{"id":401093,"date":"2026-04-29T09:02:13","date_gmt":"2026-04-29T02:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=401093"},"modified":"2026-04-29T09:02:13","modified_gmt":"2026-04-29T02:02:13","slug":"kecamatan-pedan-klaten-tempat-tinggal-terbaik-di-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kecamatan-pedan-klaten-tempat-tinggal-terbaik-di-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Pedan Klaten merupakan sebuah wilayah dengan potensi besar. Luas wilayah kecamatan ini mencapai 19.17 kilometer persegi dan terbagi menjadi 14 desa. Berbatasan dengan kecamatan Juwiring di sisi Utara, kecamatan Karangdowo di sisi timur, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/desa-ngerangan-klaten-cikal-bakal-angkringan-sesungguhnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cawas<\/a> di sisi selatan serta Kecamatan Ceper dan kecamatan Trucuk di sisi Barat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun wilayahnya tidak terlalu luas, namun letak Kecamatan Pedan Klaten sangat strategis. Kabupaten sekitar seperti Wonogiri, Surakarta, dan Sukoharjo mudah menjangkau Pedan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pedan sendiri tidak jauh dari pusat kota Klaten. Hanya sekitar 11 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara. Jadi, warga tidak kesulitan untuk mengakses layanan administratif dan fasilitas perkotaan.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/klaten-dulu-diremehkan-orang-jogja-kini-berubah-jadi-iri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja<\/a><\/p>\n<h2><b>Lingkungan Kecamatan Pedan Klaten yang masih asri dan sangat subur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara geografis, Kecamatan Pedan Klaten masuk dataran rendah-menengah dan merupakan daerah yang subur. Karena tanahnya yang subur, sebagian masyarakat Pedan bekerja sebagai petani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana lingkungan Pedan masih asri dengan banyaknya hamparan sawah, pepohonan hijau yang rindang di sepanjang jalan dengan udara yang masih bersih dan sejuk. Kondisi air di Pedan juga bersih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kombinasi yang seimbang antara lingkungan yang masih asri, suasana yang tenang jauh dari hiruk pikuk kota namun tidak terisolasi dengan pusat kota. Hal ini membuat siapa saja merasa nyaman tinggal disini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pusat kegiatan lokal dan pusat pertumbuhan ekonomi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Pedan punya <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pedan,_Klaten\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">potensi besar di bidang ekonomi<\/a>. Letaknya yang strategis menjadikan Pedan sebagai pusat kegiatan lokal, baik bidang ekonomi maupun sosial bagi desa-desa lain di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat perekonomian Kecamatan Pedan Klaten berada di sepanjang jalan daerah pasar. Di sinilah segala kegiatan ekonomi local berlangsung dan bertumbuh. Area sekitar pasar merupakan kawasan pertokoan, kawasan kuliner, dan perbankan yang lengkap. Daerah lain tidak memiliki kemewahan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa toko emas, toserba, toko fashion, toko elektronik dan lainnya yang berada di sekitar pasar dan menjadi jujugan masyarakat. Begitu juga dengan perbankan dan jasa keuangan. Banyak bank yang membuka cabang lengkap dengan jaringan ATM-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar Pedan sendiri juga merupakan pasar tradisional semi modern yang Istimewa. Pasar ini mempunyai hari pasaran Wage atau disebut Wagen. Setiap Wagen akan ada pasar tumpah di sepanjang jalan yang menjual aneka barang unik dan juga barang thrift atau barang bekas, atau biasa disebut pasar klithikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lapangan Gelora Pemuda Pedan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak jauh dari pasar terdapat Lapangan Gelora Pemuda Pedan. Lapangan Gelora Pemuda Pedan memiliki peranan yang sangat penting. Berfungsi sebagai pusat kegiatan publik, di antaranya kegiatan olahraga, rekreasi, kuliner atau kegiatan kenegaraan seperti upacara bendera dan kegiatan sosial pemerintahan yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun lapangan desa, tetapi vibes lapangan ini sudah seperti alun-alun. Berada di pinggir jalan utama dan dekat dengan fasilitas umum menjadikannya sebagai tempat favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu dan mencari hiburan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sore hari, banyak pemuda, orang tua, hingga anak-anak nongkrong sembari menikmati suasana atau sekadar jalan-jalan menikmati kuliner. Banyak makanan enak dan murah di sekitar area lapangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lurik dan Konveksi Tambakboyo bukti majunya sektor industri UMKM di Kecamatan Pedan Klaten<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pertanian, kegiatan ekonomi di Kecamatan Pedan Klaten juga berjalan di sektor industri. Potensi bisnis di sini sangat bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua sektor <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-umkm-klaten-berhasil-go-digital-sukses-jualan-sampai-ke-luar-negeri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">industri UMKM<\/a> yang tumbuh dan menjadi ikon, yaitu pusat konveksi di desa Tambakboyo dan industri lurik. Bahkan lurik kini menjadi ikon Klaten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua sektor ini menjadi daya tarik tersendiri. Membuat Pedan juga menjadi pusat wisata belanja produk masyarakat. Bagi yang sedang mencari fashion seperti gamis, jilbab, kaos, celana dan lain-lain kalian bisa langsung menuju pusat konveksi di desa Tambakboyo. Di sini banyak industri konveksi rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang ingin mencari kain tradisional lurik, kalian bisa berkunjung ke Lurik Prasojo di Desa Bendo. Selain belanja, kalian juga bisa melihat langsung proses pembuatan kain lurik. Lokasi showroom-nya berdampingan langsung dengan pabrik pembuatan kain luriknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lengkapnya pusat pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Pedan Klaten<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain fasilitas pendukung ekonomi, Kecamatan Pedan Klaten juga memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan yang memadai. Terdapat beberapa pilihan sekolah dari jenjang tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas kesehatan juga tersedia di sini. Terdapat Puskesmas yang melayani kesehatan dasar. Selain puskesmas ada juga Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah dan Rumah Sakit Umum Mitra Pedan. Fasilitas rumah sakit di sini sudah lengkap, memadai, dan punya tenaga medis yang profesional.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/klaten-bintang-baru-di-langit-pariwisata-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah<\/a><\/p>\n<h2><b>Pura Candi Untoroyono, Bukti keberagaman dan toleransi umat beragama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecamatan Pedan Klaten memiliki berbagai sarana ibadah umat beragama. Seperti masjid dan musala, gereja, dan Pura. Hal ini menunjukkan kerukunan dan toleransi umat beragama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu bentuk keberagaman umat beragama adalah keberadaan Pura Candi Untoroyono di Dukuh Nayan, Desa Kalangan. Candi Untoroyono berada di tengah-tengah pemukiman penduduk yang asri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Untoroyono merupakan tempat ibadah umat Hindu untuk menjalankan ritual keagamaan dan juga meditasi. Meskipun masih aktif sebagai tempat ibadah, Candi Untoroyono terbuka untuk masyarakat umum yang ingin berkunjung untuk menambah wawasan tentang agama dan warisan budaya Hindu di Indonesia.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, banyak masyarakat di luar agama Hindu yang mengunjungi Pura Candi Untoroyono untuk melihat keindahan arsitektur dan ornamen candi. Tidak lupa pengunjung memotret keindahan Pura Candi Untoroyono dan menguploadnya di media sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah tadi beberapa hal yang membuat Kecamatan Pedan Klaten menjadi salah satu wilayah terbaik untuk menjadi tempat tinggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang sedang melintas, cobalah mampir. Oiya, ada kuliner khas Pedan yang wajib kalian coba. Nama makanannya adalah kepel. Kalian bisa menemukan kepel di sepanjang jalan Cawas-Pedan dan di sepanjang jalan desa Keden.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Fitri Handayani<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-daerah-tempat-tinggal-paling-masuk-akal-untuk-pekerja-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten, Daerah Tempat Tinggal Paling Masuk Akal untuk Pekerja Jogja yang Ngeri dengan Harga Properti<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kecamatan Pedan Klaten punya potensi besar untuk menjadi tempat tinggal terbaik, tak hanya lokal Klaten, bahkan di Jawa Tengah.<\/p>\n","protected":false},"author":2474,"featured_media":401094,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10004,33342,33341,8095,33345,33346,33344,33343],"class_list":["post-401093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jawa-tengah","tag-kecamatan-pedan","tag-kecamatan-pedan-klaten","tag-klaten","tag-konveksi-tambakboyo","tag-lapangan-gelora-pemuda-pedan","tag-pura-candi-untoroyono","tag-umkm-pedan"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2474"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=401093"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401093\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401095,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/401093\/revisions\/401095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/401094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=401093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=401093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=401093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}