{"id":401373,"date":"2026-05-02T14:31:31","date_gmt":"2026-05-02T07:31:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401373"},"modified":"2026-05-02T14:31:31","modified_gmt":"2026-05-02T07:31:31","slug":"4-kelemahan-tinggal-di-apartemen-yang-nggak-ada-dalam-brosur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kelemahan-tinggal-di-apartemen-yang-nggak-ada-dalam-brosur\/","title":{"rendered":"4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari berbagai bentuk hunian, bisa kita bilang bahwa apartemen selalu dibayangkan sebagai hunian yang paling mewah sekaligus praktis. Apartemen ibarat tempat tinggal di gedung tinggi yang dilengkapi dengan segala fasilitas yang luks. Memang ada pula apartemen yang dirancang untuk bersaing di pasar dengan harga yang lebih murah, tapi bayangan kita akan tempat tinggal satu ini masih saja tentang kemewahan, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apartemen belakangan ini juga jadi pilihan orang-orang yang tinggal dan bekerja di kota besar. Kedua fenomena ini nggak cuma terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di negara lain, salah duanya yang saya ketahui adalah Korea Selatan dan Turki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2022 lalu, artikel serupa pernah ditulis dengan judul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kekurangan-tinggal-di-apartemen-yang-perlu-dipertimbangkan\/\">4<em> Kekurangan Tinggal di Apartemen yang Perlu Dipertimbangkan. <\/em><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, empat tahun setelahnya, saya mau menambahkan beberapa kekurangan tinggal di apartemen yang nggak akan kita temukan di brosur.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Tinggal di apartemen bikin ketergantungan pada segala hal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut pengakuan banyak penghuni, tinggal di apartemen akan membuat kita super-mandiri karena kita berada di lingkungan yang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/ngakunya-makhluk-sosial-padahal-individualistik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">individualis<\/a>. Kebanyakan penghuni nggak kenal dengan tetangganya sendiri, bahkan yang berada di lantai yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, jangan dikira tinggal di apartemen bisa benar-benar membuat kita mandiri. Iya, \u201cmandiri\u201d dalam hal hubungan dan interaksi sosial. Padahal yang sebenarnya terjadi, penghuni itu ketergantungan pada segala hal. Mereka over-dependence pada sistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di apartemen, air dan listrik itu sudah termasuk dalam fasilitas bulanan. Bayangkan kalau air dan listrik itu mati, bahkan beberapa jam saja. Pasti suasana di dalamnya sudah chaos. Kalau tinggal di rumah, mungkin kita masih bisa numpang di rumah tetangga untuk mandi atau menyalakan lilin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di apartemen, mana bisa ketok-ketok pintu tetangga dan numpang mandi. Semua penghuni akan merasakan kekacauan yang sama. Apalagi kalau listrik mati, otomatis lift juga ikut nggak berfungsi. Langsung bingung kan penghuni yang menempati lantai atas.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Tinggal di apartemen justru nggak bebas sama sekali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih tinggal di apartemen artinya siap menaati semua peraturan, sebesar dan sekecil apapun itu, dari awal hingga akhir masa tinggal. Mulai dari jam tamu, aturan parkir, sampai larangan dari A sampai Z, semuanya pasti bisa kita temukan di apartemen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, peraturan tersebut dibentuk untuk menciptakan kenyamanan antara setiap penghuni. Tapi, buat orang yang berjiwa bebas, tinggal di apartemen malah terasa seperti mengekang. Aturan sekecil apapun bisa dengan mudah bikin stres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, ibaratnya tinggal di apartemen itu kayak hidup di dalam daftar peraturan yang nggak kita buat lah.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Sepi sekaligus hampa jadi teman sehari-hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi sosial di apartemen memang cenderung individualis dengan para penghuninya mengurus urusan masing-masing. Kalau nggak kepepet banget, hampir nggak ada gotong royong atau saling membantu antarpenghuni di sana. Buat para <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/tipe-kepribadian-introvert-bukan-berarti-buruk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">introvert<\/a> atau yang baterai sosialnya lemah, tinggal di hunian macam ini bisa menjadi pilihan terbaik karena nggak perlu berinteraksi dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetap, kalau kita lihat dari perspektif yang lebih luas, sebenarnya sepinya apartemen itu bukan sekadar sepi. Di sana, hampir nggak ada suara kehidupan dari aktivitas organik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin deh, kalau tinggal di kampung kita masih bisa mendengar suara masyarakat saling berinteraksi, mulai dari ibu-ibu ngobrol sambil beli sayur, bapak-bapak kerja bakti di Minggu pagi, sampai anak-anak yang heboh jajan cilok sepulang sekolah. Tanpa kita sadari, suara-suara ini yang membuat hidup kita berwarna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, di apartemen semua suara itu \u201cdikontrol\u201d. Kebisingan itu dilarang di hampir semua apartemen dengan alasan kenyamanan. Introvert mentok pun kadang masih butuh suara dan interaksi nggak sih? Tapi, di apartemen, kehampaan ini membuat kehidupan jadi nggak hidup lagi.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Makin tinggi lantai, makin jauh penghuninya dari bumi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di apartemen artinya tinggal di gedung berlantai tinggi dengan keterbatasan ruang. Seluas-luasnya hunian ini, tetap kalah dengan rumah di desa sekalipun, khususnya dalam hal hubungan dengan alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di artikel terdahulu sudah dibahas keterbatasan ruang di apartemen seperti soal susahnya mengadakan acara besar, memelihara hewan peliharaan, dan mencuci kendaraan. Ada hal lain nih yang belum disebut dari segi alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di apartemen, nggak ada tanah dan halaman yang bisa membuat kita terkoneksi dengan alam. Coba bayangkan kalau kita tinggal di lantai 10, misalnya. Letak tempat tinggal kita saja sudah jauh dari pucuk tertinggi pohon. Kita mungkin nggak akan pernah mendengar lagi cuitan burung di pagi hari, apalagi dengar ayam jantan berkokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, nggak adanya halaman membuat kita nggak bisa leluasa menjemur pakaian. Alhasil, ketergantungan dengan mesin pengering atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/cuci-baju-di-laundry-konvensional-bikin-kapok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">laundry<\/a>. Kita juga nggak bisa menanam tanaman secara bebas maupun memegang rumput, sebagaimana yang dikatakan netizen, \u201cTouch some grass!\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di apartemen memang tampak mewah dan berkelas. Namun, banyak juga sisi kekurangannya yang harus dipikirkan ulang, terutama jika kamu adalah seseorang yang bebas, nggak suka dikekang aturan, dan suka ruang yang luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: <\/span>Noor Annisa Falachul Firdausi<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rumah-dekat-taman-sari-jogja-menderita-banyak-turis-aneh\/\"><i>Rumah Dekat Taman Sari Jogja Itu Menderita, Jadi Tontonan Turis hingga Sering Mengalah demi Pariwisata<\/i><\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendengar apartemen pasti terbayang hunian modern yang apa-apa serba mudah. Padahal, hunian satu ini juga banyak kekurangannya. <\/p>\n","protected":false},"author":1077,"featured_media":401413,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[10656,16544,535,10935],"class_list":["post-401373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-apartemen","tag-hunian","tag-tempat-tinggal","tag-tinggal-di-apartemen"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1077"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401373"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401414,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401373\/revisions\/401414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}