{"id":404079,"date":"2026-05-29T07:18:07","date_gmt":"2026-05-29T00:18:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=404079"},"modified":"2026-05-29T00:18:46","modified_gmt":"2026-05-28T17:18:46","slug":"saya-kelas-menengah-dan-saya-beneran-pengin-kaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-kelas-menengah-dan-saya-beneran-pengin-kaya\/","title":{"rendered":"Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai kelas menengah yang bisa terpeleset kapan saja, saya benar-benar pengin kaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, saya tidak pernah percaya orang yang bilang secara terbuka tidak ingin kaya. Kalau yang dimaksud sekaya para konglo yang hartanya triliunan, oke, saya masih percaya. Tapi tidak ingin punya penghasilan besar, aset banyak, serta dana yang buanyak, saya tidak percaya. Omongan taek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih di masa-masa seperti ini. Rasa-rasanya, tidak punya ketiganya kok rasanya seperti hukuman. Tidak ada rasa aman ketika bangun, diliputi ketakutan menjelang tidur. Menatap minggu depan saja rasanya pesimis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya ketika ada petinggi suatu negara bilang bahwa rakyatnya tidak mengejar jadi kaya, lha aku ki bingung, terus kerjo tibo tangi ngene iki buat apa kalau tidak jadi kaya? Kelas menengah kayak saya ini kalau nggak ngejar kaya, buat apa berjuang keras?<\/span><\/p>\n<h2><b>Kekayaan seperti barang tabu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya benar-benar nggak paham sama konsep bahwa secara terbuka ngomong pengin jadi kaya ini tabu. Kalian yang baca ini mungkin kaget, kok ada yang kayak gitu. Padahal jujur saja, ini kelewat umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara terbuka, saya selalu bilang ke orang tua saya bahwa saya bekerja mengejar uang. Hidup saya tentang uang, uang, dan uang. Berkali-kali saya diperingati untuk tidak seperti itu. Saya tentu heran dengan itu semua, soalnya, saya dan orang tua sama-sama kelas menengah yang bisa miskin kapan saja, harusnya mereka tahu betul apa itu jadi kaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka sudah merasakan bagaimana pusingnya tidak punya uang untuk bayar SPP sekolah saya. Pusing saat token bunyi, dan pusing saat harga-harga naik. Mereka adalah orang yang seharusnya paling mengerti keadaan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, saya mengejar uang itu alasan saya untuk menolak daftar PNS, yang kalian pikir adalah pekerjaan paling aman, padahal untuk perkara penghasilan, tidak sebesar yang kalian duga. Tapi tetap saja, saya merasa tabu perkara ingin jadi kaya ini aneh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin bagi orang-orang seperti orang tua saya, mengejar kekayaan itu menggadaikan etika dan norma. Orang-orang seperti ini dianggap menghalalkan segala cara agar pundi-pundi terisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOra kabeh-kabeh iku perkara duit,\u201d biasanya seperti itu. Tapi, saya pengin nanya ke kalian sesama kelas menengah seperti saya: apa kiranya yang sekarang tidak berhubungan dengan uang?<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/kelas-menengah-diabaikan-negara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Kelas Menengah Dipaksa Terima Nasib Saat Kelas Bawah Dianakemaskan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kelas menengah bisa \u201cmati\u201d kapan saja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian mungkin bosan dengan pernyataan yang sudah saya ulang beberapa kali di tulisan ini. Tapi, nyatanya memang begitu, kelas menengah bisa mati kapan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup satu kali masuk rumah sakit, sudah habis uang saya. Cukup sekali motor saya masuk bengkel, sebagian besar uang saya menghilang. Dan cukup sekali bisnis sampingan saya seret, makan saja mikir dua kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita ini, kelas menengah, nggak punya jaring pengaman sama sekali. Baiklah, menabung memang harus, tapi berapa sih yang bisa kita tabung? Apa cukup jika keadaan menghajar kita terus-terusan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembako kerap naik ugal-ugalan. BBM bisa kapan saja naik gila-gilaan (masih ingat pertamax naik macam setan?). Biaya masuk sekolah anak beneran nggak masuk akal. Dolar naik umpak-umpakan, yang artinya, akan bikin banyak barang naik sama umpak-umpakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dihajar dari segala sisi, gimana nggak gila?<\/span><\/p>\n<h2><b>Bisnis sampingan pun lesu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memang punya bisnis sampingan, tapi lesu. Keluhan ini tak milik saya saja, tapi ribuan orang di luar sana juga berbagi rasa yang sama. Hal yang kerap jadi safety net, kini malah jadi liability yang merongrong pelan-pelan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya saya tidak mau menyalahkan konsumen. Sekarang, siapa yang berani mengeluarkan uang jika keadaan tak kunjung menunjukkan tanda-tanda aman? Siapa yang mau, katakanlah, keluar uang lumayan besar untuk pengembangan diri? Makan saja belum tentu bisa bergizi, kok mikir aktualisasi diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas menengah seperti saya, akhirnya harus menyadari, naik kelas ke kelas atas itu jauh lebih tidak masuk akal ketimbang hujan emas <a href=\"https:\/\/money.kompas.com\/read\/2022\/02\/06\/204403026\/apa-itu-emas-antam-dan-bagaimana-cara-membelinya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ANTAM<\/a> batangan. Tidak jatuh miskin saja sudah ajaib di masa seperti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya jadi seperti ini: siapa yang pemimpin itu maksud? Siapa orang yang tidak ingin kaya di masa-masa seperti ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BPKB motor saya pun terpaksa saya \u201csekolahkan\u201d agar jadi \u201cpintar\u201d. Cincin nikah pun sudah saya jual untuk biaya hidup. Oke, cincin ini memang tak mau lagi saya pakai, tapi tetap saja, uang tersebut membantu keluarga saya ngebul dan bisa makan enak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang yang sama-sama kelas menengah seperti saya pun melakukan hal yang sama. Cuma beda barang saja yang dijual, tujuannya tetap sama: memastikan tidak goyah dan terjerembab pada kesengsaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya melihat dolar hari ini, dalam hati saya menggerutu, sebenarnya, siapa yang nggak pengin kaya?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Rizky Prasetya<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/tajuk\/kelas-menengah-ke-bawah-harus-mawas-diri-soal-gaya-hidup-dan-standar-sosial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai kelas menengah yang bisa terpeleset kapan saja, saya benar-benar pengin kaya. Kalau nggak kaya, terus apa tujuan hidupnya?<\/p>\n","protected":false},"author":777,"featured_media":404080,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[33589,33588,4311,6485],"class_list":["post-404079","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-dolar-hari-ini","tag-harga-sembako-hari-ini","tag-kelas-menengah","tag-pertamax"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=404079"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404081,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404079\/revisions\/404081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/404080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=404079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=404079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=404079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}