{"id":401369,"date":"2026-05-05T08:36:17","date_gmt":"2026-05-05T01:36:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401369"},"modified":"2026-05-05T08:36:32","modified_gmt":"2026-05-05T01:36:32","slug":"urus-ktp-di-bangkalan-madura-ternyata-tidak-menjengkelkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/urus-ktp-di-bangkalan-madura-ternyata-tidak-menjengkelkan\/","title":{"rendered":"Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu lalu, saya menyadari bahwa KTP Ibu saya rusak. Namun, karena sering mendengar desas-desus urusan dengan Dispendukcapil Bangkalan Madura itu ribet dan melelahkan, saya memutuskan untuk melakukan hal gila: melaminating KTP-nya dahulu agar nggak terkelupas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ribet, keputusan gila ini saya ambil karena dahulu keluarga kami pernah ditipu hingga jutaan rupiah terkait urusan macam ini. S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">aat itu, Ibu berniat membuat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kartu-keluarga-keluaran-dukcapil-kayak-fotokopian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kartu Keluarga (KK)<\/a> baru serta akta kelahiran untuk saya dan kakak saya yang akan melanjutkan pendidikan SMP dan SMA. Lalu, datanglah tetangga saya mengajukan diri sebagai calo untuk membuat dua dokumen tadi. Jutaan rupiah pun melayang.<\/span><\/p>\n<p>Pengalaman itu membuat saya agak malas berurusan dengan <span style=\"font-weight: 400;\">tek-bengek administrasi di Dispendukcapil Bangkalan Madura. Saya cenderung menunda-nunda urusan administrasi, termasuk soal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cetak ulang KTP milik Ibu. Saya menunggu hingga siap mental.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Hingga akhirnya, urusan ini tidak bisa ditunda lagi. <span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, saya berniat membawa Ibu sebagai pemilik KTP untuk mencetak ulang di Mal Pelayanan Publik Bangkalan. Namun, karena sudah lansia, Ibu menolak. Saya kemudian mencari tahu apakah kegiatan cetak ulang KTP ini bisa diwakilkan seperti proses bikin KTP baru yang pernah saya lakukan dulu saat KTP saya hilang. Ternyata bisa, dia hanya memerlukan surat kuasa, seenggaknya begitu yang tertulis di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perpustakaan-tidak-akan-sekarat-hanya-karena-google\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat hari-H, saya memberanikan diri pergi ke lantai 3 Bangkalan Plaza tempat <a href=\"https:\/\/dpmpt.bantulkab.go.id\/web\/berita\/detail\/845-mengenal-penyelenggaraan-mal-pelayanan-publik-mpp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mal Pelayanan Publik (MPP)<\/a> berada. Saya masuk ke sana dengan pengetahuan nol dan perasaan waswas. Khawatir kena semprot petugas karena persyaratan yang saya bawa kurang, sedangkan rumah saya letaknya cukup jauh dari lokasi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, kekhawatiran saya ternyata sia-sia. D<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ugaan dan desas-desus yang saya dengar selama ini salah besar. Ternyata berurusan dengan Dispendukcapil Bangkalan Madura itu nggak semenakutkan seperti yang saya bayangkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Saat sampai, hanya perlu ambil nomor antrian sesuai dengan keperluan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tiba di lantai 3, saya disambut oleh berbagai kursi sebagai tempat tunggu. Di luar ada, di dalam juga ada. Saya masuk ke dalam ruangan dan sepertinya wajah saya yang menyiratkan kebingungan diketahui oleh petugas. Dia bertanya keperluan saya dan mengarahkan saya pada mesin komputer pencetak nomor antrian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sana, saya menyadari bahwa Dispendukcapil Bangkalan terlihat agak modern dari pada tiga tahun lalu saat saya ke sini mengurus cetak ulang KTP yang hilang. Dulu, nggak ada mesin cetak nomor antrian. Semuanya diserahkan secara manual ke petugas, saya mengisi formulir, lalu dianjurkan untuk kembali tiga hari lagi saat KTP saya sudah selesai dicetak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sekarang, saya melihat ada berbagai pilihan di mesin cetak tersebut. Nggak hanya KTP saja, namun segala jenis dokumen kependudukan, seperti KTA, KK, hingga Akta. Di sana juga melayani tentang imigrasi, pajak, hingga layanan lain seperti<a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/keluh-masyarakat-soal-administrasi-bpjs-kesehatan-yang-sulit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> BPJS<\/a>, PDAM, dll. Pokoknya, semuanya lengkap dan ngumpul di satu titik itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, setiap layanan juga berbeda petugasnya. Awalnya saya skeptis, karena disatukan di satu tempat, pasti pelayanannya lama karena terbatasnya petugas. Ternyata, setiap petugas hanya melayani satu bidang layanan. Jadinya nggak bikin antrian lama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Urus cetak ulang KTP Bangkalan Madura hanya perlu membawa KTP yang rusak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai mencetak ulang nomor antrian, saya menunggu dengan was-was. Pasalnya, saya agak malas membuat surat kuasa karena memerlukan materai Rp10.000. Jadi, saya hanya membawa KTP milik ibu saya yang rusak saja. Namun, menyadari saya hidup di Indonesia yang sering banget butuh fotokopi dokumen untuk segala urusan, saya kemudian memfotokopi KTP milik ibu saya, anggap saja sebagai pegangan kalau nanti diminta oleh petugasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, saya keliru. Petugas hanya membutuhkan KTP yang rusak saja sebagai persyaratan untuk cetak ulang KTP. Saya nggak dimintai apa pun lagi. Nggak perlu fotokopi KTP, nggak usah surat kuasa bermaterai, nggak perlu mengisi data dan formulir apa pun. Saya hanya menyerahkan KTP yang rusak, lalu menunggu petugasnya untuk mencetak ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses mencetaknya pun sebentar, nggak sampai sepuluh menit, nama ibu saya sebagai pemilik KTP sudah dipanggil. KTP milik ibu saya sudah kembali baru lagi. Mudah, cepat. dan nggak ribet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah urusan cetak ulang KTP selesai, saya langsung bersyukur. Meskipun kondisi Kabupaten Bangkalan yang dari dulu hanya gini-gini saja dan minim perubahan, seenggaknya untuk urusan dokumen, Dispendukcapil Bangkalan Madura berbenah semakin baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat warga Bangkalan Madura khususnya yang tinggal di desa dan ingin mengurus dokumen seperti KTP, KK, atau Akta, nggak usah takut lagi ya, apalagi sampai pakai calo. Tinggal datang langsung ke Mal Pelayanan Publik di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-plaza-madura-hidup-segan-mati-tak-mau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bangkalan Plaza<\/a>. Gampang dan anti ribet, kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Siti Halwah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-akan-terus-berada-di-bawah-sumenep-dan-pamekasan\/\"><b><i>Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bangkalan Madura nggak selalu jelek. Proses cetak ulang KTP di Mal Pelayanan Publik salah satu buktinya, layanan cepat dan jelas.<\/p>\n","protected":false},"author":200,"featured_media":401753,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,22434,8955,5020,22101,33386],"class_list":["post-401369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-ktp","tag-madura","tag-mal-pelayanan-publik","tag-perbarui-ktp"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/200"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401369"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401788,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401369\/revisions\/401788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}