{"id":405122,"date":"2026-06-08T10:23:15","date_gmt":"2026-06-08T03:23:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=405122"},"modified":"2026-06-08T10:24:44","modified_gmt":"2026-06-08T03:24:44","slug":"pustakawan-membela-ipusnas-yang-dikeluhkan-banyak-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pustakawan-membela-ipusnas-yang-dikeluhkan-banyak-orang\/","title":{"rendered":"Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang gemar membaca, tapi bugetnya tak cukup untuk membeli buku, iPusnas adalah penyelamat. Perpustakaan digital besutan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) itu memungkinkan pembaca meminjam buku digital atau eBook secara gratis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep tersebut sekilas terdengar sempurna. Namun, kenyataannya layanan iPusnas banyak dikeluhkan orang. Beberapa bahkan tayang di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/ipusnas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a>. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan yang paling sering muncul, antrean yang bisa mencapai ribuan orang untuk buku-buku populer.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, pembaca ipusnas biasanya bertanya dengan nada setengah marah, setengah putus asa, \u201cKenapa sih Perpusnas nggak nambah aja copy bukunya? Kan digital. Tinggal klik-klik, beres?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu terdengar masuk akal. Namun, justru di sini letak masalahnya. Karena dunia digital, terutama yang bersinggungan dengan buku, prosesnya tidak sesederhana seperti menggandakan produk digital lain. Tetap ada aturan yang mengingat agar tidak merugikan pemilik karya, dalam hal ini penulis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Aturan hak cipta, eBook bukan barang gaib yang bisa digandakan seenaknya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep peminjaman buku di iPusnas sejatinya sama persis dengan perpustakaan fisik. Hanya karena bentuknya digital, bukan berarti bisa digandakan tak terbatas. Satu eksemplar ebook sama dengan satu eksemplar buku. Titik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perpustakaan baik fisik maupun digital, tetap harus membeli hak akses atas setiap judul dan setiap copy. Ini bukan soal pelit atau nggak niat melayani masyarakat, tapi soal hak cipta. ebook dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28\/2014 tentang Hak Cipta dan <\/span><a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/37640\/uu-no-3-tahun-2017\"><span style=\"font-weight: 400;\">Undang-Undang Nomor 3\/2017 <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">tentang Sistem Perbukuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, setiap karya punya nilai ekonomi yang harus dihormati. Penulis tetap harus makan, penerbit tetap harus hidup. Dan, negara, suka tidak suka harus patuh pada hukum yang dibuatnya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, memperbanyak copy ebook bukan soal niat baik, tapi soal uang dan legalitas. Tidak bisa asal \u201cbanyakin aja\u201d. Meski wujudnya digital dan kelihatannya sepele, tapi aturannya tetap tak segampang itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Masalah antrean iPusnas selalu berkelindan dengan anggaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal perpustakaan, satu kata yang pasti ikut nimbrung adalah anggaran. Saya perlu disclaimer dulu, ini bukan tulisan buzzer pemerintah. Saya tidak dibayar. Tidak disuruh untuk membela habis-habisan, tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini murni suara dari kacamata pustakawan yang tiap hari hidup di antara idealisme literasi dan realitas administrasi. Kenapa jumlah copy bisa bersinggungan dengan hak cipta?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logikanya sederhana. Kalau satu eksemplar ebook harganya, misal Rp70.000, maka sepuluh copy ya sepuluh kali lipat. Seratus copy? Tinggal tambahkan nolnya\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang silakan kalikan dengan jumlah judul buku yang ada di iPusnas. Lalu, bayangkan lagi kebutuhan pembaca di Indonesia yang jumlah penduduknya hampir 280 juta jiwa. Silakan tarik napas dulu sebelum menghitung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, Perpusnas tidak hanya mengelola iPusnas. Ada gedung fisik, koleksi cetak, layanan daerah, e-resources berupa database jurnal internasional, perawatab sistem teknologi, SDM, dan seabrek kebutuhan lain yang tidak kelihatan di layar ponsel kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, membangun dan mengelola perpustakaan itu mahal, pemirsa. Sangat mahal. Apalagi di era sekarang, ketika perpustakaan dituntut kekinian, serba digital, cepat, dan ramah pengguna, sementara anggarannya harus dibagi ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara, anggaran Perpusnas RI kena ikut kena efisiensi jadi sekitar Rp400 miliar dari sebelumnya sekitar Rp700 miliar.