{"id":402431,"date":"2026-05-12T10:57:05","date_gmt":"2026-05-12T03:57:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=402431"},"modified":"2026-05-12T10:57:05","modified_gmt":"2026-05-12T03:57:05","slug":"4-soto-khas-semarang-yang-wajib-dicicipi-wisatawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-soto-khas-semarang-yang-wajib-dicicipi-wisatawan\/","title":{"rendered":"4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bertandang ke Semarang tanpa menyesap semangkuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/tips-makan-soto-bening-jogja-bagi-para-pendatang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">soto berkuah bening<\/a> itu ibarat melakukan dosa besar bagi kaum pelancong. Ada rasa sesal yang sulit dimaafkan. Biasanya, radar pencarian wisatawan akan langsung terkunci pada deretan nama besar yang sudah kadung melegenda. Misalnya saja, Soto Pak No, Pak Man, dan Pak Wito.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang tidak ada yang salah dengan trio penguasa soto tersebut. Tapi, membatasi petualangan kuliner hanya pada kriteria popularitas adalah kerugian yang seharusnya bisa dihindari. Sebab, Kota Lumpia masih menyimpan deretan warung soto lain yang kuahnya tak kalah magis dan wajib dijajal sebelum pulang.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-soto-di-jogja-yang-enak-dan-cocok-bagi-lidah-orang-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga 5 Soto di Jogja yang Enak dan Cocok bagi Lidah Orang Malang.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>#1 Soto Bangkong, kuliner legendaris yang namanya pelan-pelan mulai terkikis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyebut soto di Semarang tanpa menyertakan embel-embel Bangkong rasanya seperti melupakan sejarah. Dulu, kedai soto yang bertempat di perempatan kawasan Bangkong ini tak pernah sepi. Namun, sekarang namanya mungkin sayup-sayup saja terdengar lantaran kalah dengan soto lain yang menang viral.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar, seiring menjamurnya kompetitor baru yang lebih agresif, pesona <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Soto_bangkong\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Soto Bangkong<\/a> di mata wisatawan muda perlahan mulai terasa seperti tempat nostalgia bagi generasi tua saja. Pun, beberapa orang bilang bahwa harganya dianggap kelewat level sultan untuk semangkok soto. Padahal, meski terlihat kuno, konsistensi rasa kaldunya tetap sulit dikalahkan oleh pemain baru mana pun di Semarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Kalemnya kuah Soto Ayam Pak Darno pas buat sarapan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto Pak Darno adalah jawaban bagi siapa saja yang mendambakan kuah bening dengan profil rasa yang tak terlalu medok. Tempatnya bersih dan pelayanannya tergolong cekatan. Sangat pas untuk pengunjung yang sedang diburu waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski beberapa orang menganggap rasanya cenderung hambar, justru di situlah letak keistimewaannya. Rasa yang tidak terlalu menyengat ini memberikan kebebasan bagi pembeli untuk meracik kuah sesuai selera. Selain itu, karakternya yang kalem sangat cocok dijadikan menu sarapan agar lidah tidak kaget, bahkan aman untuk menyuapi batita yang sedang belajar makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang wajib diingat kalau bersantap di sini, jangan sampai melewatkan tempe tipis nan garing yang tersedia di meja. Sebab, lauk itulah yang menjadi penyeimbang sekaligus pendamping paling sah bagi semangkuk Soto Pak Darno.<\/span><\/p>\n<p><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memandang-keanekaragaman-indonesia-dari-semangkuk-soto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca juga Memandang Keanekaragaman Indonesia dari Semangkuk Soto.<\/a><\/em><\/p>\n<h2><b>#3 Soto Bokoran yang konsisten ogah buka cabang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang mencari soto dengan vibes jadul yang kental, Bokoran adalah kiblatnya. Keistimewaannya bukan cuma di kuah kaldu ayam kampung yang segar, tapi juga prinsip pemiliknya yang enggan membuka cabang di mana pun. Keteguhan ini membuat keaslian rasanya terjaga sempurna serta memberikan kesan eksklusif bagi siapa saja yang rela antre di kedainya yang sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sisi minusnya, pengunjung mesti untuk berdesakan karena ruangannya yang terbatas dan selalu penuh sesak. Pelancong sering kali harus sabar menunggu kursi kosong, terutama saat akhir pekan karena berebut tempat dengan warga lokal. Selain itu, menu pendampingnya sering kali sudah ludes sebelum jam makan siang berakhir. Intinya, seni berburu yang mumpuni akan diuji di kedai soto ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Soto Ayam Bang Ari, punya ciri khas dimasak pakai kayu bakar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soto Bang Ari menawarkan sensasi rasa yang berbeda berkat proses memasak yang masih setia menggunakan kayu bakar. Aroma smoky tipis yang meresap ke dalam kuah, memberikan kedalaman rasa yang unik. Kuahnya cenderung lebih kuning ketimbang soto bening asli Semarang lainnya, sangat pas dinikmati saat udara Semarang sedang sedikit mendung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, lokasi kedainya yang berada di pinggir jalan raya membuat suasananya terkadang terasa cukup bising oleh lalu lalang kendaraan. Bagi sebagian orang, penggunaan kayu bakar juga membuat suhu di dalam kedai terasa lebih gerah dibanding warung soto modern. Tapi bagi penjelajah rasa sejati, sedikit keringat tentu bukan masalah besar demi semangkuk soto beraroma asap ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyambangi deretan warung soto di atas setidaknya menjadi bukti bahwa Semarang\u00a0 masih menyimpan kekayaan rasa yang jauh lebih luas ketimbang sekadar nama-nama besar yang langganan masuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-fyp-di-tiktok-dijamin-videomu-bakal-viral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FYP<\/a>. Mungkin agak asing di kuping dan repot mencari lokasinya, tapi rasa semangkuk sotonya dijamin tidak mengecewakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Paula Gianita Primasari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">BACA JUGA <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/soto-jogja-culture-shock-yang-hingga-kini-sulit-saya-terima\/\"><b><i>Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain Soto Pak No, Pak Man, dan Pak Wito, ada banyak soto Semarang lain yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan. <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":402502,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[7691,4652,5316,33452,30433,9830],"class_list":["post-402431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-kuliner-semarang","tag-semarang","tag-soto","tag-soto-khas-semarang","tag-soto-semarang","tag-wisatawan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=402431"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":402504,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402431\/revisions\/402504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/402502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=402431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=402431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=402431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}