{"id":405826,"date":"2026-06-13T10:53:05","date_gmt":"2026-06-13T03:53:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=405826"},"modified":"2026-06-15T12:15:28","modified_gmt":"2026-06-15T05:15:28","slug":"ekonomi-bikin-waswas-menyesal-tidak-rajin-menabung-dari-dulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ekonomi-bikin-waswas-menyesal-tidak-rajin-menabung-dari-dulu\/","title":{"rendered":"Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu petuah dari orang tua yang dari dahulu hingga sekarang masih menempel di kepala, yakni berhemat dan rajin menabung. Ketika saya dapat rezeki berupa uang, berapapun jumlahnya, orang tua saya selalu bilang, \u201cD<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uite dihemat, ojo lali ditabung.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petuah atau imbauan orang tua saya untuk berhemat dan rajin menabung tentunya bukan tanpa alasan. Kita tahu bahwa berhemat dan menabung itu adalah semacam<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/catatan\/hard-skill-kerja-di-kota-tak-berguna-buat-slow-living-di-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> survival skill<\/a><\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang harus dimiliki oleh setiap manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang punya kemampuan untuk berhemat dan menabung tentunya akan bisa bertahan lebih lama ketimbang orang yang nggak punya keduanya. Orang tua saya tentunya pengin anaknya punya kemampuan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan selanjutnya, saya dan orang tua saya bukan berasal dari keluarga yang berada. Ayah saya berasal dari keluarga petani, dan ibu saya berasal dari keluarga pensiunan ABRI dengan pangkat menengah. Nggak ada yang dari keluarga kaya berlebihan. Lalu ayah saya kerjanya jadi hanya jadi pegawai hotel, dan ibu saya jadi ibu rumah tangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, berhemat dan menabung benar-benar jadi kunci hidup keluarga saya.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/cuan\/ide-usaha-minyak-jelantah-kotor-tapi-untung-jutaan-per-bulan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>Petuah sejak saya kecil hingga sekarang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sekian banyak petuah orang tua, berhemat dan rajin menabung ini boleh jadi petuah pertama dari orang tua yang bisa saya ingat. Boleh jadi pula petuah ini jadi yang pertama yang diberikan kepada saya. Sebab, sedari saya kecil, saya kayak nggak pernah absen mendengar petuah ini dari orang tua saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika dulu saya masih dapat <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/stori\/read\/2024\/04\/17\/120000079\/sejarah-salam-tempel-tradisi-bagi-uang-saat-lebaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">&#8220;salam tempel&#8221; Lebaran<\/a>, atau ketika saya masih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">disangoni <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sama kakek-nenek, om-tante, atau teman kerja ayah, kalimat pertama yang keluar dari orang tua saya adalah uangnya dihemat. Jangan lupa ditabung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boleh dipakai jajan atau dipakai buat beli mainan, tapi jangan semuanya. Harus ada yang ditabung. Biar nanti kalau pengin beli apa-apa, nggak bingung uangnya dari mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petuah untuk berhemat dan menabung ini ternyata nggak hanya muncul ketika saya masih kecil. Ketika saya sudah dewasa, sudah bisa cari uang sendiri, petuah untuk berhemat dan menabung masih saja keluar dari mulut orang tua saya. Tiap dapat uang dari <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menulis-di-terminal-mojok-bayaran-secukupnya-usaha-sekerasnya\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">fee <\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menulis-di-terminal-mojok-bayaran-secukupnya-usaha-sekerasnya\/\">menulis<\/a> atau proyekan lain, orang tua saya selalu mengimbau agar uangnya ditabung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Petuah rajin menabung yang dulu kerap saya sepelekan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, petuah untuk berhemat dan rajin menabung ini kerap saya sepelekan. Apalagi waktu saya masih kecil, khususnya saat SD, petuah dari orang tua nyaris nggak pernah saya gubris.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya ketika saya dapat uang, ya harus dipakai buat jajan, main ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rental-ps-harus-ada-di-setiap-mal-demi-kewarasan-bersama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rental PS<\/a>, atau buat beli mainan. Persetan dengan berhemat, persetan dengan menabung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu kecil saya memang malas menabung. Orang tua saya pernah membelikan saya celengan buat saya nabung. Saya hanya beberapa kali mengisinya, lalu nggak pernah saya isi lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, ketika teman-teman SD saya pada nabung di sekolah (yang pakai buku tabungan itu), saya nggak ikut nabung. Sudah malas menabung, saya dulu juga boros pula. Pokoknya kalau dapat uang, pikiran saya langsung, \u201cBuat beli apa, ya?