-di-pom-mini-atau-bensin-eceran-dalam-botol\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penjual bensin eceran<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka ada di jalan utama, dekat permukiman, di gang-gang kecil, bahkan di ruas jalan yang relatif sepi. Dalam jarak beberapa kilometer saja, kita bisa menemukan banyak sekali lapak bensin eceran yang menjual Pertalite dalam botol atau jeriken.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harganya tentu jauh lebih tinggi. Tidak jarang penjual eceran menetapkan harga Rp20 ribu untuk 1,5 liter Pertalite. Jika menghitungnya per liter, harga tersebut jauh di atas harga resmi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini menimbulkan pertanyaan yang wajar di benak masyarakat Balikpapan. Dari mana pasokan bensin eceran tersebut berasal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu tidak bijak jika langsung menuduh tanpa bukti. Namun, masyarakat juga sulit mengabaikan kenyataan bahwa di satu sisi Pertalite makin langka di SPBU. Di sisi lain, bensin eceran tersedia dalam jumlah yang tampaknya tidak sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi seperti ini pada akhirnya melahirkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang menduga sebagian bahan bakar dibeli dari SPBU untuk dijual kembali. Ada pula yang beranggapan distribusi belum berjalan optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa pun penyebabnya, yang paling dirugikan tetap masyarakat Balikpapan yang membutuhkan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ketika kendaraan pribadi harus bersaing dengan pedagang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan lain yang sering memancing tanda tanya adalah dominasi kendaraan roda empat dalam antrean Pertalite.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua kendaraan tersebut tentu melakukan pelanggaran. Banyak pemilik mobil yang memang berhak membeli Pertalite sesuai ketentuan. Namun, ketika antrean semakin panjang sementara pasokan terbatas, masyarakat Balikpapan mulai bertanya-tanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ada mekanisme pengawasan yang benar-benar efektif untuk mencegah pembelian berulang yang berpotensi disalahgunakan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, pengendara motor yang menggunakan bahan bakar untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau menjalankan aktivitas harian harus ikut merasakan dampaknya. Waktu habis di jalan, antrean semakin panjang, dan kepastian memperoleh Pertalite semakin sulit.<\/span><\/p>\n<h2><b>Yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Balikpapan sebenarnya tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai alasan kelangkaan atau keterbatasan distribusi. Kami lebih membutuhkan solusi nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang permintaan meningkat akibat kenaikan harga Pertamax, maka distribusi Pertalite perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kalau terdapat potensi penyalahgunaan distribusi, pengawasan perlu diperkuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika suatu wilayah seperti Balikpapan Timur mengalami keterbatasan akses, maka perlu ada langkah konkret agar masyarakat tidak harus menempuh jarak jauh hanya untuk membeli bahan bakar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mobilitas masyarakat bergantung pada ketersediaan energi. Ketika akses terhadap bahan bakar menjadi semakin sulit, maka yang terdampak bukan hanya pengendara, tetapi juga aktivitas ekonomi sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/harga-pertamax-naik-lagi-dan-seperti-biasa-kelas-menengah-jadi-korban-lagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi<\/a><\/p>\n<h2><b>Sebuah ironi di Balikpapan yang perlu diakhiri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Balikpapan adalah kota yang tumbuh bersama industri minyak. Karena itu terasa ironis ketika warga justru kesulitan mendapatkan bahan bakar yang terjangkau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelangkaan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gagal-branding-alasan-orang-kaya-nggak-malu-beli-pertalite\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertalite<\/a> mungkin bisa dijelaskan dengan berbagai alasan teknis. Namun bagi masyarakat yang setiap hari harus bekerja, mengajar, berdagang, atau mencari nafkah, yang mereka rasakan bukanlah data statistik atau laporan distribusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang mereka rasakan adalah antrean panjang, perjalanan tambahan, dan biaya hidup yang semakin berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota minyak seharusnya tidak membuat warganya merasa kesulitan mendapatkan bahan bakar. Sebab pada akhirnya, keberadaan sumber daya yang melimpah akan kehilangan makna jika masyarakat di sekitarnya justru tidak dapat merasakan kemudahan akses terhadap kebutuhan yang paling mendasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nurhadi Mubarok<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/balikpapan-daerah-paling-nggak-ideal-untuk-tempat-pensiun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Menua di Balikpapan, Daerahnya Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balikpapan adalah Kota Minyak. Karena itu terasa ironis ketika warga justru kesulitan mendapatkan bahan bakar yang terjangkau.<\/p>\n","protected":false},"author":808,"featured_media":405996,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[21281,33738,16086,16803,33739,6803,5496,6485],"class_list":["post-405993","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-balikpapan","tag-balikpapan-timur","tag-bbm","tag-harga-bbm","tag-harga-pertamax","tag-kota-minyak","tag-pertalite","tag-pertamax"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405993","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/808"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405993"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405993\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":406001,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405993\/revisions\/406001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/405996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405993"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405993"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405993"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}