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Silakan bayangkan bagaimana rasanya mengelola perpustakaan nasional dengan dana yang dipotong hampir setengahnya. Kalau para pengelolanya tidak mumet, justru kita patut curiga dengan kinerjanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alasan koleksi iPusnas isinya itu-itu saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan lain yang sering muncul mengenai\u00a0 \u201cKenapa koleksi iPusnas itu-itu aja? Gramedia lagi, KPG lagi!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemitraan iPusnas memang masih cenderung monoton dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toko-buku-gramedia-sudah-nggak-menarik-lagi-untuk-dikunjungi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KPG atau Gramedia<\/a>. Ini tentu bukan tanpa alasan. Sebab, bermitra dengan penerbit digital itu tidak murah dan bukan perkara sederhana. Kerja sama e-Book bukan cuma soal beli buku, tapi juga soal sistem teknologi, lisensi, keamanan konten dan kapasitas server.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan saya pernah duduk di meja meeting dengan vendor Gramedia untuk membahas perpustakaan digital di instansi tempat saya bekerja. Gambaran kasarnya begini, Gramedia tidak hanya menjual e-Book, tapi juga menjual sistem perpustakaan digitalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Modelnya langganan tahunan. Sekitar Rp50 juta per tahun untuk 1.000 pengguna, dengan klaim koleksi sampai 60.000 judul, yang tentu saja tidak semuanya bisa diakses bebas karena tetap tergantung saldo dan lisensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi jika klien minta fitur khusus, penyesuaian tampilan atau integrasi sistem. Semua itu ada biaya tambahan. Jadi jangan bayangkan kerja sama e-Book itu seperti belanja di marketplace, tinggal klik bayar, selesai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang bayangkan Perpusnas, dengan jutaan pengguna aktif, harus menegosiasikan sistem yang skalanya nasional. Tidak semua vendor siap. Tidak semua penerbit mau. Dan, tidak semua sistem bisa disesuaikan sesuai kebutuhan negara.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Menghindari kesalahpahaman<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, mungkin yang bisa kita lakukan adalah dua hal, yaitu mengeluh dengan cerdas dan berharap dengan realistis. Kritik tetap perlu. Namun, memahami konteks juga tak penting. Mari sama-sama berharap, agar suatu hari nanti anggaran negara untuk urusan literasi bisa lebih tinggi. Bukan malah kena efisiensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa tahu, dari Rp71 triliun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/mbg-gerogoti-anggaran-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anggaran MBG<\/a>, ada setetes yang nyasar ke Perpusnas. Separuhnya, mungkin? Siapa tahu. Biar iPusnas tidak cuma jadi simbol dengan segala keluhan yang itu-itu saja. Sehingga bisa benar-benar jadi rumah bacaan yang manusiawi untuk seluruh rakyat Indonesia yang masih setia membaca meski isi dompet kering keronta. Semoga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ferika Sandra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ipusnas-aplikasi-perpustakaan-nasional-gratisan-yang-sering-bikin-patah-hati\/\"><b><i>iPusnas, Aplikasi Perpustakaan Nasional Gratisan yang Sering Bikin Patah Hati<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pustakawan punya sudut pandang lain terhadap iPusnas yang selama ini menuai banyak keluhan dari penggunanya. Perpusnas tidak sepenuhnya salah.  <\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":405142,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[6614,23403,6402,21495,33682],"class_list":["post-405122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-ipusnas","tag-perpusnas","tag-perpustakaan","tag-perpustakaan-digital","tag-perpustakaan-nasional-ri"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=405122"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405122\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":405147,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/405122\/revisions\/405147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/405142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=405122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=405122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=405122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}