{"id":403357,"date":"2026-05-21T10:19:21","date_gmt":"2026-05-21T03:19:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=403357"},"modified":"2026-05-21T10:19:21","modified_gmt":"2026-05-21T03:19:21","slug":"siasat-hidup-hemat-jajan-lauk-dan-memasak-nasi-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/siasat-hidup-hemat-jajan-lauk-dan-memasak-nasi-sendiri\/","title":{"rendered":"Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><em>Siasat keluarga kecil saya hidup hemat in this economy &#8230;<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru juga nongol di pintu, anak sulung saya sudah koar-koar, \u201cBu, harga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-merek-minyak-goreng-dari-golongan-sultan-hingga-yang-paling-merakyat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">minyak goreng<\/a> sekarang berapa, sih?\u201d Pertanyaan itu muncul karena dia menyadari harga minyak goreng sekarang ini sudah mencapai Rp40.000. Padahal, terakhir dia membeli minyak goreng seharga Rp32.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tertawa sambil kembali mengingat-ingat kapan terakhir kali minyak goreng menyentuh harga Rp32.000. Sekarang ini harga minyak goreng kemasan 2 liter ada di harga Rp40.000. Itupun, yang mereknya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/indomaret-jogja-saksi-tumpahnya-stres-kaum-urban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indomaret<\/a>. Sementara minyak goreng merek lain, harganya berkisar Rp42.000-45.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau minyak goreng saja sudah segini mahalnya, bagaimana dengan keseluruhan ongkos memasak di rumah? Pertanyaan itu pun melahirkan pertanyaan turunan yang lebih besar. Sebenarnya, di zaman sekarang ini, masak sendiri itu lebih hidup hemat atau lebih boros sih dibanding beli matang?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita hitung bersama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hitung-hitungan pengeluaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan pasangan suami istri, belum punya anak. Dua perut. Tiga kali makan sehari. Jika 1 kg beras bisa untuk 10 kali makan, maka pasutri ini membutuhkan beras kira-kira 600 gram sehari. Sekarang, mari kita hitung pengeluarannya. Supaya mudah, kita buat perhitungannya jadi per hari:<\/span><\/p>\n<table style=\"height: 346px;\" width=\"865\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Bahan<\/b><\/td>\n<td><b>Kebutuhan<\/b><\/td>\n<td><b>Harga Estimasi<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Beras (15.000\/kg)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">600 gram<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp 9.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Protein hewani<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp 10.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sayuran (kangkung\/bayam)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1 ikat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp 3.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tempe dan tahu<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp 5.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bumbu, minyak, lombok, dll (alokasi harian)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rp 8.000<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, untuk masak membutuhkan dana Rp35.000 sehari atau Rp1,05 juta per bulan. Itu, hanya untuk bahan baku saja. Belum termasuk gas elpiji dan sabun cuci piring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tabung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pertamina-banjiri-3-juta-lebih-lpg-melon-untuk-jateng-diy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gas LPG 3 kg<\/a> seharga Rp20.000 awet sampai satu bulan, maka pengeluaran sebulan jadi Rp1,07 juta. Kita genapkan jadi 1,1 juta untuk beli sabun cuci piring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau memilih untuk beli matang, hitungan per orangnya jadi begini. Beli sarapan Rp5.000, makan siang Rp15.000, dan makan malam Rp10.000. Total pengeluaran untuk 2 orang ketika beli makan di luar jadi Rp60.000 per hari. Dengan kata lain Rp1,8 juta sebulan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Beli lauk saja, nasinya masak di rumah, bakal jauh lebih hidup hemat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan hitung-hitungan di atas, terlihat kalau beli makan di luar lebih mahal daripada masak sendiri. Tapi, mari kita hitung pula jika, si pasutri ini hanya beli lauknya saja di luar. Sementara untuk nasinya, mereka masak sendiri di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, perhitungannya jadi seperti ini. Masak nasi Rp9.000, beli sayur Rp5.000, 2 potong ayam (hanya untuk makan siang saja) sebesar Rp15.000. Total pengeluaran makan 3 kali sehari untuk dua orang jadi Rp29.000. Sebulan, pengeluarannya jadi Rp870.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehingga, perbandingan pengeluaran untuk makan tiap bulannya jadi seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><b>Masak sendiri\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/b> <b>Beli nasi plus lauk \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/b> <b>Hanya beli lauk<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1.100.000 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">1.800.000 \u00a0 \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">870.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, ini hitung-hitungan untuk makan sederhana ya. Dan, setelah dibandingkan, ternyata lebih murah kalau kita beli lauknya saja di luar. Kita bisa hemat Rp230.000 daripada masak sendiri, bahkan bisa hemat nyaris Rp1 juta daripada beli nasi plus lauk di luar. Yang perlu digarisbawahi, ini hitungan untuk keluarga kecil yang hanya terdiri atas suami dan istri, tanpa anak. Kalau ada anak, hitungannya lain lagi. Nanti saya bahas kapan-kapan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Plus minus beli lauk di luar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bisa hidup hemat, beli lauk di luar juga bisa jadi penyelamat ketika badan sedang rontok setelah bekerja seharian. Kalau badan sudah remuk, mana ada energi untuk bergelut dengan wajan, dkk? Sudah lelah. Mending pulang kerja mampir warung buat beli lauk, lalu di rumah tinggal colok penanak nasi. Ditinggal mandi sore, pasti si nasi sudah matang. Paginya, tinggal beli lauk buat sarapan sekaligus bekal<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-tentang-kebiasaan-makan-siang-pns-yang-cukup-unik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> makan siang<\/a>. Energi aman, dompet pun tenang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, namanya juga masakan buatan orang lain, pasti ada saja masalahnya. Ada harga tersembunyi yang harus dibayar, terutama soal jaminan kebersihan dan kesehatan. Jujur aja, kita kan nggak pernah tahu itu abang-abangnya masaknya gimana, bahan bakunya segar atau nggak, minyak gorengnya sudah dipakai berapa belas kali, dlsb. Belum kalau bicara soal rasa yang kadang ngalor ngidul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan utamanya, lebih mending mana ya antara masak sendiri atau beli, maka sudah sangat clear bahwa jawabannya adalah beli di luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pegang duit Rp100.000<a href=\"https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/apa-itu-in-this-economy-ini-penjelasannya-25akQUdEOXV\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> in this economy<\/a> rasanya cepat sekali habis. Coba saja bawa duit segitu ke pasar, paling hanya dapat minyak goreng 2 liter, sayuran, tempe dan bumbu-bumbu dapur. Protein hewaninya? Nggak nyantol sama sekali! Sudah keburu menguap untuk menebus cabai, bawang, dkk. Makin sedih lagi kalau gas LPG, beras, gula, sabun habis di waktu yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alamak!!! Sehat-sehat ya kita semua~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-jenis-investasi-terbaik-buat-mahasiswa-kuliahan-modal-recehan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>In this economy, kita mesti pandai bersiasat agar hemat pengeluaran, salah satunya dengan memasak nasi sendiri, tapi jajan lauk di luar.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":403361,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13085],"tags":[33509,210,33510,938,26388,953],"class_list":["post-403357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-beli","tag-hemat","tag-in-this-economy","tag-jajan","tag-kondisi-ekonomi","tag-masak"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=403357"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403370,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/403357\/revisions\/403370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=403357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=403357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=403357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}