{"id":400950,"date":"2026-04-28T12:35:13","date_gmt":"2026-04-28T05:35:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=400950"},"modified":"2026-04-28T12:35:13","modified_gmt":"2026-04-28T05:35:13","slug":"hidup-di-kotabaru-jogja-itu-enak-sampai-kamu-coba-menyeberang-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-di-kotabaru-jogja-itu-enak-sampai-kamu-coba-menyeberang-jalan\/","title":{"rendered":"Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang mungkin mengenal Kotabaru sebagai kawasan elitenya Jogja. Ada yang ingat karena bangunan cagar budaya yang berdiri kokoh di kawasan ini. Ada juga yang melihatnya sebagai pusat kuliner dan tren yang terus berkembang, cafe yang terus bermunculan, tempat-tempat nongkrong yang makin hari makin ramai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi dari semua itu, mungkin banyak yang bertanya: Sebenernya hidup di kawasan \u201celite\u201d seperti Kotabaru Jogja tuh enak nggak sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seseorang yang menghabiskan sebagian besar waktu di kawasan ini, kalau ditanya enak atau tidak saya akan menjawab: Enak tapi ya nggak sesederhana itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lokasi, nggak perlu didebat kalau lokasinya benar-benar enak karena ada di jantungnya Jogja. Sekilas, dalamnya juga nyaris sempurna. Mau makan atau nongkrong? Banyak. Cari buku tinggal pilih mau ke Togamas atau Gramedia Sudirman yang ikonik itu. Butuh rumah sakit tinggal ke RS Bethesda atau RS DKT Dr. Soetarto. Mau naik transum? Ada halte TransJogja sama Stasiun Lempuyangan (ya walau nggak termasuk Kotabaru tapi masih dekat lah).<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/hiburan\/kotabaru-permukiman-orang-orang-eropa-yang-dibangun-bukan-dengan-patokan-arah-angin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Kotabaru, Permukiman Orang-orang Eropa yang Dibangun Bukan dengan Patokan Arah Angin <\/strong><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi soal trotoar. Walau kedengarannya sangat sepele, tapi manfaatnya bagi pejalan kaki seperti saya sangat terasa. Trotoar di sepanjang kawasan ini lebar, relatif bersih, dan cukup aman bagi para pejalan kaki dari pengendara nakal. Memang bare minimum sih, tapi ironisnya belum banyak trotoar di Jogja yang sebagus dan selayak trotoar di Kotabaru, paling yang lebih bagus hanya di Malioboro karena merupakan pusat wisata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa hal yang saya jabarkan memang Kotabaru terasa sangat ideal bukan? Tapi makin lama saya sadar bahwa kenyamanan dan keamanan yang ada tidak datang tanpa konsekuensi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kotabaru Jogja macet!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah pertama adalah masalah paling klise yang ada di zaman sekarang: Macet. Walaupun jumlah lampu merah di sini bisa dihitung dengan jari, tapi tidak bikin kawasan ini terhindar dari kemacetan. Terlebih di jam berangkat atau pulang kerja, kemacetannya bisa mengular ke seluruh kawasan. Cukup ironis bagi kawasan yang seharusnya serba dekat dan cepat, tapi orang-orang harus diam cukup lama hanya karena macet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kawasan ini sering macet dan padat, maka ada hal sederhana yang sulit dilakukan: Menyeberang jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin di gang-gang kecil Kotabaru Jogja, menyeberang jalan sangat mudah, tetapi di jalan utama seperti Jalan Suroto, Jalan Abu Bakar Ali, dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stadion_Kridosono\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stadion Kridosono<\/a> menyeberang adalah masalah besar. Menyeberang di sini tidak sesederhana berpindah dari satu sisi ke sisi lain tapi juga tentang menunggu, memperkirakan, dan sedikit pasrah dengan ramainya jalanan yang sering kali tidak mau memberi sedikit rasa iba kepada para pejalan kaki.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Masalah sampah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi masalah soal sampah. Di samping deretan toko bunga persis, ada satu tempat penampungan sampah yang bisa menampung puluhan ton sampah. Tumpukan sampah yang meluber, bau yang menyengat berdampingan langsung dengan tempat yang menjual keindahan dan bau yang harum. Hal ini tentu kontras dengan citra Kotabaru sebagai kawasan \u201celite\u201d di Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kotabaru Jogja memang paket lengkap, nyaman, strategis pula. Akan tetapi di saat yang sama Kotabaru juga menunjukkan bahwa semua kemudahan tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup yang ideal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trotoarnya mungkin lebar, tetapi untuk menyeberang tetap susah. Dekat ke mana-mana dan transum yang memadai tetap saja kan terjebak kemacetan. Kawasannya terkenal elite dan tata kota yang rapi tapi masih berkutat dengan masalah dasar seperti sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi ya akhirnya saya sadar kalau hidup di kawasan \u201celite\u201d bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi masalahnya hanya dibungkus lebih rapi. Kalau kamu? Masih mau coba hidup di Kotabaru?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Keysha Rizky Fadilla<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kotabaru-jogja-kawasan-pemukiman-belanda-jadi-tempat-wisata\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kotabaru Jogja memang paket lengkap, nyaman, strategis pula. Tapi kamu harus siap juga dengan macet dan jalan yang ruwet.<\/p>\n","protected":false},"author":3246,"featured_media":289352,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[115,25403,17421],"class_list":["post-400950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jogja","tag-kotabaru-jogja","tag-stadion-kridosono"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3246"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400950"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":401009,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400950\/revisions\/401009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/289352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}