\u201d Nggak ada sama sekali pikiran buat menghemat uangnya, atau menabung uangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka nggak heran kalau saya sering kena omel orang tua karena kelakuan saya yang boros dan malas menabung. Tapi, saya selalu beralasan, \u201ckan ada ayah, kalau butuh apa-apa tinggal minta ayah.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar-benar anak nggak tahu diri memang. Sudah tahu keluarganya jauh dari kata kaya, malah boros dan malas menabung, ngomong kayak gitu pula.<\/span><\/p>\n<h2><b>Semuanya berubah ketika ayah meninggal dan perekonomian keluarga anjlok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu berlalu dan saya jadi orang yang nggak terbiasa untuk menabung, meskipun sudah nggak terlalu boros lagi. Namun, tetap saja, kalau ada apa-apa, tinggal minta ayah. Kalaupun ayah belum punya uang buat membelikan sesuatu, ya tinggal tunggu ayah punya uangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, semua itu berubah ketika saya kelas 3 SMP, ayah meninggal dunia. Hancur, runtuh semua dunia saya. Pun dengan dunia keluarga saya. Tembok kokoh yang selama ini saya pakai untuk bersandar, tiba-tiba hancur tak bersisa. Setelahnya, ekonomi keluarga anjlok, dan nggak ada lagi yang bisa saya jagakan. Nggak mungkin saya minta apa-apa ke ibu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat peristiwa itu, saya mau nggak mau harus mengubah kebiasaan saya. Dan, kebiasaan yang sudah harus berubah adalah kebiasaan malas menabung. Saya harus mulai menabung, bahkan harus rajin menabung. Tentu saja nggak mudah, sebab sebelumnya saya nggak terbiasa dengan menabung. Tapi, mau nggak mau kebiasaan itu harus dimulai.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makanan-superindo-rp-15-ribuan-penolong-pekerja-miskin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Makanan Superindo Rp15 Ribuan Penolong Pekerja Miskin yang Kecewa akan Mahalnya Harga Warteg.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>Menyesal mengapa nggak rajin menabung dan berhemat sejak dulu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata berhemat dan menabung itu nggak mudah. Godaannya banyak banget. Pengin beli ini, pengin beli itu. Belum lagi harga-harga kebutuhan makin naik, pendapatan malah nggak naik-naik. Tantangannya makin banyak. Makanya, sejak kelas 3 SMP sampai sekarang, saya masih kesusahan untuk rajin menabung. Bisa menabung, tapi makin hari makin susah aja rasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi di masa sekarang, di bawah rezim busuk dan laknat yang<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-siasat-bertahan-kelas-menengah-saat-ekonomi-nggak-waras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> perekonomiannya makin remuk<\/a> ini, hidup jadi susah, nabung pun jadi makin susah. Apa yang mau ditabung?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lha wong gaji cuma lewat saja. Sudah keburu habis buat beli kebutuhan dan bayar tagihan. Orang yang dari kecil punya kebiasaan nabung aja mengaku kalau sekarang makin susah, apalagi saya yang baru mulai budaya nabung di tengah jalan. Ya dobel susahnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi sadar bahwa hidup hemat dan rajin menabung itu krusial banget. Melihat gimana berantakan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freestyle-<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya hidup saya sekarang, saya jadi ada perasaan menyesal mengapa nggak membiasakan hidup hemat dan rajin menabung dari dulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya nggak manut<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sama petuah orang tua saya dulu. Hidup hemat dan rajin menabung itu berguna banget, apalagi di situasi hidup yang sekarang ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Andai saja saya dulu manut<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sama petuah orang tua saya untuk hidup hemat dan rajin menabung, mungkin hidup saya sekarang bakal lebih tertata. Mungkin akan tetap susah karena sekarang kita hidup di bawah rezim busuk dan laknat, tapi saya akan lebih paham gimana cara mengatur keuangan dan cara bertahan hidup lebih lama. Gitulah, pokoknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Iqbal AR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/strategi-nongkrong-usia-40-pilih-tempat-hingga-minum-obat\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyesal tidak ikuti petuah ortu untuk rajin menabung, padahal kebiasaan itu berguna di tengah kondisi ekonomi yang bikin cemas.<\/p>\n","protected":false},"author":75,"featured_media":405830,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[1986,26388,207,33725,33726],"class_list":["post-405826","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ekonomi","tag-kondisi-ekonomi","tag-menabung","tag-rajin-menabung","tag-skill-bertahan-hidup"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/75"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405826"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":405839,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405826\/revisions\/405839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/405830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}