{"id":401857,"date":"2026-05-06T11:32:34","date_gmt":"2026-05-06T04:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401857"},"modified":"2026-05-06T11:32:34","modified_gmt":"2026-05-06T04:32:34","slug":"sisi-gelap-kuliah-di-prodi-pbsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-kuliah-di-prodi-pbsi\/","title":{"rendered":"Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alumni dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia\u2014selanjutnya disingkat PBSI\u2014di Universitas Trunojoyo Madura, saya selalu menyadari bahwa jurusan yang ambil ini sebenarnya nggak bagus-bagus banget. Tapi, karena saya memang sangat suka mempelajari seputar bahasa Indonesia, juga suka membaca novel, sangat dengan tekad yakin memilih jurusan ini saat SBMPTN dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sayangnya, saat sudah masuk dan bertemu dengan teman-teman di jurusan yang sama, saya jadi tersadar bahwa mungkin hanya saya saja yang bersemangat dan dengan kesadaran penuh mengambil jalan di prodi PBSI ini. Sebagian besar teman-teman saya justru sebaliknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Bukan prodi favorit, dipilih biar gampang untuk masuk dan lulusnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di kampus saya dulu, prodi PBSI ini bukanlah prodi favorit. Bahkan nggak termasuk ke dalam top 3 prodi dengan minat tertinggi di Fakultas Pendidikan. Top 3 prodi favorit di fakultas Pendidikan diisi oleh PGSD, PIPA (Pendidikan IPA), dan Pendidikan Informatika. Saya yakin, kondisi di beberapa kampus lainnya juga hampir nggak ada bedanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, saya udah nggak kaget lagi bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa lain yang kuliahnya kayak ogah-ogahan gitu. Kesannya kayak ambil prodi PBSI ini karena masuknya memang gampang dan nggak banyak pesaing, juga biar bisa kuliah dan dapat gelar aja, gitu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/keresahan-mahasiswa-pbsi-unesa-tentang-masa-depannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Keresahan Mahasiswa PBSI UNESA tentang Masa Depannya: Jadi Guru Tak Mau, Maunya Bekerja di Luar Industri Pendidikan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>#2 Dipilih karena dianggap merupakan prodi paling gampang dan nggak perlu keahlian khusus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah bertanya kepada teman saya yang terkesan ogah-ogahan saat mengikuti perkuliahan. Mengapa ia memilih prodi PBSI ini? Ia menjawab dengan santainya karena di prodi ini nggak perlu keahlian khusus. Berbeda dengan prodi Pendidikan IPA yang harus pandai sains, atau Pendidikan Informatika yang butuh keahlian khusus di bidang komputer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, ia hanya perlu paham Bahasa Indonesia saja\u2014yang memang sudah diketahuinya sejak lahir\u2014untuk bertahan di prodi ini. Jadi, menjalani perkuliahan di prodi PBSI ini pastinya akan gampang dan bisa lulus dengan cepat tanpa banyak kendala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, perkuliahan di prodi PBSI ini menurut saya lumayan berat karena menggabungkan tiga bidang keilmuan, yaitu bidang Pendidikan, Bahasa Indonesia, dan Sastra Indonesia. Ada banyak hal yang perlu dipelajari dalam Bahasa Indonesia khususnya di bidang Linguistik. Belum lagi dengan mata kuliah yang berkaitan dengan sastra yang mengharuskan mahasiswa mengenal banyak karya sastra baik dari sastra kanon dan sastra populer. Selain itu, bidang pendidikan juga membutuhkan perhatian ekstra untuk memahami kurikulum yang hobinya gonta-ganti ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau ada yang bilang kuliah di prodi PBSI ini nggak butuh keahlian khusus, rasanya pengin saya tempeleng orang itu!<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Mahasiswa PBSI banyak yang nggak paham aturan dasar PUEBI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat dari poin pertama dan kedua tadi, saya justru berhadapan dengan sebagian mahasiswa PBSI yang bahkan nggak paham hal-hal dasar seputar EYD atau <a href=\"https:\/\/puebi.js.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PUEBI.<\/a> Mereka bahkan nggak tahu caranya membedakan \u201cdi\u201d yang digabung dan dipisah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, saat tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang jadi syarat wajib kelulusan mahasiswa prodi PBSI sebelum maju sidang skripsi, justru banyak yang nggak lolos. Bahkan untuk dapat skor minimal saja, teman-teman saya banyak yang nggak mampu. Alhasil, mereka harus remedi dan diam-diam membeli kunci jawaban agar bisa lolos tes UKBI tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironis banget kan, ya? Mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia tapi nggak paham Bahasa Indonesia. Terus, kuliah selama delapan semester tuh, ngapain aja sih?<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Sebagian besar mahasiswa Prodi PBSI nggak suka baca buku<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya saja prodi PBSI, jadi mahasiswanya seharusnya memang dituntut untuk membaca banyak buku. Pasalnya, kalau udah jadi guru nanti, diharapkan guru-guru Bahasa Indonesia ini bisa jadi agen perubahan untuk meningkatkan minat literasi siswa di sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, praktiknya justru nol besar. Sebagian besar teman saya justru nggak suka baca buku. Mereka nggak mengenal buku-buku fiksi ataupun non-fiksi. Dari sekitar tiga puluh dua mahasiswa di kelas, bisa jadi hanya lima sampai tujuh orang saja yang benar-benar membaca buku. Itu pun kadang baca buku fiksinya kalau lagi mata kuliah yang berhubungan dengan sastra Indonesia saja. Selebihnya bablas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi teringat, dulu saya punya teman yang hanya membeli satu saja buku fiksi selama kuliah delapan semester. Buku fiksi tersebutlah yang ia pakai terus-menerus di berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan sastra Indonesia, seperti sosiologi sastra, psikologi sastra, kritik sastra, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jangan harap guru bahasa Indonesia di sekolah-sekolah itu bisa meningkatkan minat literasi bangsa ya, wong mereka saja nggak suka baca buku, kok, Hehehe.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Siti Halwah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-pbsi-memang-jurusan-yang-nanggung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prodi PBSI ini punya sisi gelap. Mahasiswanya belajar bahasa Indonesia, tapi nggak paham PUEBI dan nggak suka baca buku. <\/p>\n","protected":false},"author":200,"featured_media":340529,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[1164,28774,33402,7462],"class_list":["post-401857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-bahasa-indonesia","tag-jurusan-pbsi","tag-pendidikan-bahasa-dan-sastra-indonesia","tag-puebi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/200"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401857"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401902,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401857\/revisions\/401902"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/340529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}