{"id":403927,"date":"2026-05-28T18:16:15","date_gmt":"2026-05-28T11:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403927"},"modified":"2026-05-28T18:16:15","modified_gmt":"2026-05-28T11:16:15","slug":"warlok-cepu-kaget-orang-malang-ngomong-kebolak-balik-kasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warlok-cepu-kaget-orang-malang-ngomong-kebolak-balik-kasar\/","title":{"rendered":"Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan \u201cKasar\u201d"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya orang Cepu, Jawa Tengah yang menikah dengan orang Malang, Jawa Timur. Sebelum diboyong suami ke sana, saya sama sekali tidak khawatir soal perbedaan budaya antara Cepu dan Malang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikir saya, Cepu dan Malang sama-sama di Pulau Jawa, masih menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/12-istilah-hujan-yang-terdengar-aneh-dalam-bahasa-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bahasa Jawa<\/a>, kebiasaan orang-orangnya pun tak jauh beda. Pasti saya bisa dengan mudah menyesuaikan di sana. Salah besar, saya menemui beberapa perbedaan yang cukup mengagetkan di Paris of East Java ini. Berikut beberapa di antaranya:<\/span><\/p>\n<p><em>Baca juga<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kota-malang-bikin-kangen-gara-gara-um-dan-jalan-ijen\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u00a0Kota Malang Gampang Bikin Kangen Gara-gara UM dan Jalan Ijen.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>#1 Pengantin di Malang dipajang di pelaminan hingga larut malam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Momen saya pindah ke Malang, adalah seminggu setelah pernikahan saya di Jawa Tengah. Umumnya di daerah saya di Cepu, Jawa Tengah, resepsi berlangsung dari pagi\/siang sampai sore.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya tidak sampai maghrib, pengantin sudah turun pelaminan walau tamu tetap berdatangan hingga malam atau bahkan beberapa hari setelahnya. Hal yang berbeda saya temui di Malang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rupanya, di Malang, resepsi berlangsung dari pagi hingga malam dengan pengantin tetap sedia di pelaminan hingga larut malam, antara pukul 9-10 malam. Saya teringat, inilah momen culture shock pertama yang saya alami.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Perbedaan dialek dan beberapa kosakata<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian kira semua bahasa Jawa itu sama? Cobalah Anda bergaul dan ngobrol cukup panjang dengan orang-orang dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kebiasaan-warga-solo-yang-awalnya-saya-kira-aneh-tapi-lama-lama-saya-ikuti-juga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Solo<\/a> dan Malang. Cukup setengah jam saja, kalian akan menyadari kalau dialek antara Solo-Malang ini cukup signifikan bedanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh sederhananya, orang Malang menyebut \u201csepeda motor\u201d dengan sebutan \u201csepeda\u201d. Sedangkan sepeda kayuh, di sini disebut dengan \u201csepeda pancal\u201d. Jadi, kalau orang Solo bingung mendengar saudara di Malang masuk rumah sakit hanya karena ditabrak \u201csepeda\u201d, sekarang sudah paham?<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Bahasa walikan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari warlok Malang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa Walikan sudah dikenal menjadi ciri khas warga Malang. Misal, untuk mengatakan \u201cbiasa\u201d mereka memakai \u201casaib\u201d, \u201csekali\u201d jadi \u201cilakes\u201d, dan \u201cbudhal\u201d jadi \u201cladub\u201d. Saya tahu konsepnya, tapi cukup makan waktu bagi saya untuk membiasakannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pengalaman lucu soal penggunaan bahasa walikan di Malang. Suatu hari, saya mengunjungi sebuah kafe, di salah satu areanya, ada bangunan dengan tulisan \u201cOmah Helo-helo\u201d. Dengan polosnya, saya kira bangunan ini adalah pusat informasi. Belakangan, saya baru sadar bahwa bangunan itu adalah toko oleh-oleh. Alamak!<\/span><\/p>\n<p>Baca juga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cepu-blora-masuk-jawa-tengah-tapi-lebih-dekat-dengan-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cepu Blora Adalah Daerah Serba Tanggung: Masuk Jawa Tengah, tapi Lebih Dekat dengan Jawa Timur.<\/a><\/p>\n<h2><b>#3 Perbedaan nada bicara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang Jawa Tengah yang tinggal di sisi utara atau Pantura, saya merasa gaya bicara saya cukup kasar. Namun, setelah pindah ke Malang, ternyata gaya bicara saya nggak ada apa-apanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tergolong lembut dibandingkan orang Malang. Orang-orang sekitar saya bicara dengan nada seolah mereka sedang debat politik. Satunya Anak Gemoy satunya Anak Abah. Kebayang, kan, tensinya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, seperti itulah kira-kira nada bicara orang Malang sehari-hari. Mungkin daerah ini semacam Medan cabang Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Nasi ayam, mendhol, dan nasi jagung yang tak ada dalam bayangan orang Cepu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jawa Tengah, nasi ayam adalah nasi dengan lauk ayam. Di Malang berbeda, nasi ayam adalah nasi yang disiram kuah kental dengan potongan ayam dan sawi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekagetan serupa juga terjadi pada mendol. Seumur hidup, saya tidak pernah tahu apa itu mendol. Rupanya, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Mendol\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mendol<\/a> adalah lauk dari kedelai yang dihaluskan. Sampai sekarang, saya tidak doyan karena seumur hidup hanya akrab dengan tempe.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal lain yang cukup membuat kaget adalah nasi jagung! Nasi Jagung di kampung saya, teksturnya sangat halus dan berwarna putih. Sedangkan nasi jagung di Malang berwarna kuning dan bentuknya mirip dengan nasi beras. Sungguh membingungkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman ada yang pindah ke Malang dan merasakan kekagetan serupa? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Culture shock di atas memang nggak begitu menyulitkan saya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataan ini menyadarkan saya bahwa betapa beragamnya masyarakat kita. Walau sama-sama di Jawa, ada banyak sekali kebiasaan yang berbeda dan bisa bikin kaget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nur Indah Wuriani<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cepu-blora-masuk-jawa-tengah-tapi-lebih-dekat-dengan-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Cepu Blora Adalah Daerah Serba Tanggung: Masuk Jawa Tengah, tapi Lebih Dekat dengan Jawa Timur<\/em><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Walau sama-sama di Jawa dan pakai Bahasa Jawa, pindah dari Cepu ke Malang ternyata cukup bikin culture shock. <\/p>\n","protected":false},"author":3264,"featured_media":403986,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[12888,985],"class_list":["post-403927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cepu","tag-malang"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403927"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404060,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403927\/revisions\/404060"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}