{"id":405959,"date":"2026-06-14T11:59:24","date_gmt":"2026-06-14T04:59:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=405959"},"modified":"2026-06-14T12:44:25","modified_gmt":"2026-06-14T05:44:25","slug":"alasan-kenapa-saya-tidak-betah-tinggal-di-demak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-kenapa-saya-tidak-betah-tinggal-di-demak\/","title":{"rendered":"Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sepakat bahwa setiap daerah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kuliner-demak-wajib-dicicipi-setidaknya-sekali-seumur-hidup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">punya keistimewaannya masing-masing<\/a>. Tidak ada daerah yang sepenuhnya buruk. Hanya saja, pengalaman pribadi sering memberi kesan yang berbeda. Kadang baik, kadang kurang baik. Demikian yang saya rasakan ketika tinggal di Demak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ada yang tersinggung, izinkan saya menegaskan sejak awal. Demak bukan kota yang buruk. Ini daerah dengan sejarah besar. Di sini, kerajaan Islam di Jawa tumbuh. Banyak pula ulama dari Demak yang memiliki pengaruh besar dan disegani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tinggal di tempat yang punya sejarah besar tidak otomatis membuat saya betah. Ada hal-hal yang membuat saya tidak kerasan.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-demak-culture-shock-ketika-merantau-ke-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orang Demak Culture Shock ketika Merantau ke Jogja, Ternyata Jogja Nggak Sesempurna Itu<\/a><\/p>\n<h2><b>Di Demak cuaca dan udaranya panas, membuat badan cepat berkeringat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tinggal di Demak, hal yang paling sulit saya terima adalah cuacanya. Saya yang terbiasa tinggal di daerah sejuk, harus menghadapi cuaca panas dan gerah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan cuaca yang cukup panas, hidup di Demak jadi sering berkeringat. Kalau berkeringat karena olahraga sih tidak masalah. Pasalnya di sana minim gerak pun bisa bercucuran keringat. Walhasil baju jadi sering basah dan bau keringat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika di Sleman saya kadang malas mandi karena dingin. Di Demak saya malah jadi hobi mandi. Saya bisa mandi sampai tiga kali. Saking seringnya sumuk dan berkeringat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat letak geografisnya, wajar saja cuaca di sana panas karena merupakan dataran rendah dan berada di pesisir utara. Selain itu, di sana minim pohon-pohon yang menyejukkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sering banjir dan rob<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi masyarakat, Demak banjir bukan hal yang asing. Banjir sudah akrab dengan kehidupan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, di Demak kalau hujan agak lama pasti jalananan sudah banjir. Dan kalau sudah banjir, surutnya juga lama. Alhasil mau bepergian ke mana-mana juga susah. Karena kalau mau memaksakan menerjang banjir motor pasti mogok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain banjir karena hujan, di sana juga terkenal dengan <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2026\/05\/26\/094721978\/banjir-rob-berpotensi-landa-pesisir-semarang-dan-demak-mulai-jam-2-siang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">banjir rob<\/a>. Banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut. Biasanya terjadi di daerah yang dekat dengan laut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalannya banyak yang jelek dan tidak rata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain banjir, kondisi sebagian jalan di Demak juga membuat saya kurang nyaman. Makanya saat tinggal di sana, saya jarang main keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak jalan yang sudah berlubang dan bergelombang. Bagi pengendara yang tidak hafal medan, jelas sangat membahayakan. Terlebih jika jalanan tergenang banjir. Lubang di jalan jadi tidak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/vario-125-kelihatan-lemah-tapi-mampu-libas-jalur-pantura\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur Pantura<\/a> arah Kudus, jika malam minim dengan penerangan. Orang yang tiap hari lewat pun tetap was-was jika lewat jalan Pantura Trengguli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain di Jalan Pantura, jalanan kampung-kampung di Demak juga masih banyak yang jelek. Ada yang tidak diaspal. Dan ada juga yang berlubang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang unik adalah beberapa jalan di sana pakai material tanah padas. Tanah yang sangat keras dan padat sehingga menyerupai batuan. Jika belum kena aspal, melewati jalan tanah padas seperti lewat lintasan off-road.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-lain-demak-kota-yang-telanjur-lekat-dengan-masjid-dan-makam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Lain Demak, Kota yang Telanjur Lekat dengan Masjid dan Makam<\/a><\/p>\n<h2><b>Demak banyak nyamuknya, bikin sulit tidur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kalau lagi di Demak sulit tidur. Sulitnya bukan karena insomnia, tetapi karena nyamuk. Dan ini juga cukup membuat jengkel. Sebabnya nyamuk-nyamuk di sana itu meski kecil tapi gigitannya ganas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, kebiasaan saya sebelum tidur waktu di Demak adalah mengoleskan lotion anti nyamuk. Meskipun lengket dan risih, mau tidak mau ya terpaksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab tingginya populasi nyamuk di Demak karena banyaknya genangan air. Saya juga jarang melihat fogging. Kalau ada, efeknya terasa kurang. Karena jumlah nyamuk di sana yang begitu banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-alasan-demak-kalah-tenar-dibanding-kabupaten-di-sekelilingnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya karena Semuanya Terasa Serba Nanggung<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demak bukan kota yang buruk, bahkan bagus. Namun, sebagai perantau, saya merasa tidak betah tinggal di sini. Berikut alasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":2956,"featured_media":405965,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9816,33735,15173,2501,2249,33736,7235],"class_list":["post-405959","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-demak","tag-jalan-pantura","tag-jalur-pantura","tag-jawa-timur","tag-kudus","tag-pantura-trengguli","tag-sleman"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2956"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405959"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405959\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":405966,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405959\/revisions\/405966"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/405965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}