{"id":404046,"date":"2026-05-29T11:01:05","date_gmt":"2026-05-29T04:01:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=404046"},"modified":"2026-05-29T11:01:05","modified_gmt":"2026-05-29T04:01:05","slug":"pengalaman-saya-menemani-anak-3-tahun-untuk-sunat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-menemani-anak-3-tahun-untuk-sunat\/","title":{"rendered":"Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak pertama saya genap berusia 3 tahun. Usia yang masih polos, masih suka ngelindur kalau malam dan belum paham bedanya sunat dengan suntuk. Nah, di usia sedini itu, dia harus sunat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, suratan takdir berkata lain. Sepuluh hari sebelum ultahnya yang ke-3, dia lebih sering demam. Kalau kata orang tua saya, anak demam itu wajar, yang penting jangan sering-sering berenang dan hujan-hujanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah jawaban yang tentu saja selalu mengandung mitos yang tidak masuk akal. Sebagai ayah milenial, mana mau saya percaya hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sunat-zaman-belanda-dituturkan-oleh-keturunan-tukang-sunat-legendaris-di-yogyakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sunat Zaman Belanda: Dituturkan oleh Keturunan Tukang Sunat Legendaris di Yogyakarta<\/a><\/p>\n<h2><b>Anak sunat karena vonis dokter<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, dokter spesialis anak menjatuhkan vonis untuk anak saya. Katanya, anak saya menderita fimosis. <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/fimosis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fimosis<\/a> itu kondisi di mana kulit ujung penis anak laki-laki keukeuh nempel kayak sticker, nggak mau ditarik ke belakang padahal udah umur 3 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, kalau kencing, bisa bikin pancaran airnya nggak jelas kayak selang rusak. Plus, kalau dibiarin, bisa rawan infeksi karena kotoran numpuk di dalam. Makanya, nggak heran anak pertama saya sering demam karena infeksi. Tanpa cas cis cus, dokter langsung nyaranin sunat biar bersih dan nggak jadi masalah di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya terdiam. Bukan karena fimosis. Tapi, karena anak sunat itu situasi yang mudah untuk menjelaskan kepada anak kecil yang menghitung 1 sampai 10 masih sering kebalik-balik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Anak sunat 3 tahun, mana ngerti!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba bayangkan. Anak seusia itu kosakatanya sebatas &#8220;mobil-mobilan&#8221;, &#8220;susu&#8221;, atau &#8220;papi jangan pergi&#8221;. Saya coba jelasin dengan bahasa medis: &#8220;Nak, nanti ada dokter yang mau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suara-hati-bocil-yang-resah-ditanya-kapan-sunat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memperbaiki bentuk penis kamu<\/a>.&#8221; Matanya malah melongo. Mungkin dia mikir, penisnya kenapa? Patah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi untungnya, masih mudah merayu anak seusia ini. Saya tinggal membujuk dan membesarkan mimpinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap saya bilang &#8220;Nanti habis sunat kamu dapat mainan&#8221;, dia langsung senyum. Bahkan, dia tanya, &#8220;Mainan apa, Pi?&#8221; Saya jawab, &#8220;Bisa milih sendiri.&#8221; Matanya langsung berbinar, seolah-olah sunat itu adalah jalan pintas ke surganya mainan. Dia belum tahu, kalau surganya itu sedikit pedih.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dokter ramah dan es krim penakluk trauma<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sadar, saya tidak bisa membawa anak saya ke tempat sunat biasa. Apalagi yang pakai pisau dan jarum suntik tebal. Akhirnya, saya mencari tempat yang proper. Baca-baca, cari yang mahal biar nyaman aja. Expensive is always better, begitu kata hati saya yang paranoid.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai di tempat konsultasi, ternyata benar. Dokter anaknya ramah banget. Sampai-sampai saya curiga beliau ini aktor atau memang sebaik itu?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah periksa, beliau kasih es krim ke anak saya. Sambil bilang, &#8220;Nanti kalau kamu sunat, kamu dapat es krim lagi, ya.&#8221; Anak saya manggut-manggut. Senyum. Dia malah tanya, &#8220;Kapan sunat lagi, Pi?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, saya geleng-geleng kepala. Dokter ini lebih jago promosi daripada saya yang setiap hari jualan kopi di Instagram.