{"id":401305,"date":"2026-05-01T08:08:49","date_gmt":"2026-05-01T01:08:49","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401305"},"modified":"2026-04-30T16:43:12","modified_gmt":"2026-04-30T09:43:12","slug":"kuliah-s2-ugm-nyambi-mua-nggak-malu-malah-jadi-bekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-s2-ugm-nyambi-mua-nggak-malu-malah-jadi-bekal\/","title":{"rendered":"Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lulus dari salah satu program S2 FEB UGM, MM UGM, pada 2014 rasanya seperti pakai barang branded dari ujung kaki sampai kepala. Gelar M.B.A. terdengar mentereng, tapi saya sendiri bingung fungsinya buat apa selain buat gagah-gagahan. Bukan nggak bersyukur, melainkan karena saya sadar diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nekat jadi dosen, kapasitas otak saya pasti keok dibanding lulusan <a href=\"https:\/\/mscdoctor.feb.ugm.ac.id\/id\/beranda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">M.Si. FEB UGM<\/a> yang isinya teori tingkat dewa. Mau jadi pengusaha pun rasanya tanggung. Kuliah saya isinya bedah studi kasus. Ini tentu kalah telak sama lulusan Prasetiya Mulya atau Universitas Ciputra yang sudah disuruh jualan sejak semester awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah peningnya mengerjakan tesis, saya pun mengambil exit strategy yang mungkin dianggap ajaib oleh kawan seangkatan. Pada hari kerja, saya malah menimba ilmu teknik makeup di sekolah tata rias Puspita Martha di bilangan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/kos-murah-di-tamsis-kota-jogja-saksi-drama-dan-sengketa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Taman Siswa<\/a>, Yogyakarta. Sementara, di akhir pekan saya mengikuti kelas pekerja di kampus demi menuntaskan tanggung jawab sebagai mahasiswa S2 UGM.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan ini matang. Bukan karena saya mahasiswa reguler yang kurang kerjaan. Tapi, ini karena saya telat lulus satu semester pasca program pertukaran pelajar. Pun, saya merasa lebih butuh bergaul dengan praktisi pencari uang daripada mahasiswa santai yang punya banyak waktu luang.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/s2-ugm-diminati-lulusan-s1-kampus-mana-aja-kecuali-ugm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Baca juga S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri.<\/em><\/a><\/p>\n<h2><b>Menjadikan teman-teman S2 UGM sebagai pelanggan pertama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu memutuskan jadi MUA, saya nggak perlu modal iklan besar-besaran. Target pasar paling empuk sudah tersedia di depan mata. Siapa lagi kalau bukan teman-teman seangkatan di MM UGM. Di saat mereka sudah lulus sidang duluan dan tinggal menghitung hari menuju wisuda, saya justru sibuk menjajakan diri sebagai perias wajah amatiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa rasa malu, saya pamerkan sertifikat kelulusan sekolah kecantikan sebagai jaminan. Alat tempur saya waktu itu masih sangat sederhana, produk lokal standar kursusan. Karena sadar diri keahlian saya masih seumur jagung, saya pasang tarif harga pertemanan, yakni Rp150.000 per kepala, sudah dengan tata rambut ala kadarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadikan teman-teman S2 UGM sebagai kelinci percobaan ternyata adalah keputusan bisnis paling waras yang pernah saya ambil. Pertama, saya nggak perlu kena serangan jantung saat mereka melontarkan kritik pedas. Kedua, mereka masih punya cadangan kesabaran yang luas untuk memaklumi hasil polesan saya yang mungkin masih agak berantakan waktu itu. Barangkali, kalau saat itu saya nekat mengambil job profesional dengan klien asing, mental saya sudah hancur lebur sebelum sempat mengambil order berikutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengejar momentum media sosial agar lekas dikenal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2014 adalah gerbang ledakan Instagram. Ditambah, saya melihat celah bisnis di tengah kekesalan para wisudawati yang lelah mengantre di salon sejak subuh hanya untuk berakhir dengan riasan medok khas perias zaman purba. Di sinilah ilmu manajemen saya bekerja dengan masuk ke pasar saat barrier to entry masih rendah, tapi potensi pertumbuhannya eksponensial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun melakukan personal branding sebagai MUA modern yang menawarkan jasa panggil ke rumah atau hotel. Ini adalah sebuah solusi praktis bagi wisudawan milenial yang ogah ribet. Menjadi MUA kala itu bukan sekadar hobi, melainkan kecerdasan mengambil posisi di industri yang sedang booming sebelum kompetisi berubah jadi lautan merah.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-ambil-s2-ugm-setelah-lulus-s1-dari-tempat-sama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Baca juga Ambil S2 UGM setelah Lulus S1 dari Tempat yang Sama, Alasan Saya Tidak Bosan Kuliah di Gadjah Mada.<\/em><\/a><\/p>\n<h2><b>Pandemi memaksa saya pulang kembali ke jalur akademis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karier saya sempat menanjak dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/berprofesi-menjadi-makeup-artist-nggak-semudah-itu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perias wisuda<\/a> ke dunia wedding yang lebih prestisius. Dan, tentu saja, lebih cuan. Namun, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-sebagai-keluarga-penyintas-covid-19-dan-tips-menghadapi-situasi-darurat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Covid-19<\/a> datang menghancurkan segalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Industri pernikahan mati suri. Koper makeup saya pun pensiun di pojokan kamar. Di titik terendah ini, ilmu selama S2 UGM dan gelar M.B.A. yang dulu saya anggap cuma aksesori ternyata jadi penyelamat. Saya memutuskan pulang ke dunia akademis sebagai pengajar sembari mengambil studi lanjut sebagai tambahan aset otak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya terasa aneh. Jemari saya lebih luwes menarikan kuas daripada mengetik di laptop. Tapi, keputusan ini adalah pilihan paling logis. Apalagi fisik saya sudah mulai akrab dengan encok dan sakit pinggang kalau kelamaan merias klien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, pengalaman berdarah-darah di industri kreatif justru jadi bumbu kuliah yang sangat laku di kelas. Saya nggak lagi bicara teori muluk-muluk, tapi realita bisnis yang nyata. Pandemi mungkin menghentikan sapuan kuas saya. Namun, bencana tersebut berhasil membuka kembali lembaran buku yang dulu sempat saya abaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Paula Gianita Primasari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><em><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nestapa-mua-wisuda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak.<\/a><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak pernah malu kuliah S2 UGM sambil kerja sebagai MUA, justru pengalaman itu menjadi bekal yang solid untuk menjalani kehidupan. <\/p>\n","protected":false},"author":1777,"featured_media":401312,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[6123,16703,9926,23216,1191,17167,30686,195],"class_list":["post-401305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-feb","tag-magister","tag-makeup-artist","tag-mm-ugm","tag-mua","tag-s2","tag-s2-ugm","tag-ugm"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1777"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401305"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401313,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401305\/revisions\/401313"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}