{"id":404004,"date":"2026-05-28T09:32:13","date_gmt":"2026-05-28T02:32:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=404004"},"modified":"2026-05-28T09:32:13","modified_gmt":"2026-05-28T02:32:13","slug":"bersyukur-tidak-lolos-tes-cpns-setelah-difitnah-pakai-ordal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bersyukur-tidak-lolos-tes-cpns-setelah-difitnah-pakai-ordal\/","title":{"rendered":"Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak pernah membayangkan kalau dulu sempat ikut tes CPNS selepas lulus SMA. Saya sendiri ikut karena banyak orang tua di lingkungan saya yakin kalau anak itu sukses kalau menyandang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-semua-anak-pns-hidup-bergelimang-harta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">status PNS<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, bagi banyak orang tua di lingkungan saya, PNS adalah pekerjaan paling aman, gajinya tetap, masa depan jelas, dan hari tua terjamin. Saudara saya yang sudah jadi PNS pun berkali-kali meyakinkan saya untuk mengikuti jejaknya.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/penyesalan-daftar-seleksi-cpns-di-formasi-sepi-peminat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi<\/a><\/p>\n<h2><b>Tes CPNS yang bikin saya menderita<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk menunda keinginan untuk kuliah. Alasannya simpel, karena saat itu saya merasa belum mampu dari segi biaya. Pada akhirnya, saya memilih untuk bekerja. Suka duka selama mencari pekerjaan pernah saya alami, bahkan hingga merasa putus asa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah keputusasaan, saudara saya memberi tahu tentang pembukaan pendaftaran CPNS. Kabar tersebut memberikan secercah harapan dan mengembalikan semangat saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, begitu tahu saya ikut daftar tes CPNS, beberapa teman malah berubah sikap. Ada yang bercanda sinis. Ada juga yang nuduh saya pasti punya orang dalam atau biasa disebut \u201cordal\u201d. Seolah-olah orang biasa nggak mungkin bisa lolos tes CPNS tanpa bantuan orang dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya berusaha untuk tidak peduli dan nekat mendaftar CPNS hingga lolos seleksi administrasi. Tetapi, saat hendak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes SKD, saya malah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tetap memaksakan diri untuk mengikuti tes tersebut. Alhasil, nilai tidak sesuai dengan harapan dan saya gugur karena nilai saya lebih rendah dari peserta lain. Saya terpaksa menerima kenyataan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya kecewa dan sering ngedumel. Tapi, tiga tahun setelahnya saya bersyukur. Dari situ, saya belajar kalau penolakan tidak selamanya buruk. Ada beberapa alasan kenapa saya merasa bersyukur gagal lolos tes CPNS.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Birokrasinya \u201cnjelimet\u201d bikin saya bersyukur nggak lolos tes CPNS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dulu mikir kalau jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tuntutan-sosial-pns-di-desa-tinggi-dikira-mapan-dan-serba-bisa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PNS<\/a> itu mudah. Karier aman, gaji tetap, masa depan cerah, dan hari tua tenang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai akhirnya saya berubah pikiran ketika mendengar cerita saudara saya yang sudah jadi PNS. Katan dia, banyak sekali aturan yang membuat dirinya jadi lebih berhati-hati dalam bekerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumitnya aturan birokrasi, tekanan pemeriksaan, dan persoalan jam kerja bisa menyeret seseorang ke meja sidang. Makanya, saya jadi sadar bahwa pekerjaan yang terlihat aman, tetap menyimpan ketakutan yang tak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang yang saya kenal juga membenarkan rasa syukur saya nggak lolos CPNS. Kata mereka, karier PNS nggak cocok untuk orang yang terbiasa dengan lingkungan kerja yang dinamis dan berorientasi pada target.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa penyebab lambatnya birokrasi di pemerintahan. Prosedur berjenjang yang butuh persetujuan banyak meja, ketakutan mengambil risiko karena takut menyalahi prosedur, dan pembagian tugas yang sangat spesifik membuat pegawai tidak mau membantu pekerjaan di luar porsi mereka.