{"id":402938,"date":"2026-05-18T14:29:34","date_gmt":"2026-05-18T07:29:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=402938"},"modified":"2026-05-18T14:29:34","modified_gmt":"2026-05-18T07:29:34","slug":"paris-van-java-mall-bandung-estetik-tapi-sama-sekali-nggak-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/paris-van-java-mall-bandung-estetik-tapi-sama-sekali-nggak-nyaman\/","title":{"rendered":"Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paris Van Java Mall adalah salah satu mall yang, bisa dibilang, amat unik di Bandung. Menyandang nama yang menjadi julukan kota Bandung, bagi yang pertama kali mendengar namanya mungkin akan mengira mal ini seolah representasi Kota Kembang yang estetik, dengan sentuhan romantis, bertabur fashion dan harum kuliner di sudut-sudutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki air terjun, kebun binatang mini, dan taman bunga di atapnya\u2014yang biasa disebut dengan Sky Level\u2014Paris Van Java (PVJ) tidak hanya dikenal warga Bandung, tapi juga jadi destinasi wisatawan dari luar kota. Percayalah, tidak ada mal di Kota Kembang yang memiliki taman seperti itu selain PVJ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tampaknya mal ini sekarang sudah kalah pamor dengan mal-mal lain seperti Summarecon yang belum lama buka, Paskal23, atau Cihampelas Walk yang lebih nyaman dikunjungi untuk berjalan-jalan. Lontaran kritikan pedas mulai dilancarkan warganet di media sosial tentang PVJ yang agak ribet dan menyusahkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paris Van Java hanya mentereng soal nama, untuk urusan kenyamanan bagi pengunjung, mal ini harus lebih banyak berbenah lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Parkiran sempit dan layout yang membingungkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pertama kali ke PVJ, jujur saya pun agak bingung dengan layout-nya. Terletak di tepi jalan menanjak di daerah Sukajadi, mal ini punya dua macam parkiran; satu di basement, satunya lagi di area terbuka yang nyambung dengan Sky Level. Banyak pula yang berpendapat, agak susah mencari tempat parkir, meskipun kelihatannya luas. Seringkali ada yang kebagian parkir di area tanjakan karena yang lain sudah penuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penataan tenant di PVJ pun terkesan berantakan. Tata ruangnya aneh, terkesan tambal sulam di mana-mana. Banyak toko brand besar dan restoran mewah yang menyilaukan mata, tapi tidak ada foodcourt. Sekilas hanya ramah untuk dompet kalangan menengah ke atas, bukan untuk warga biasa yang hanya bisa cuci mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang tidak terbiasa berjalan kaki, berjalan-jalan dengan niat healing di PVJ justru akan melelahkan dan pusing karena mal ini lumayan besar. Ditambah layout yang membingungkan, dijamin membuat tersesat bagi yang belum terbiasa.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cicendo-bandung-paling-superior-fasilitas-lengkap-dan-nyaman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Cicendo Daerah Paling Superior di Kota Bandung, Fasilitasnya Komplit dan Nyaman<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Mal elite, tapi toilet dan musala sulit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh mengherankan, untuk mal dengan ukuran sebesar itu, toilet di Paris Van Java Mall hanya ada di ujung pada setiap lantai. Termasuk jauh dan memakan waktu pagi para pengunjung yang ingin segera menuntaskan hajat. Belum lagi antrean di toilet yang mengular, serta bau tidak sedap yang menguar. Ditambah urinoir yang terbuka, entah siapa perancang konsepnya. Mantap jiwa!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan musala, yang menjadi kebutuhan para pengunjung muslim. Untuk mal sebesar itu, musalanya begitu sempit, terbuka tanpa hijab atau tirai tinggi, dengan area wudu yang juga terbuka\u2014bahkan di area perempuan. Tentu ini membuat para perempuan menjadi kurang nyaman ketika berwudu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warganet sebetulnya sudah sejak lama beramai-ramai melayangkan kritik soal toilet dan musala PVJ, hingga tersebutlah ungkapan, \u201cPVJ adalah mal dengan toilet dan musala paling tidak proper di Bandung.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan ini, rupa-rupanya mal ini sudah membuat toilet dan musala baru yang didesain lebih estetik. Namun, tetap saja area untuk berwudu dibiarkan terbuka, belum memenuhi konsep Muslimah friendly.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seharusnya, pemilik mal ini studi banding ke mal-mal lain di Bandung, supaya punya gambaran seperti apa toilet dan musala yang proper itu. Saya membayangkan, jika mal ini mau bikin masjid yang nyaman di dalamnya seperti <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pakuwonmall.jogja\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pakuwon Mall<\/a> di Jogja, tentu akan jadi nilai plus dan tidak dihujat warga, berhubung PVJ bukanlah mal kecil di daerah pinggiran.<\/span><\/p>\n<h2><b>Paris Van Java Mall adalah gambaran Bandung yang semrawut<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memutuskan berkunjung ke PVJ saat hari libur sesungguhnya adalah ujian kesabaran. Belum masuk mal saja kita sudah harus berhadapan dengan kemacetan yang luar biasa di jalan. Ketika sudah di dalam, harus bertempur dengan parkiran yang sempit\u2014dan kadang-kadang juga bau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski punya segudang kekurangan yang membuatnya dihujani kritik, entah kenapa tetap saja masih banyak orang yang datang ke mal ini. Entah hanya penasaran, ingin berfoto di taman bunganya yang instagramable, atau ingin bermain ice skating di Sky Level.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya setuju jika dikatakan Paris Van Java Mall merupakan miniatur Bandung. Ada bagian yang estetik, tapi jangan salah, banyak pula bagian yang semrawut dan berantakan. Lucunya, meski semrawut, tetap banyak orang yang datang berkunjung. Seperti anak muda yang kesal, tapi diam-diam cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga mal ini semakin berbenah, supaya bukan namanya saja yang mentereng, tapi juga membuat masyarakat terkesan dan tak bosan berkunjung.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Septalia Anugrah Wibyaninggar<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saatnya-soreang-bandung-punya-mal-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya setuju jika dikatakan Paris Van Java Mall merupakan miniatur Bandung. Ada bagian yang estetik, tapi banyak pula bagian yang semrawut.<\/p>\n","protected":false},"author":3145,"featured_media":403006,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[141,33483,33482,33481],"class_list":["post-402938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-bandung","tag-mall-di-bandung","tag-paris-van-java","tag-paris-van-java-mall"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3145"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=402938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403007,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402938\/revisions\/403007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=402938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=402938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=402938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}