{"id":403945,"date":"2026-05-27T11:03:23","date_gmt":"2026-05-27T04:03:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403945"},"modified":"2026-05-27T11:03:23","modified_gmt":"2026-05-27T04:03:23","slug":"kampus-di-madura-bisa-jadi-plan-b-setelah-universitas-trunojoyo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kampus-di-madura-bisa-jadi-plan-b-setelah-universitas-trunojoyo\/","title":{"rendered":"Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B"},"content":{"rendered":"<p><em>Siswa-siswi Madura jangan minder ditolak Universitas Trunojoyo Madura, masih ada kampus lain.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senin kemarin, pejuang PTN akhirnya mengakhiri rasa jedag-jedugnya karena menanti pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Yang mendapat \u201cselamat\u201d merasa lega, yang mendapat \u201csemangat\u2019 mungkin akan merana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga juga dirasakan oleh siswa-siswi di Madura. Universitas Trunojoyo sebagai universitas negeri satu-satunya di Madura, menjadi harapan banyak siswa di Pulau Garam ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, tidak semua harapan bisa terkabul. Kadang ada yang perlu diundur, ada pula yang ternyata diberikan yang lebih baik. Intinya, sebagai pejuang kita tak boleh boleh putus harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi kalian yang ditolak Universitas Trunojoyo, tidak perlu bersedih. Universitas Trunojoyo bukan segalanya. Banyak kampus lain yang juga bisa kalian pilih seperti di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-terbuka-untuk-kampus-yang-tambah-gedung-tapi-parkiran-sempit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Baca juga Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?<\/em><\/a><\/p>\n<h2><b>#1 Universitas Wiraraja, kampus yang kecil-kecil cabe rawit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuliah di Madura nggak harus di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-bukan-tempat-yang-cocok-untuk-kuliah\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Bangkalan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> saja. Hanya karena di Bangkalan ada universitas negeri, maka tidak berarti memilih kabupaten ini untuk kuliah adalah pilihan tepat. Mari saya antar kalian ke ujung timur Pulau Garam ini, yakni Kabupaten Sumenep. Di sini ada kampus yang kualitasnya tak kalah keren dengan Universitas Trunojoyo, yakni<\/span><a href=\"https:\/\/wiraraja.ac.id\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Wiraraja<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi kampus ini benar-benar berada di ujung timur, ya hanya butuh 19 menit untuk sampai di pantai lepas Pulau Madura. Enak kan, kalau pusing sama tugas bisa healing sampai puas!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tapi yang utama, mengapa saya bilang Universitas Wiraraja tak kalah keren dari Universitas Trunojoyo, sebab publikasi kampus ini sangat berpengaruh. Di Madura, skor SINTA-nya berada di posisi kedua, yakni 30.366 3Yr score. Tepat di bawah Universitas Trunojoyo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika skor sinta Universitas Trunojoyo tinggi, ya maklum sebab mahasiswa dan dosennya banyak. Nah, sekelas Universitas Wiraraja bisa mencapai skor segitu bukan hal biasa, tapi sangat luar biasa!<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Universitas Annuqayah, kampus swasta dengan prodi terbanyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, dari Universitas Wiraraja mari kita ke barat sedikit. Di Kecamatan Guluk-Guluk Sumenep, ada universitas swasta yang punya prodi paling banyak di Madura, yakni<\/span><a href=\"https:\/\/pps.ua.ac.id\/page\/4\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Annuqayah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Kampus ini punya 23 prodi, dengan rincian 21 prodi S1 dan 2 prodi pascasarjana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, prodi-prodi di Universitas Annuqayah juga terbilang unik. Maksud saya, tidak ada kampus lain di Madura yang punya prodi seperti yang ada di Universitas Annuqayah. Misalnya, S1 Biologi, S1 Kimia, S1 Sains Lingkungan, S1 Sastra Indonesia, hingga S1 Kecerdasan Buatan. Keren-keren kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, jangankan kampus swasta lain di Madura, Universitas Trunojoyo yang negeri saja juga nggak punya tuh.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fotografer-wisuda-dilema-jaga-pertemanan-dan-harga-teman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Fotografer Wisuda Selalu Dilema antara Jaga Pertemanan atau Harga Teman.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>#3 Universitas Madura, universitas tertua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang mengira bahwa Universitas Trunojoyo adalah universitas tertua di Madura. Padahal, sebelum Universitas Trunojoyo berdiri, di bagian timur Madura sudah berdiri<\/span><a href=\"https:\/\/unira.ac.id\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Madura<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">(UNIRA) yang mulanya disingkat UNMAD. Lebih tepatnya, UNIRA berdiri pada 1978, tiga tahun sebelum Universitas Bangkalan sebagai cikal bakal Universitas Trunojoyo berdiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berbeda dengan dua kampus sebelumnya, Universitas Madura berada<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-pamekasan-daerah-paling-maju-di-madura\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Kabupaten Pamekasan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, kabupaten paling urban di Pulau Garam. Dengan berkuliah disini, saya yakin peluang dan kesempatan belajar kalian akan lebih terbuka lebar. Sebab, dibandingkan di Universitas Trunojoyo yang ada di Bangkalan, Pamekasan agaknya lebih terbangun. Misal saja, untuk cari toko buku, tak sulit kalian temukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, Pamekasan dan tetangganya Sumenep, itu the real pusatnya sastrawan Madura sepertinya. Mulai dari Muna Masyari, D. Zawawi Imron, hingga pelopor pemakaian bahasa Indonesia di negara ini, ya dari Madura bagian timur, yakni Moh. Tabrani. GG kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, cukup sekian rekomendasi kampus di Madura dari saya. Jadi, bagi siswa yang ada di Pulau Garam berhentilah menganggap Universitas Trunojoyo itu adalah segalanya ya. Universitas Trunojoyo itu mentereng cuma karena statusnya negeri saja, masalah pengaruh di Madura biar fakta yang menjawabnya. Hehehe!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-madura-yang-serius-kuliah-di-surabaya-itu-menderita\/\"><i>Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes.<\/i><\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditolak Universitas Trunojoyo Madura bukan akhir dari segalanya, masih ada kampus lain yang tidak kalah keren dan bisa jadi plan B. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":403954,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[30533,5020,28522,26418,22892,6032],"class_list":["post-403945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kampus-madura","tag-madura","tag-universitas-madura","tag-universitas-trunojoyo","tag-universitas-trunojoyo-madura","tag-utm"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403945"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403945\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403959,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403945\/revisions\/403959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}