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Permainan politik kantor, nggak cocok untuk orang yang lurus-lurus aja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini alasan kedua karier PNS nggak cocok buat orang yang niatnya cuma kerja, pulang, lalu nunggu gajian kayak saya. Memang, permainan seperti ini nggak cuma ada di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pegawai_negeri_sipil\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lingkungan PNS<\/a>. Di tempat kerja lain pun pasti ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di birokrasi, hal-hal seperti ini kadang terasa lebih rumit dan melelahkan. Apalagi buat orang yang nggak suka cari muka atau ikut arus politik kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari cerita saudara, saya mulai menyadari kerja di birokrasi juga berhadapan dengan situasi yang tidak selalu nyaman secara moral. Ada momen ketika seseorang memilih ikut arus atau tetap memegang prinsipnya. Makanya, nggak lolos CPNS malah saya syukuri.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Saat memilih berubah, Saya jadi tahu, ada yang diam-dam nggak suka sama saya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin terdengar lucu, tapi karena alasan ini saya justru bersyukur pernah ikut seleksi CPNS meskipun gagal. Nggak cuma jadi tahu alur dan deg-degannya sampai susah tidur selama seleksi. Saya jadi tahu dinamika pertemanan ketika memutuskan untuk berubah ke arah yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu, ketika teman dekat saya mengetahui bahwa saya hendak daftar CPNS. Respon dia terdengar biasa saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi anehnya, saat di chat grup, dia mempermalukan saya. Dia menuduh saya mendaftar CPNS pakai orang dalam. Menurutnya, CPNS itu hanya untuk lulusan S1 atau jenjang yang lebih tinggi. Padahal, ada beberapa posisi yang memang menerima lulusan SMA.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan ada yang bercanda kalau suatu hari semisal saya menjadi PNS, saya akan korupsi. Walaupun awalnya merasa kesal, tapi terkadang saya maklum ketidaktahuan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka menganggap lulusan SMA haram hukumnya daftar CPNS. Saya jadi sadar, ketika saya memutuskan untuk berubah, ada beberapa orang yang tidak suka dengan perubahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/cerita-orang-yang-dicap-gagal-malah-berhasil-lolos-seleksi-cpns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dulu Kerap Dihina, Ditolak Kampus Top hingga Nyaris DO dan Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos Seleksi CPNS<\/a><\/p>\n<h2><b>#4 Gagal tes CPNS malah bikin saya lebih menikmati masa muda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan gagal CPNS, saya jadi punya kesempatan untuk menjelajahi, menikmati, dan membangun pengalaman seperti anak muda pada umumnya. Mulai dari ikut organisasi, magang, sampai part time sambil kuliah. Saya justru lebih menikmati proses itu untuk berkembang dan membangun pengalaman hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, jalur hidup yang berbeda membuat saya lebih bisa memahami diri sendiri. Selain itu, mata saya jadi terbuka. Bahwa lingkungan yang memaksa \u201caman\u201d belum tentu memahami diri saya sepenuhnya. Kegagalan itu menyelamatkan saya dari hidup yang sebenarnya tidak saya inginkan sepenuh hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Sonya Mawardani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-keburu-jatuh-cinta-sama-pns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jangan Keburu Jatuh Cinta sama PNS, Dunianya Tidak Semudah dan Semulus yang Kalian Kira<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gagal lolos tes CPNS malah membuat saya bersyukur. Apalagi setelah difitnah teman sendiri kalau saya tes pasti pakai ordal. Suram sekali.<\/p>\n","protected":false},"author":3258,"featured_media":404024,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[4140,23959,33585,2420,33586,4536],"class_list":["post-404004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-cpns","tag-lulusan-sma","tag-ordal-cpns","tag-pns","tag-syarat-tes-cpns","tag-tes-cpns"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3258"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=404004"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404004\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404025,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/404004\/revisions\/404025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/404024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=404004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=404004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=404004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}