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ketakutan bapak milenial yang masih bawa trauma kelas 4 SD<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jujur, saya yang deg-degan, bukan anak saya. Saya ingat betul, waktu sunat di kelas 4 SD dulu. Saya masih ingat aroma antiseptik, suara gunting tindik, dan rasa sakit yang bikin saya nangis sejadi-jadinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saya masih ingat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sunat-dan-kebohongan-orang-tua-yang-sebaiknya-diakhiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nama mantri<\/a> yang dulu menyunat saya. Maklum orang tua zaman dulu mah taunya mantri kalau ahli sunat. Tapi pas saya gede, saya taunya orang tua saya emang cari yang hemat aja kalau yang nyunat bukan dokter hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, anak saya sekarang baru 3 tahun. Jadi, saya tidak bisa membandingkan dengan saya yang dahulu kelas 4 SD. Secara pemikiran dan logika, anak 3 tahun tentu belum terjamah kisah-kisah seram tentang sunat yang beredar di lingkungan anak SD. Tapi bukan berarti anak 3 tahun tidak bisa trauma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebulan yang lalu, anak saya belajar main sepeda, kemudian terjatuh aja, udah jadi core memory buat dia menunda belajar sepeda lagi. Apalagi sunat???<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan berat hati, saya putuskan: saya harus lebih tenang. Jangan sampai anak saya menangis hanya karena melihat saya gelisah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips terbaik selain menjanjikan mainan: Rileks di taman dan kandang rusa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar suasana hati kami berdua stabil, saya buat program. Namanya \u201c3 hari sebelum sunat\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kami keluar. Bisa jalan-jalan ke taman, main ayunan, lari-lari kecil. Hari berikutnya ke kandang rusa. Saya bilang ke anak, &#8220;Nanti lihat rusa, rusa juga pernah sunat lho.&#8221; Anak saya bertanya, &#8220;Rusa pakai celana batok?&#8221;. Saya cuma bisa tertawa kecil karena celana batok adalah model celana kekinian yang saya jelaskan ke anak untuk dipakai setelah sunat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, udara segar itu mujarab. Anak saya jadi lebih tenang. Dia malah asyik kasih makan rusa pakai wortel. Saya ikut tenang, meskipun dalam hati masih ada gemuruh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma bisa pasrah sambil bilang: &#8220;Ya Allah, lindungi anak saya dari rasa sakit. Kalau bisa, sakitnya pindah ke saya saja.&#8221; Aaahhh itu dia doa bapak pejuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi Tuhan pasti lebih tahu. Saya juga sadar, sunat di usia 3 tahun itu tidak masuk akal. Tapi kadang, hidup memang tidak harus masuk akal. Kadang, kita hanya perlu percaya pada dokter yang baik, uang yang banyak buat beli mainan, es krim, dan rusa yang juga pasti kuat.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/kesehatan\/juru-supit-bogem-berbagi-cerita-seni-menyunat-ada-musim-orang-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Juru Supit Bogem Berbagi Cerita Seni Menyunat, Ada Musim Orang Dewasa<\/a><\/p>\n<h2><b>Penutup: Trauma lolos setelah sunat, mainan bertambah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari sunat tiba. Alhamdulillah, anak saya hanya nangis sebentar. Begitu dikasih stiker dan mobil-mobilan baru, dia lupa kalau baru saja ada sayatan di daerah terlarang. Saya sendiri? Saya masih deg-degan, tapi lega.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya pelajari. Menjadi bapak millenial itu tidak perlu sok kuat. Cukup jujur, bawa anak ke kandang rusa, dan siapkan dana lebih untuk beli mainan dan es krim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak kecil itu tidak butuh logika. Mereka butuh rasa aman. Dan kadang, rasa aman itu dimulai dari es krim dan mobil-mobilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Mochammad Wahyu Ghani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sunat-dan-kebohongan-orang-tua-yang-sebaiknya-diakhiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sunat dan Kebohongan Orang Tua yang Sebaiknya Diakhiri Supaya Tidak Melahirkan Trauma yang Awet<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah membaca artikel ini, kamu akan paham kegelisahan, kecemasan, dan cara menenangkan anak 3 tahun yang akan sunat.<\/p>\n","protected":false},"author":807,"featured_media":404109,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[33593,33597,33596,33598,33595,33592,2123,33594],"class_list":["post-404046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-anak-sunat","tag-apa-itu-fimosis","tag-fimosis","tag-fimosis-adalah","tag-kenapa-harus-sunat","tag-kitan","tag-sunat","tag-usia-sunat"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/807"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=404046"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404113,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404046\/revisions\/404113"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/404109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=404046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=404046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=404046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}