{"id":400448,"date":"2026-04-23T13:18:05","date_gmt":"2026-04-23T06:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=400448"},"modified":"2026-04-23T13:18:05","modified_gmt":"2026-04-23T06:18:05","slug":"warga-bantul-tetap-happy-walau-nggak-punya-bioskop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warga-bantul-tetap-happy-walau-nggak-punya-bioskop\/","title":{"rendered":"Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan bioskop di Klaten beberapa waktu lalu sudah jelas membuat saya sebagai warga Bantul agak gigit jari. Pasalnya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klaten-bikin-perjalanan-solo-jogja-berat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Klaten<\/a> dan Bantul tak jarang menjadi wilayah yang dibanding-bandingkan keunikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, gebrakan lain muncul, bahkan di daerah yang lebih dekat dengan Bantul, yakni <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-culture-shock-yang-saya-rasakan-saat-pertama-kali-ke-pantai-gunungkidul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunungkidul<\/a>. Iya! Gunung Kidul sekarang juga memiliki bioskop!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, kalau warga Bantul ingin menonton film, mereka harus ke mana? Ya, lumrahnya ke Kota Jogja atau Kabupaten Sleman karena bioskop hanya ada di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tetap saja, buat saya, pergi menonton bioskop itu bukan sebuah kegiatan yang memiliki urgensi tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ketiadaan bioskop dan mal di kabupaten ini, akhirnya saya melakukan observasi mengenai tontonan apa yang sejatinya difavoritkan oleh warga Bantul. Dan, kenyataannya, ketiadaan bioskop sesungguhnya tidak berdampak signifikan bagi anak muda Bantul.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada mal dan bioskop yang berdiri di Bantul<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, mungkin saya harus jelaskan kembali bahwa Bantul itu tidak memiliki mal karena secara hukum, memang ada peraturan yang mengatur mengenai pembangunan mal atau pusat perbelanjaan di daerah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika ingin dilihat dari alasan yang menggelitik, mungkin saja tidak adanya mal di Bantul karena maraknya aksi klitih yang mengganggu ketentraman warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan keberadaan bioskop, menurut saya, akan sulit menentukan daerah mana di Bantul yang cocok untuk mendirikan bioskop. Misalnya, bayangkan jika bioskop dibangun di daerah Kasihan, tanpa mal mewah pun wilayah ini sudah macet, boro-boro ditambah gedung bioskop. Atau dibangun di Banguntapan? Wilayah tersebut sudah terlampau powerful!<\/span><\/p>\n<h2><b>Lebih ramai penonton jathilan dan panggung dangdut<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bingung soal kemungkinan wilayah mana bioskop akan didirikan, alasan yang cukup personal, menurut pengamatan saya adalah alih-alih menonton bioskop, saya merasa warga Bantul lebih tertarik dan semangat menonton tradisi jathilan dan dangdut koplo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini serius lho. Sebab, setiap ada acara jathilan atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dangdut-koplo-di-kalangan-pemuda-sempat-dianggap-norak-sekarang-malah-semarak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dangdut koplo<\/a> dihelat oleh warga setempat, entah bagaimana caranya, kabar tersebut bisa meluas hingga ke daerah lain dan menjadikan para pedagang terpanggil untuk berbondong-bondong menggelar lapaknya di sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu pula yang memanggil para warga untuk turut datang menyaksikan dan meramaikan acara tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertandingan voli antar kampung intensitasnya setara Proliga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jathilan dan dangdut koplo, warga desa di daerah Bantul juga akrab dengan olahraga voli. Makanya, jangan diragukan lagi betapa meriahnya pelaksanaan pertandingan voli antar kampung di sini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun hanya antar kampung, tapi intensitas pertandingannya bisa setara<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Proliga\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Proliga<\/a> ketika tim LavAni melawan Bhayangkara Presisi, lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertandingan voli semacam ini pun tidak terbatas usia dan gender, makanya sajian permainan di lapangan selalu heboh dan tidak tertebak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih acara semacam ini dilakukan saat malam hari, jadi banyak orang bisa menonton karena sudah memiliki waktu luang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Melihat atraksi burung dara di Pasty Bantul<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sudah pernah saya cantumkan sebagai bagian dari ide pacaran di Bantul. Teruntuk para pembaca, yang menyukai hewan, terutama burung, setiap siang hingga sore hari, di sekitar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-ide-pacaran-yang-hanya-ada-di-bantul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pasar Satwa dan Tanaman Hias (Pasty)<\/a> banyak bapak-bapak yang melakukan aksi menerbangkan burung dara. Dan, saya yakin ini juga menjadi tontonan favorit warga Bantul saat luang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Bantul tanpa mal dan bioskop itu nggak bikin warganya sengsara dan gairah anak mudanya mati, kok!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami malah tetap hidup bahagia, ya karena kami punya kegiatan-kegiatan semacam ini tadi yang nggak kalah serunya dengan menonton bioskop. Yakin, nih masih meragukan kabupaten satu ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Cindy Gunawan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bantul-tidak-butuh-mall-untuk-bisa-disebut-beradab-dan-maju\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Walau tidak punya bioskop, warga Bantul tidak kekurangan tontonan selama masih ada jathilan, dangdutan, tanding voli, hingga Pasty. <\/p>\n","protected":false},"author":1294,"featured_media":400487,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5766,22,7045,4458,4982,27548,33296],"class_list":["post-400448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bantul","tag-bioskop","tag-dangdutan","tag-jathilan","tag-mal","tag-pasty","tag-tanding-volu"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1294"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400448"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400494,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400448\/revisions\/400494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/400487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}