{"id":403419,"date":"2026-05-22T12:15:37","date_gmt":"2026-05-22T05:15:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403419"},"modified":"2026-05-22T12:15:37","modified_gmt":"2026-05-22T05:15:37","slug":"pernah-benci-dosen-slow-respon-kini-saya-mengerti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pernah-benci-dosen-slow-respon-kini-saya-mengerti\/","title":{"rendered":"Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat jadi mahasiswa, saya kesal dengan dosen yang lama membalas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ternyata-ngobrol-via-whatsapp-bisa-bikin-urusan-jadi-rumit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">chat WhatsApp<\/a>. Saya sudah mengirimkan pesan dengan penuh hormat, pakai salam, kata-katanya rapi. Tidak lupa emoji \u201csendiko dawuh\u201d yang kerap dipakai kepada orang lebih tua maupun atasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, entah kapan pesan tersebut dibalas. Kalau beruntung, balasan akan datang beberapa jam berselang. Kalau sial, pesan baru dibalas besok atau tidak pernah dibalas. Bahkan, kadang saya sampai lupa pernah bertanya atau menginformasikan apa saja lewat pesan WA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin banyak mahasiswa lain juga mengalami hal serupa, bahkan lebih perih. Kadang, WhatsApp dosen terlihat sedang aktif, tapi pesan dibiarkan menggantung begitu saja, tanpa balasan, tanpa kepastian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking banyaknya mahasiswa yang mengalami hal serupa, pengalaman kolektif ini naik derajat menjadi materi <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Lawakan_tunggal\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">stand up comedy<\/a>. Bahkan, bahan bercandaan lintas kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat jadi mahasiswa meme tersebut terlihat lucu. Akan tetapi, setelah kini jadi menjadi dosen, saya jadi memahami pengalaman tersebut dengan arti yang berbeda. Fenomena slow respon ini bukan sekadar kemalasan individual, dia sudah menjadi kultur akademik.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/organisasi-mahasiswa-itu-candu-jabatan-di-kampus-itu-jebakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>Alasan dosen sedang mengajar itu benar adanya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf sedang mengajar\u201d jadi salah satu alasan yang paling sering dipakai dosen ketika telat membalas pesan. Setelah jadi pengajar, saya baru mengerti kalau alasan ini benar adanya, bukan sok sibuk atau dibuat-buat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen memang bisa mengajar berjam-jam, pindah kelas, pindah gedung, lalu lanjut diskusi dengan mahasiswa lain. Biasanya kalau alasannya ini, respons masih tergolong manusiawi. Chat pagi dibalas siang. Chat siang dibalas sore. Masih ada harapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Rapat, pelatihan, atau diklat itu bukan sok sibuk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini juga alasan yang sering dipakai. Biasanya pola waktunya khas: chat masuk pagi, balasan datang menjelang magrib, lengkap dengan kalimat, \u201cMaaf baru balas, tadi sedang rapat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, setelah saya ikut berbagai rapat dosen, saya menemukan fakta yang cukup mengejutkan: rapat itu sebenarnya tidak sesibuk itu. Kadang pembahasannya muter-muter. Kadang ada sesi yang bahkan membuat peserta membuka marketplace, membaca berita, atau mengecek grup keluarga. Dan ya, ponsel dosen biasanya tetap berada persis di sebelah tangan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, kemungkinan dosen melihat chat mahasiswa itu besar. Sangat besar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya saja\u2026 membalasnya belum menjadi prioritas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga tipe pengajar yang sebenarnya membaca pesan, tanda biru tercentang, lalu berniat membalas nanti. Persoalannya, \u201cnanti\u201d dalam dunia dosen adalah konsep yang sangat filosofis. Karena setelah itu muncul kelas lain, revisi administrasi, mahasiswa lain, grup dosen, undangan seminar, jurnal yang deadline-nya kemarin, sampai akhirnya chat mahasiswa tadi tenggelam ke lapisan terdalam WhatsApp.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/samarinda-tidak-ramah-buat-mahasiswa-yang-tidak-bisa-naik-motor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>Dear mahasiswa, kami tidak bermaksud mengabaikan pesan kalian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa sering mengira dosen sengaja mengabaikan mereka. Padahal tidak selalu begitu. Kadang dosen hanya kalah cepat dengan kekacauan hidupnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, setelah dipikir-pikir lagi, ada sisi lain yang jarang dibahas mahasiswa. Boleh jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/contact-person-tapi-kok-slow-response\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">slow respon<\/a> dosen itu adalah hubungan resiprokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba muhasabah sebentar. Bukankah mahasiswa juga punya bakat serupa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen mengirim revisi bimbingan hari ini, mahasiswa menghilang tiga minggu. Dosen bertanya, \u201cKapan seminar proposal?\u201d Mahasiswa menjawab empat hari kemudian dengan alasan \u201cMaaf Pak, baru buka WA\u201d Padahal story WA dan Instagram-nya aktif setiap malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan-jangan kultur slow respon ini sebenarnya hubungan timbal balik yang diwariskan turun-temurun di dunia akademik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen merasa mahasiswa sulit dihubungi. Mahasiswa merasa pengajar lebih sulit dihubungi. Akhirnya terciptalah ekosistem komunikasi pasif-agresif yang stabil dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi kalau disimpulkan bahwa dosen itu malas atau sengaja lama membalas chat, barangkali tidak proporsional. Kadang persoalannya sederhana: chat yang masuk terlalu banyak, sementara energi untuk membalas semuanya tidak selalu ikut tersedia. Begitu ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Asgar Muzakki<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-muda-asyik-tapi-saya-lebih-percaya-diajar-dosen-tua\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahsiswa sebal dengan dosen slow respon dengan alasan yang etrdengar mengada-ngada seperti rapat hingga pelatihan, padahal itu benar adanya. <\/p>\n","protected":false},"author":3100,"featured_media":403487,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[5589,469,34,33543,33544,307],"class_list":["post-403419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-chat-dosen","tag-dosen","tag-mahasiswa","tag-slow-respon","tag-slow-respon-whatsapp","tag-whatsapp"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3100"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403419"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403492,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403419\/revisions\/403492"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}