{"id":402884,"date":"2026-05-22T11:45:18","date_gmt":"2026-05-22T04:45:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=402884"},"modified":"2026-05-22T11:45:18","modified_gmt":"2026-05-22T04:45:18","slug":"angkringan-kamar-jenazah-angkringan-aneh-ada-di-kulon-progo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/angkringan-kamar-jenazah-angkringan-aneh-ada-di-kulon-progo\/","title":{"rendered":"Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, angkringan paling aneh ada di Wates, Kulon Progo. Dan saya tidak tahu harus kagum atau bingung ketika pertama kali duduk di angkringan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebelah kiri, kereta lewat sesekali menyapa para pengunjung angkringan. Di depan, hamparan sawah membawa angin sepoi-sepoi. Dan di sebelah kanan, ada kamar jenazah <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rumah_Sakit_Umum_Daerah_Wates\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">RSUD Wates<\/a>, Kulon Progo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, ada pemandangan kamar jenazah di sebelah kanan angkringan ini. Kamar jenazah itu berdiri dengan penuh percaya diri seolah-olah juga bagian dari pemandangan yang akan \u201cmemanjakan\u201d para pengunjung. Dan, tahukah kamu, angkringan aneh di Kulon Progo ini selalu ramai.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/angkringan-jogja-yang-perlu-dihindari-biar-nggak-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Angkringan Jogja yang Perlu Dihindari biar Nggak Menyesal Setelah Makan di Sini<\/a><\/p>\n<h2><b>Semua menikmati keunikan di Kulon Progo ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu pikir pemandangan aneh di angkringan Kulon Progo ini bikin orang malas makan, kamu salah besar. Justru banyak yang mampir untuk makan di tempat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas memang pegawai RSUD Wates, Kulon Progo, yang sudah kenyang berurusan dengan hal-hal berat di dalamnya. Jadi wajar kalau mereka butuh istirahat di luar. Yah, meski &#8220;luar&#8221;-nya tetap nggak jauh-jauh dari suasana yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menurut saya jadi seru adalah banyak dari mereka yang momong anak. Bawa anak kecil, duduk manis, makan, ngobrol, ketawa-ketawa, sementara kamar jenazah ada di belakang mereka. Dan mereka santai saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada yang mempermasalahkan. Nggak ada yang berbisik menakut-nakuti anak-anak. Misalnya dengan bilang, &#8220;Dek, itu lho tempatnya orang meninggal, sini jangan deket-deket.&#8221; Nggak ada. Anaknya lari-lari, orang tuanya makan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tipe-bakul-angkringan-di-mata-penikmat-nasi-kucing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nasi kucing<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Filosofi makan orang Jawa: Nggak peduli pemandangan dari angkringan, yang penting kenyang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang dewasa takut pada kamar jenazah karena tahu apa artinya. Tapi anak kecil itu? Mereka ikut makan di angkringan dan lari-lari di sana dengan muka paling bahagia di dunia. Mereka belum punya beban untuk takut, belum punya definisi tentang hal-hal yang harus dijauhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, mungkin justru anak-anak itu yang lebih benar. Bahwa hidup dan mati itu berdampingan. Satu di dalam gedung, satu di angkringan sambil ngunyah gorengan dan nggak ada yang perlu dibuat dramatis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bakmi-krinjing-kuliner-unik-kulon-progo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orang Jawa<\/a> punya cara sendiri untuk berdamai dengan kenyataan. Salah satunya: makan dulu, urusan eksistensial belakangan.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-makan-di-angkringan-jogja-agar-tampak-santun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun<\/a><\/p>\n<h2><b>Angkringan sebagai ruang demokrasi paling jujur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angkringan itu nggak pilih-pilih tamu. Nggak peduli kamu baru selesai dinas malam, baru mengantar jenazah, atau baru dapat kabar duka. Kursinya ya tetap tersedia untukl siapa saja, tehnya tetap panas, gorengannya tetap menggoda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah saya rasa angkringan di samping kamar jenazah di Kulon Progo ini justru punya kedalaman yang nggak dimiliki kafe-kafe yang berusaha terlalu estetik. Tempat ini jujur banget. Ia tahu di mana dia berdiri, secara harfiah maupun filosofis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan di sini memang absurd dan aneh. Tapi justru karena itu, angkringan jadi terasa nyata. Hidup, dalam versi paling sederhana dan paling sebenar-benarnya bagi sebagian masyarakat Kulon Progo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Nur Anisa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-saya-angkringan-jogja-itu-kini-overrated\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bagi Saya, Angkringan Jogja Itu (Kini) Overrated, Tidak Perlu Dipuji Sampai Setinggi Itu<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo punya angkringan paling aneh. Kamu bisa makan sambil dapat pemandangan sawah sampai kamar jenazah.<\/p>\n","protected":false},"author":3074,"featured_media":403484,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[1641,33336,33540,9696,33542,13152,33541,26367],"class_list":["post-402884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-angkringan","tag-angkringan-enak","tag-angkringan-kulon-progo","tag-bakul-angkringan","tag-gorengan-angkringan","tag-kulon-progo","tag-rsud-wates","tag-wates"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3074"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=402884"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":403486,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402884\/revisions\/403486"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/403484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=402884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=402884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=402884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}