{"id":401978,"date":"2026-05-07T14:29:30","date_gmt":"2026-05-07T07:29:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401978"},"modified":"2026-05-07T14:29:30","modified_gmt":"2026-05-07T07:29:30","slug":"alasan-sate-klopo-surabaya-kalah-populer-dari-sate-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-sate-klopo-surabaya-kalah-populer-dari-sate-madura\/","title":{"rendered":"Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-jawa-timur-bupatinya-banyak-jadi-tersangka-korupsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a> yang nggak asing dengan makanan-makanan Surabaya seperti sate klopo. Saya sedikit heran, kenapa sate klopo yang seenak ini kalah pamor daripada sate Madura? Padahal, kuliner-kuliner Surabaya lainnya seperti rawon dan rujak cingur begitu populer di luar Surabaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini terus menjadi pertanyaan dalam hati saya ketika merantau ke Jakarta, sepanjang jalan saya menemukan berbagai macam sate, paling mendominasi pasti sate Madura, tapi sate klopo? Asapnya saja nggak tercium.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau bicara rasa, sate klopo punya karakter yang sangat kuat dan nggak kalah saing. Bayangkan daging sapi empuk yang dibalut parutan kelapa berbumbu, lalu dibakar sampai minyak kelapanya keluar dan aromanya memenuhi jalanan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, setelah saya amati lebih dalam, ada beberapa faktor yang membuat sate kebanggaan warga Surabaya ini seolah masih \u201cjagoan kandang&#8221; dan belum mampu menyalip popularitas sate Madura di kancah nasional.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sate Madura punya pasukan perantau yang masif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate Madura bisa populer karena faktor manusianya. Orang Madura dikenal sebagai perantau tangguh yang membawa keahlian membakar sate ke mana saja mereka pergi. Di setiap sudut <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/manggarai-jakarta-selatan-saksi-bisu-sarjana-hidup-susah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gang di Jakarta<\/a> atau kota besar lainnya, pasti ada abah atau cak yang berjualan sate Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara sate klopo tetap menjadi kuliner yang betah di Surabaya. Jarang sekali orang Surabaya merantau ke luar kota khusus untuk membuka warung sate klopo, sehingga ekspansinya terhenti di perbatasan kota.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelapa cepat basi, susah dibawa jauh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan utama sate klopo adalah kelapa parut segar. Kelapa itu kalau salah suhu sedikit saja, dia bakal basi alias kecut. Karakteristik ini bikin sate klopo susah dibawa pulang jadi oleh-oleh perjalanan jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda dengan sate Madura yang bumbunya dipisah dan dagingnya bisa bertahan lebih lama tanpa balutan kelapa, sehingga lebih tahan banting saat dibungkus untuk perjalanan antar kota.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jam jualan sate klopo yang mirip jadwal kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Surabaya, sate klopo itu menu sarapan eksklusif. Jam tujuh pagi asapnya sudah ngebul, dan siang hari seringnya sudah ludes. Bagi orang luar kota yang terbiasa makan sate sebagai ritual makan malam, jadwal ini bikin pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate Madura lebih adaptif, mereka biasanya mulai muncul saat matahari terbenam, menyesuaikan dengan jam lapar manusia pada umumnya yang mencari makan berat di malam hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bahan baku sapi vs ayam<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate Madura sangat populer karena bahan bakunya yang dominan menggunakan ayam, sehingga harganya jauh lebih terjangkau oleh semua kalangan. Sedangkan sate klopo yang identik dengan daging sapi atau lemak sapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga daging sapi yang terus meroket membuat sate klopo sulit untuk dijual secara massal dengan harga rakyat seperti<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sate_madura\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> sate Madura<\/a> yang bisa ditemukan di pinggir jalan dengan modal lebih ekonomis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Visual sate klopo meninggalkan kesan nyeleneh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita hidup di zaman mata makan duluan. Sate Madura punya tampilan yang sangat familiar, daging cokelat disiram bumbu kacang kental yang rapi. Sate klopo, bagi yang belum kenal, terlihat agak nyeleneh karena tumpukan baluran kelapa dan serundeng kering yang melimpah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, justru di dalam kenyelenehan itulah kunci kelezatannya berada, hasil perpaduan daging empuk dan gurihnya parutan kelapa bakar yang nggak ada tandingannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, biarlah sate klopo tetap jadi anak rumahan dari Surabaya. Agar selalu ada alasan paling masuk akal untuk selalu merindukan Kota Pahlawan, sebuah kota yang keras tapi punya sate yang rasanya sangat penuh kasih sayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dodik Suprayogi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-keanehan-lokal-jogja-yang-bikin-bahagia-orang-semarang\/\"><b><i>5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasa sate klopo Surabaya sebenarnya tidak kalah enak dari sate Madura, tapi kuliner ini masih kalah populer karena faktor. <\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":402026,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[5020,2460,25493,33421,18985,405],"class_list":["post-401978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-madura","tag-sate","tag-sate-klopo","tag-sate-klopo-surabaya","tag-sate-madura","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401978"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":402027,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401978\/revisions\/402027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/402026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}