{"id":403386,"date":"2026-05-21T15:16:16","date_gmt":"2026-05-21T08:16:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403386"},"modified":"2026-05-21T15:16:16","modified_gmt":"2026-05-21T08:16:16","slug":"penjilat-adalah-borok-di-kantor-bikin-pekerja-lain-menderita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penjilat-adalah-borok-di-kantor-bikin-pekerja-lain-menderita\/","title":{"rendered":"Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita"},"content":{"rendered":"<p><em>Penjilat adalah entitas paling menyebalkan di kantor.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bekerja, saya kira tantangan terbesar dalam dunia kerja adalah tugas menumpuk atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/mendalam\/pekerja-terpaksa-overwork-dan-multiple-jobs-karena-upah-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jam kerja panjang<\/a>. Ternyata saya salah. Manusia-manusia di dalamnya alias teman kerja adalah tantangan paling besar. Dan, penjilat adalah salah satu jenis teman kerja yang bikin muak. Setidaknya itulah yang saya rasakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bekerja di kantor yang cukup besar. Cabangnya di mana-mana dan bisnisnya terus berkembang. Dari luar, semua terlihat profesional dan menjanjikan. Namun, kenyataannya tidak seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutan kerja di sana besar, tapi gajinya mungil.\u00a0 Saya sudah tahu ini sejak awal, tapi tetap menjalani pekerjaan ini karena cari kerja yang manusiawi di negara ini tidaklah mudah, apalagi <a href=\"https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/apa-itu-in-this-economy-ini-penjelasannya-25akQUdEOXV\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">in this economy<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Diam bukanlah emas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memang bukan tipe orang yang mudah akrab dengan lingkungan baru. Saya lebih banyak diam dan membutuhkan banyak waktu untuk merasa nyaman dengan orang lain. Dengan karakter seperti itu, jelas penjilat adalah hal peran yang tidak mungkin saya mainkan di kantor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendiam bukan berarti saya tidak profesional, saya datang tepat waktu dan mengerjakan tugas yang ada. Saya menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, lama-lama saya dipandang berbeda hanya karena pendiam. Ada jarak yang sulit dijelaskan. Status saya sebagai satu-satunya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/derita-menjadi-sarjana-pertama-di-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana<\/a> di tempat itu juga seperti ikut memengaruhi cara mereka memandang saya. Padahal saya sendiri tidak pernah merasa lebih pintar atau lebih tinggi daripada siapa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya dicap sombong hanya karena pendiam di kantor. Lucunya, semua penilaian itu tumbuh tanpa ada yang benar-benar mencoba memahami saya secara langsung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penjilat adalah entitas paling menyebalkan di kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah beberapa waktu bekerja, saya menyadari satu hal. Bekerja tidak hanya cukup dengan menyelesaikan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/punya-pengalaman-kerja-yang-melenceng-dari-job-desc-itu-bikin-kapok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jobdesc<\/a> dengan baik. Kita juga harus pandai membangun kesan. Harus tahu kapan ikut tertawa dan harus tahu bagaimana membuat atasan merasa nyaman. Bahkan, beberapa orang rela menjadi penjilat atasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mata kepala ini saya melihat sendiri bagaimana karyawan rela jadi penjilat demi dekat dengan atasan. Bahkan, terkadang, hal-hal yang tersebut jauh dari jobdesc kantor. Misal, menemani atasan mengobrol sampai bersedia mengurus anak atasan yang masih balita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua terlihat tulus di depan, tapi ironisnya para penjilat itu tidak segan-segan membicarakan bosnya di belakang. Di situ saya sadar, hubungan dalam pekerjaan tidak melulu tulus, ada banyak intrik dan kepentingan di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya saya punya prinsip membiarkan orang-orang jadi penjilat, saya hanya mau diam dan fokus mengurus kerjaan saya. Namun, ternyata saya salah. Diam pun tetap bisa dianggap ancaman oleh para penjilat. Diam pun bisa menimbulkan keirian yang tidak akan pernah saya pahami alasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi pendiam di kantor tetap berisiko s<\/b><b>elama ada penjilat di kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang paling membekas selama bekerja di sana adalah ketika atasan memanggil saya untuk berbicara secara pribadi. Awalnya saya pikir itu hanya evaluasi biasa. Namun, semakin lama pembicaraan berlangsung, saya merasa seperti sedang diadili dengan tidak adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atasan mulai menyampaikan berbagai pendapat teman-teman kerja tentang saya. Katanya beberapa teman kerja merasa tidak terbantu dengan kehadiran saya. Ada juga yang menganggap saya terlalu tertutup dan sulit diajak bekerja sama. Saya benar-benar bingung mendengarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan karena saya merasa paling rajin atau paling benar, tetapi karena saya tahu saya bekerja. Saya menjalankan tugas saya setiap hari dan menyelesaikan apa yang memang menjadi tanggung jawab saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang saya pernah melakukan satu kesalahan dalam pekerjaan. Namun, itu terjadi ketika kondisi tubuh saya sedang tidak baik. Hari itu saya sebenarnya sedang sakit, tetapi tetap memaksakan diri untuk masuk kerja karena tidak ingin dianggap tidak bertanggung jawab. Dalam kondisi kurang fokus itulah saya melakukan kesalahan. Saya menerima itu sebagai kesalahan pribadi saya dan tidak membela diri sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat saya kecewa bukan teguran atas kesalahan tersebut, melainkan bagaimana kesalahan itu seperti dijadikan alasan oleh para teman-teman penjilat\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk memberi penilaian buruk tentang diri saya. Laporan dari teman-teman kerja terasa tidak sesuai dengan kenyataan yang saya jalani setiap hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bekerja sungguh-sungguh saja tidak cukup\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gongnya adalah atasan sempat mempertanyakan minat kerja saya. Kalimat itu menjadi salah satu yang paling membekas di kepala saya. Saya merasa semua tenaga, keringat, dan usaha saya seperti tidak berarti apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling menyakitkan, saya bahkan tidak benar-benar punya kesempatan untuk berbicara. Saya hanya duduk diam mendengarkan berbagai penilaian tentang diri saya sendiri seolah keputusan tentang siapa saya sudah dibuat sejak awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya masih ingin bertahan di tempat yang membuat saya merasa sendirian seperti itu. Tempat yang membuat saya merasa tidak dipahami, tidak didengar, dan perlahan kehilangan semangat menjalani harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman tersebut membuat saya memahami satu hal. Di beberapa tempat, kerja keras saja tidak cukup. Kadang kita juga dituntut memainkan peran sosial yang melelahkan agar terlihat layak berada di sana. Jika tidak pandai memainkan peran itu, sekeras apa pun kita bekerja, semuanya bisa tetap dianggap tidak cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ainun Qalbi Annur<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cari-kerja-susah-tapi-bertahan-di-lingkungan-kerja-toxic-nggak-guna\/\"><b><i>Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penjilat adalah entitas paling menyebalkan di kantor, rela lakukan segala cara demi dekat dengan atasan. Pekerja yang cakap jadi tersingkir. <\/p>\n","protected":false},"author":3257,"featured_media":403411,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[33523,2710,4791,11427,33522,33520,33519,33521],"class_list":["post-403386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-cara-menjilat","tag-dunia-kerja","tag-kantor","tag-kondisi-dunia-kerja","tag-pekerja-keras","tag-penjilat","tag-penjilat-adalah","tag-penjilat-atasan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3257"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403386"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403415,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403386\/revisions\/403415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}