{"id":40436,"date":"2020-04-27T12:35:22","date_gmt":"2020-04-27T05:35:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=40436"},"modified":"2021-10-24T23:54:07","modified_gmt":"2021-10-24T16:54:07","slug":"no-debat-para-pencari-tuhan-adalah-sinetron-ramadan-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/no-debat-para-pencari-tuhan-adalah-sinetron-ramadan-terbaik\/","title":{"rendered":"Para Pencari Tuhan, Sinetron Ramadan Terbaik Sepanjang Masa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><em>Para Pencari Tuhan adalah sinetron Ramadan terbaik. Dan ini bahkan bukan opini, tapi fakta.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Ramadan nuansanya memang sangat terasa di mana pun kita berada. Meski Ramadan kali ini tidak terlalu terasa karena pandemi corona yang tak kunjung usai, tapi setidaknya masih ada sedikit nuansa yang kita rasakan tipis-tipis di sekitar kita. Orang-orang masih berjualan takjil, dan setidaknya masih ada iklan televisi dan sinetron tema Ramadan tahun ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara tentang sinetron Ramadan, sepertinya pihak televisi selalu menyajikan tayangan khas Ramadan untuk menemani umat Islam di Indonesia sembari menyantap sahur. Hanya di Indonesia, kalau bukan karena Ramadan, ada sinetron yang ditayangkan jam dua dini hari sampai subuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tentu mungkin tahu sinetron macam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan Hati Seorang Istri <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang diperankan sangat baik oleh almarhum Ashraf Sinclair dengan Dewi Sandra, lalu ada sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">3 Semprul<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diperankan oleh Gading Marten, Andhika Pratama, lalu Uus, dan yang terakhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah berjilid-jilid itu karya seorang aktor senior Deddy Mizwar. Serta masih banyak sinetron Ramadan lainnya yang saya malas hapalkan karena saking banyaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa judul sinetron yang sudah saya sebutkan di paragraf atas mungkin pernah atau sering kita tonton di layar kaca. Ada yang memang penuh dengan pesan moral dan pesan-pesan kehidupan serta amaliah tentang puasa, ada yang sekadar isi <\/span><del><span style=\"font-weight: 400;\">sampah<\/span><\/del><span style=\"font-weight: 400;\"> lawakan yang tidak ada pesan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sekian banyak sinetron edisi Ramadan, ada satu sinetron yang menemani saya dari kecil sampai menginjak kepala dua. Sinetron itu adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sudah sangat lama tayang, dari tahun 2007 sejak saya masih duduk di sekolah dasar sampai sekarang saya duduk di bangku kuliah. Sebagai penonton setia, saya bisa katakan: No debat! Para Pencari Tuhan adalah sinetron Ramadan paling bagus!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian semua masih tidak percaya kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sinetron yang paling <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">woke <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan paling bagus dalam khazanah sinetron edisi Ramadan? Baiklah, saya akan berikan alasannya mengapa sinetron yang satu ini tidak ada tandingan dan lawannya. Silahkan simak!<\/span><\/p>\n<h4>Pertama: Istikamah dengan pesan-pesan kebaikan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang merindukan tayangan berkualitas di layar kaca pertelevisian Indonesia, sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini adalah salah satu yang memenuhi ekspektasi saya, dengan tidak memberikan pesan tanpa berlebihan dan masuk ke dalam pikiran. Dibandingkan dengan sinetron bertema azab yang judulnya kadang bikin saya bingung, sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">cukup memberikan pesan lewat perilaku dan karakter dari tiap tokoh yang ada.<\/span><\/p>\n<h4>Kedua: Walaupun berjilid-jilid tapi tidak bertele-tele<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun sinetron ini berjilid-jilid dan setiap Ramadan selalu ada, sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nggak pernah membuat alur cerita yang bertele-tele dan bikin kacau garis besarnya. Tidak seperti sinetron legendaris <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tukang Bakso Naik Pak Haji <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang tokoh utamanya sudah meninggal, tapi jalan ceritanya tetap jalan. Sedangkan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tetap konsisten! Meski ada beberapa pemain yang absen belakangan, tokoh utama yakni Bang Jek tetap ada dan selalu jadi poros utama cerita.<\/span><\/p>\n<h4>Ketiga: Tidak hanya soal agama, PPT juga membahas cinta<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, sinetron tentang cinta itu kadang kelewat drama dan malah fokus ke masalah yang tidak ujung kelar. Masalah harta warisanlah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">perebutan kekuasaan perusahaanlah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">balada restu orang tua kaya yang tidak mau punya menantu miskinlah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sampai yang tidak nyambung seperti si orang tua A doyan jengkol sedangkan yang orang tua B doyan makan petai. Gusti, kenapa harus begitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau di PPT (Para Pencari Tuhan) masalah cinta dibahas dengan demikian apik dan santai, tapi tetap mendalam. Bagaimana cinta dibangun, diperjuangkan lalu bagaimana cara mendekati dengan perlahan. Namun, tetap dibahas dengan perspektif agamis tentunya. Keren, bukan?<\/span><\/p>\n<h4>Keempat: Tidak ada akhir yang menggantung<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berani katakan bahwa sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">meskipun berjilid-jilid dan setiap jilid beda cerita, tapi tidak ada cerita yang menggantung di setiap akhir jilid. Mulai dari konflik masalah, jalan cerita, penyelesaian masalah, dan lain sebagainya sangat apik. Tak salah jika saya mengagumi sinetron ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian dari beberapa alasan yang saya jabarkan kenapa sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Para Pencari Tuhan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sinetron edisi Ramadan terbaik, hingga saya katakan no debat! Pokoknya sinetron inilah yang terbaik. Daripada&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8230;Ku menangis, membayangkan~<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menerka-alasan-alur-cerita-sinetron-di-indonesia-banyak-yang-absurd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd <\/a>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nasrulloh Alif Suherman<\/a>\u00a0lainnya<\/strong>.<\/p>\n<h5><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/h5>\n<h5><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/h5>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para Pencari Tuhan tetap terbaik dan nggak mbulet walau berjilid-jilid!!!<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":40970,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13083],"tags":[6348,53,1134],"class_list":["post-40436","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara-tv","tag-para-pencari-tuhan","tag-ramadan","tag-sinetron"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40436","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40436"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40436\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40436"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40436"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40436"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}