{"id":403795,"date":"2026-05-26T12:09:21","date_gmt":"2026-05-26T05:09:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403795"},"modified":"2026-05-26T12:09:21","modified_gmt":"2026-05-26T05:09:21","slug":"bandungan-semarang-daerah-potensial-yang-dibayangi-prostitusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bandungan-semarang-daerah-potensial-yang-dibayangi-prostitusi\/","title":{"rendered":"Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi\u00a0Lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandungan Semarang tengah naik daun. Bagaimana tidak, pengembangan wisata di sana sedang digencarkan. Lebih dari itu, kecamatan yang terletak 16 km dari ibukota Kabupaten Semarang, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-ungaran-mengaku-asli-semarang-karena-malu-nggak-ada-yang-bisa-dibanggakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ungaran<\/a>, ini memang indah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang belum pernah ke Bandungan sini saya beri sedikit gambaran. Bandungan terletak di lereng Gunung Ungaran. Sejak zaman kolonial kawasan ini memang sudah terkenal sebagai objek wisata pegunungan bagi warga dari kota-kota sekitarnya. Tidak heran kalau di Bandungan terdapat banyak losmen, hotel, hongga villa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, stigma yang melekat pada daerah ini begitu kuat. Jadi, mau Bandungan berkembang bagaimana pun, citra yang melekat pada kawasan ini masih saja negatif. Sejak dahulu hingga detik ini masih banyak yang menganggap Bandungan Semarang sekadar \u201ctempat begituan\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit dimungkiri, prostitusi memang sudah jadi bagian atau sejarah Bandungan. Homestay atau hotel-hotel kecil di pinggir jalan adalah saksinya. Akan tetapi, Bandungan sebenarnya lebih dari itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya justru \u201ctempat begituan\u201d yang lebih melekat di benak pendatang dan wisatawan. Ujung-ujungnya, bercandaan yang menyerempet tempat ini bermunculan. Misal, pertanyaan bercanda \u201ctempat yang paling rame di mana ya?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas kalimat itu terdengar biasa saja. Namun, pertanyaan itu bisa diterima berbeda oleh warlok Bandungan. Bagaimana tidak, mereka sudah terlalu sering mendengarnya. Sekali atau dua kali sih nggak apa-apa ya, tapi kalau mendengarnya berulang kali, warlok muak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasinya mirip dengan orang mampir Jogja, pertama kali menginjakan kaki di Tugu lalu berkelakar soal tempat<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pelacuran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> prostitusi<\/a> Pasar Kembang atau Sarkem. Sekali dua kali mendengarnya mungkin masih lucu. Namun, kalau sudah berkali-kali ya kesal juga. Seolah-olah daerah tempat tinggal mereka cuma tempat esek-esek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasib-peterongan-semarang-pusat-cuan-yang-terancam-jadi-kawasan-kumuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>Wisatawan Bandungan Semarang yang nggak peka itu bikin kesal\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal lain yang bikin warlok emosi yakni wisatawan atau pendatang yang nggak peka. Asal tahu saja, pemandangan berupa perkebunan sayur dan bunga menghiasi jalanan-jalan di Bandungan. Wisatawan yang peka pasti akan menikmati pemandangan itu dengan penuh etika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tidak semua wisatawan ternyata bisa mikir dan peka. Tidak sedikit dari mereka kemudian foto-foto di tengah kebun hingga merusak sayur maupun bunga. Padahal, sayur dan bunga tersebut adalah sumber penghasilan bagi petani yang menanam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal lain yang bikin kesal adalah pendatang atau wisatawan yang suka pegang-pegang barang dagangan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/magelang-nggak-pantas-menyandang-status-kota-sejuta-bunga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pasar bunga<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Bandungan Semarang itu terkenal akan pasar bunganya. Setiap pagi selalu ada bunga fresh yang dijual di sana. Ada banyak sekali jenis bunganya dan cantik-cantik. Saking senangnya, kadang wisatawan terlalu lama memilihnya bahkan sampai dipegang-pegang dan bikin layu. Ini adalah hal yang bikin penjualnya geram.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandungan Semarang memang punya daya tarik yang luar biasa sebagai kawasan wisata. Tentu sebagai tempat dengan potensi besar dengan arah pengembangan ke wisata, kelakuan-kelakuan aneh wisatawan sulit terhindarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, alangkah lebih baik kalau wisatawan atau pendatang lebih peka, sementara warlok atau pengelola daerah setempat juga lebih aktif menyuarakan keinginan atau kehendak mereka dengan tak lelah-lelahnya memberikan edukasi ke pendatang dan wisatawan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semarang-kota-yang-nanggung-dan-membosankan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu Pengin Segera Kabur dari Semarang, Kota yang Nanggung dan Membosankan, kini Selalu Kangen Setelah Kerja di Jakarta<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih banyak orang mengenal Bandungan Semarang sebagai tempat prostitusi, padahal kecamatan di lereng gunung itu punya potensi wisata lain. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":403869,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[18074,23187,16629,33577,11035,4652,33578],"class_list":["post-403795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bandungan","tag-bandungan-semarang","tag-kabupaten-semarang","tag-kecamatan-bandungan","tag-prostitusi","tag-semarang","tag-wisata-bandungan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403795"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403870,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403795\/revisions\/403870"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}