{"id":403460,"date":"2026-05-23T12:17:40","date_gmt":"2026-05-23T05:17:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403460"},"modified":"2026-05-23T12:17:40","modified_gmt":"2026-05-23T05:17:40","slug":"kalau-mau-anak-pintar-cukup-ikut-bimbel-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-mau-anak-pintar-cukup-ikut-bimbel-saja\/","title":{"rendered":"Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua yang punya anak yang masih berada di usia sekolah dasar, tentu saya tidak asing dengan dunia pendidikan. Anak saya bercerita kalau temannya ada yang ikut bimbel di luar jam sekolah. Hasilnya, nilai akademiknya pun bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istri saya pun tertarik untuk memasukkan anak saya ikut les atau bimbel. Tujuannya? Jelas, agar nilai anak saya tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi berpikir, lantas selama ini sekolah buat apa kalau yang membuat anak itu pintar dan cerdas adalah les-lesan atau bimbel? Kadang saya justru merasa kalau sekolah itu seperti pelengkap dari bimbel saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan semakin dipikir, semakin muncul pertanyaan yang agak mengganggu, \u201cKalau les atau bimbel memang lebih efektif mencerdaskan siswa, lalu sebenarnya sekolah itu fungsinya apa?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau bimbel lebih efektif, sekalian saja jangan sekolah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini memang terdengar satire, tapi coba dipikir pelan-pelan. Banyak siswa sekarang kalau pagi sekolah, sore les, dan malam masih belajar lagi mengerjakan PR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan lucunya, tidak sedikit yang justru lebih paham materi setelah ikut les atau bimbel dibanding saat di kelas sekolah. Di sekolah, kadang murid dirasa terlalu banyak, waktu terbatas, dan guru diburu administrasi sehingga suasana kelas tidak kondusif<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di bimbel, penjelasan justru lebih fokus, trik cepat lebih banyak diajarkan sehingga anak bisa belajar lebih efektif, dan suasana lebih santai. Bahkan, les atau bimbel itu kadang lebih menghibur ketimbang di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya muncul kesan aneh: sekolah untuk absen dan ijazah, belajar seriusnya di bimbel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah begini, kadang saya berpikir nakal, sekalian saja tidak usah sekolah terlalu lama. Belajarnya di bimbel saja. Kalau cuma mau mencari ijazah, tinggal kejar paket. Pintar dapat, ijazah juga dapat. Toh yang dikejar sekarang sering kali bukan proses pendidikan, tapi hasil akhirnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah? Suasana membosankan. Tidak ada jaminan pintar atau cerdas. Guru sudah lelah dengan administrasi. Apalagi honorer, gajinya mengenaskan. Suasana belajar semacam ini sangat tidak efektif.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-dosa-bimbel-terhadap-dunia-pendidikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: 4 Dosa Bimbel terhadap Dunia Pendidikan: Kesejahteraan Guru Diabaikan, Esensi Belajar Dilupakan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Guru kadang lebih bersinar di tempat les<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa banyak guru di sekolah ternyata bisa mengajar jauh lebih hidup ketika berada di tempat les dibanding di sekolah. Sebab, tidak jarang juga guru di sekolah itu membuka les-lesan atau mengajar di tempat bimbel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekolah, guru mengajar dengan penjelasan singkat, suasana datar, dan kadang terlihat lelah karena harus mengurus RPP, LKPD, input data di <a href=\"https:\/\/dapo.kemendikdasmen.go.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Dapodik<\/a> atau Simpatika, juga Emis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, begitu mengajar di bimbel atau les, guru mendadak energik, penuh trik cepat, murid tertarik, dan materi terasa mudah dicerna oleh peserta didik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kreativitas guru di tengah gaji yang tidak kreatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, saya justru tidak bisa sepenuhnya menyalahkan guru. Dapur di rumahnya harus mengepul. Perutnya juga harus diisi. Paket data juga harus selalu di-topup. Token listrik pun bikin risih kalau bunyi terus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenyataannya, banyak guru honorer hidup dengan gaji yang bahkan kadang kalah dari uang jajan siswa yang diajar. Kadang, guru hanya menelan ludah ketika melihat siswanya jajan macam-macam sementara dirinya harus menerapkan gaya hidup frugal living.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka ketika ada guru membuka les-lesan atau mengajar di bimbel lalu penghasilannya jauh lebih baik, itu sebenarnya bukan sekadar mencari tambahan uang. Itu bentuk kreativitas bertahan hidup. Dan ironisnya, kreativitas mengajar mereka justru lebih keluar di sana. Mungkin karena di sana guru lebih dihargai, lebih fokus, atau memang ada insentif nyata ketika mengajar dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di sekolah, energi guru sering habis bukan untuk mengajar, tapi untuk bertahan dengan sistem yang terlalu sibuk mengurus administrasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">**<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sedang bilang sekolah tidak penting. Sekolah tetap punya fungsi sosial, pendidikan karakter, pertemanan, dan banyak hal lain yang tidak bisa digantikan bimbel. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang terasa janggal ketika tempat \u201ctambahan\u201d justru terasa lebih efektif dibanding tempat utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan mungkin keresahan terbesar sebenarnya bukan soal les atau bimbelnya. Tapi, soal sistem pendidikan yang membuat terlalu banyak orang merasa bahwa belajar yang sesungguhnya justru terjadi setelah jam sekolah selesai.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Supriyadi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menjamurnya-bimbel-bukan-karena-pendidikan-kita-ampas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menjamurnya Bimbel Bukan karena Pendidikan Kita Ampas, tapi karena Mengajar di Bimbel Memang Lebih Mudah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sudah begini, kadang saya berpikir nakal, sekalian saja tidak usah sekolah terlalu lama. Belajarnya di bimbel saja.<\/p>\n","protected":false},"author":3187,"featured_media":235078,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[19195,2094,20543,359],"class_list":["post-403460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bimbel","tag-guru","tag-les","tag-sekolah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3187"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403460"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403460\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403571,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403460\/revisions\/403571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/235078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}