{"id":404786,"date":"2026-06-05T15:05:32","date_gmt":"2026-06-05T08:05:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=404786"},"modified":"2026-06-05T15:05:32","modified_gmt":"2026-06-05T08:05:32","slug":"silayur-ngaliyan-semarang-momok-bagi-pengendara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/silayur-ngaliyan-semarang-momok-bagi-pengendara\/","title":{"rendered":"Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian mahasiswa baru (maba) yang di UIN Walisongo Semarang perlu tahu ini. Bersiaplah mengahali jalur menurun Silayur yang seperti neraka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Kebetulan, saat kuliah dahulu, saya kerap beberapa kali berkunjung ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-saya-dulu-memilih-kuliah-s1-di-uin-walisongo-semarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UIN Walisongo Semarang<\/a>. Berdasar pengalaman, pengendara motor yang baru pertama kali melintas jalur Silayur, Ngaliyan, Semarang pasti deg-degan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur di sana mirip-mirip dengan jalanan sekitar UIN Maulana Malik Ibrahim yang ada di Kota Batu. Bedanya,\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">turunan Silayur, Ngaliyan, Semarang lebih mirip perosotan anak TK alias lebih curam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah bagaimana asal-usulnya sehingga jalur ini bisa dibuat. Yang pasti,\u00a0 insiden lalu lintas di turunan Silayur, Ngaliyan, Semarang semakin santer terdengar. Setidaknya itulah yang saya dengar dari beberapa kolega yang ada di Semarang.<\/span><\/p>\n<p>Insiden-insiden mengkhawatirkan.\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, aksi unjuk rasa dari mahasiswa di UIN Walisongo Semarang sempat dilakukan berkali-kali. Tuntutannya, kendaraan tonase besar lebih tertib mengikuti aturan jam operasional yang sudah ditentukan.<\/span><\/p>\n<p>Asal tahu saja selain jalur yang bak perosotan, truk tonase besar memperparah suasana. Truk-truk itu sering abai <span style=\"font-weight: 400;\">dan tetap melintas di jam-jam padat pemotor melintas di jalur ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya lagi, tidaka ada pihak yang menegus maupun memberikan solusi atas persoalan itu. Pemangku kebijakan seolah tutup mata hingga insiden terus berulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Silayur Ngaliyan Semarang harus menghadapi kendaraan-kendaraan BSB Industrial Park<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang saya akui merupakan kota jujugan pemodal untuk membangun industri. Tidak heran jika kalian berkesempatan ke Semarang berbagai daerah bakal mudah ditemui kawasan industri. Mulai daerah dataran rendah di wilayah Tugu, Kota Semarang seperti Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Hingga daerah dataran tinggi di wilayah Mijen, Kota Semarang dengan <a href=\"https:\/\/cjip.jatengprov.go.id\/detail-kawasan-industri\/bukit-semarang-baru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BSB Industrial Park<\/a>. Konon, UMR yang rendah di Jawa Tengah membuat kawasan ini jadi surga para investor untuk membangun bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk BSB Industrial Park yang ada di Mijen, Semarang inilah yang memiliki andil besar beberapa insiden lalu lintas di turunan Silayur, Ngaliyan. Sebab, banyak kendaraan tonase besar yang dari segi usia sudah uzur dan karatan tetap memaksakan melintas di jalur ini meski sudah berkali kali kecelakaan terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya pabrik yang membuka usaha di kawasan itu makin bertambah, tapi jalan yang ada di Ngaliyan tetap itu-itu saja. Termasuk turunan Silayur yang nantinya akan tembus di Kampus 3, 2 dan 1 UIN Walisongo, Semarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemangku kebijakan diam tanpa solusi jangka panjang\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau sudah berkali-kali menelan korban, pemangku kebijakan di Kota Semarang ataupun di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/omong-kosong-slow-living-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Tengah<\/a> nyaris tanpa solusi jangka panjang. Turunan Silayur, Ngaliyan tetap dibiarkan sebagai jalur neraka bagi pengendara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada langkap pencegahan atau langkah serius untuk menuntaskan masalah itu. Polanya nyaris sama, setelah insiden terjadi pemerintah memberikan himbauan, kepolisian menetapkan tersangka dan akhirnya jalan kembali dibuka. Soal larangan jam operasional truk melintas hanya simbol saja faktanya truk yang bandel tetap nekat melintasi jalur ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saking template-nya, jika besok insiden serupa terjadi di Silayur Ngaliyan Semaranglagi pemerintah dan kepolisian tetap akan melakukan pola yang sama.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Awalnya\u00a0 mengutuk truk yang melanggar namun tanpa berpikir jangka panjang padahal\u00a0 itu berkaitan dengan nyawa orang. J<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">ika ditelisik lebih dalam, nyawa yang dipertaruhkan juga bukan sembarangan. Mereka rerata pengguna jalan, mulai mahasiswa yang di kuliah oleh keluarga hingga para pekerja pabrik yang jadi tulang punggung keluarga. Pengguna jalan ini nggak tahu apa-apa, namun tiba-tiba mendapat getahnya. Terutama truk yang mengalami rem blong.<\/span><\/p>\n<h2><b>Surga armada tua yang dipaksa mengaspal, sering membuat insiden fatal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semarang memang kota besar, tapi saya heran, aparat kepolisian di sana hanya menindak pengendara motor yang sering melakukan kesalahan-kesalahan dengan dampak kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukannya menyepelekan pelanggaran. Pengalaman saya di sana sering melihat polisi gesit saat melihat pemotor melebihi marka garis saat berhenti di lampu merah langsung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/ngamuk-saat-ditilang-polisi-dan-kecerdasan-emosi-yang-abal-abal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ditilang<\/a>. Namun, anehnya banyak kendaraan truk dengan muatan berlebih dan armada yang nyaris tua dibiarkan mengaspal. Padahal, armada-armada itulah yang selama ini menimbulkan insiden lalu lintas besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya petugas kepolisian, pemangku kebijakan di Semarang juga tampak kompak. Alih-alih menertibkan mereka yang bermasalah, pemerintah malah justru abai untuk menindak dan membiarkan begitu saja kendaraan tonase besar yang tidak sesuai jam operasional itu melintas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba saja saat kalian melintas di turunan Silayur, Ngaliyan di waktu sore saat pekerja pabrik menyemut di jalur ini. Pasti saat kebetulan berpapasan dengan truk ini nyali akan langsung ciut, menepi jadi pilihan yang sempurna dari pada harus mempertaruhkan nyawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya turunan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang butuh perhatian ekstra dari pemangku kebijakan. Apalagi di jalur ini dipastikan akan diserbu oleh banyak Maba yang memilih UIN Walisongo Semarang. Butuh berapa korban lagi agar pemerintah bisa tergerak dan sadar untuk membenahi jalur turunan ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ferika Sandra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGAn<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berkendara-dari-ngaliyan-ke-mranggen-di-siang-hari\/\"><b><i>Berkendara dari Ngaliyan ke Mranggen di Siang Hari Bisa Bikin Kepala Menguap<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Silayur Ngaliyan Semarang jadi momok bagi pengendara karena berbahaya, jalannya curam dan banyak truk tidak tertib bobot muatan. <\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":404845,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[33667,33666,24282,4652],"class_list":["post-404786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-ngaliyan","tag-jalan-ngaliyan-semarang","tag-ngaliyan-semarang","tag-semarang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=404786"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404867,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404786\/revisions\/404867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/404845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=404786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=404786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=404786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}