{"id":402071,"date":"2026-05-08T10:53:16","date_gmt":"2026-05-08T03:53:16","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=402071"},"modified":"2026-05-08T10:53:16","modified_gmt":"2026-05-08T03:53:16","slug":"jalan-raya-kalimalang-jaktim-tidak-aman-untuk-pejalan-kaki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-raya-kalimalang-jaktim-tidak-aman-untuk-pejalan-kaki\/","title":{"rendered":"Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabtu lalu, ada insiden tabrak lari yang melibatkan pengendara mobil Pajero dan tukang buah yang sudah lansia. Kejadiannya, di Jalan Raya Kalimalang, Jaktim. Mendengar berita tersebut, saya prihatin. Tapi, saya nggak begitu terkejut. Soalnya, saya merasakan betul bagaimana susahnya menyeberang di daerah sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat disayangkan, padahal pembangunan infrastruktur jalan di sana sudah sangat pesat. Penampakannya saja sudah sangat jauh berbeda dari satu dekade lalu. Bahkan demi pelebaran jalan, beberapa tempat sampai kena gusur, termasuk SD saya dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mirisnya, dari dulu sampai saat ini, masih nggak tersedia fasilitas yang mumpuni buat para pejalan kaki dan penyeberang. Sedangkan, kecepatan pengendara di jalan tersebut, hampir selalu tinggi. Bawaannya kalau lewat sana, was-was terus. Bahkan, untuk sesama pengendara sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-raya-kalimalang-dibenci-sekaligus-dicintai-pengendara-yang-melintas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Jalan Raya Kalimalang Dibenci Sekaligus Dicintai Pengendara yang Melintas<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Dari zaman Tol Becakayu mangkrak, menyeberang di Jalan Raya Kalimalang sudah susah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu SMA, saya tinggal di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pondok_Bambu,_Duren_Sawit,_Jakarta_Timur\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pondok Bambu<\/a> dan bersekolah di dekat Pasar Perumnas Klender. Tapi demi hemat ongkos, saya memilih pulang naik angkot yang ke arah Kalimalang. Jarak tempuh saya memang lebih jauh, tapi saya cukup satu kali naik angkot saja. Nggak seperti rute lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya SMA dari tahun 2012-2015. Di kisaran tahun tersebut, Tol Becakayu masih mangkrak dan belum dilakukan pelebaran jalan. Saya turun angkot di pinggiran kali yang hanya berbatas pagar besi. Nggak terlalu jauh dari Universitas Borobudur. Tujuan saya adalah gang yang ada di seberang. Rumah saya terletak di dalam gang tersebut. Gang yang menyambungkan antara kawasan Kalimalang dengan Pondok Bambu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada zebra cross, nggak ada yang membantu, saya bisa menunggu sampai 30 menit cuma demi menyeberang. Semua kendaraan di sana ngebut. Saya lebih memilih menunggu sepi, karena takut tertabrak. Apalagi, banyak juga truk yang lewat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menyeberang di sana, saya pernah terserempet motor pada bagian lengan. Nggak ada cedera serius, tapi tetap saja sakit dan agak syok. Padahal, saya sudah berhati-hati dan menunggu sepi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking sulitnya menyeberang di Jalan Raya Kalimalang, kalau ada yang membantu, saya suka terharu. Biasanya pengendara sepeda motor yang sering membantu saya. Mereka mengulurkan kakinya, agar para pengendara di belakangnya stop dan memberi saya lewat terlebih dulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalanan makin lebar, infrastruktur makin oke, tapi nggak tampak pelican crossing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena sudah pindah hunian, saya sudah nggak sesering dulu ke area Jalan Raya Kalimalang. Tapi setiap ada keperluan di daerah sana dan harus naik angkot, saya selalu khawatir untuk menyeberang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak pernah menemukan pelican crossing yang mumpuni. Sehingga untuk menyeberang jalan, saya cuma mengandalkan tangan saja sambil selalu awas dengan kendaraan. Padahal Jalan Kalimalang adalah jalan raya yang dekat dengan pemukiman penduduk, tapi fasilitas penyeberangannya minim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalanan yang besar dan terpisah-pisah, malah bikin bingung pejalan kaki sekaligus penyeberang seperti saya. Trotoar ada. Tapi karena banyak toko dan bangunan di pinggir jalan yang berjajar, tingginya sama dengan jalan raya dan nggak memberikan rasa aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sana, saya nggak pernah lihat ada JPO. Tapi kalau jembatan untuk menyeberang kalinya, ada. Makanya bisa dikatakan, setiap orang yang menyeberang di Kalimalang sana hampir semuanya pasti sembarangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayang sekali, meski sudah banyak berubahnya, tapi Jalan Raya Kalimalang masih aja nggak ramah bagi pejalan kaki dan penyeberang. Terbukti dengan adanya insiden tabrak lari beberapa waktu lalu itu. Fasilitas penyeberangan yang mumpuni nggak ada. Sedangkan pengendara, banyak yang melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan ugal-ugalan di sana. Yah kita doakan saja, semoga ke depannya bisa lebih baik.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arsyindah Farhan<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-kalimalang-arah-jakarta-adalah-jalan-paling-absurd-di-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur Kalimalang Arah Jakarta Adalah Jalan Paling Absurd di Jakarta, Bikin Bingung dan Sebel<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sayang sekali, meski sudah banyak berubahnya, tapi Jalan Raya Kalimalang masih aja nggak ramah bagi pejalan kaki dan penyeberang.<\/p>\n","protected":false},"author":3185,"featured_media":276702,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14802,24395,24396,33430],"class_list":["post-402071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta-timur","tag-jalan-raya-kalimalang","tag-kalimalang","tag-pondok-bambu"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3185"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=402071"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":402094,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/402071\/revisions\/402094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/276702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=402071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=402071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=402071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}