{"id":4003,"date":"2019-06-17T08:00:41","date_gmt":"2019-06-17T01:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4003"},"modified":"2022-01-14T13:25:05","modified_gmt":"2022-01-14T06:25:05","slug":"screenshot-adalah-kebiasaan-kita-bersama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/screenshot-adalah-kebiasaan-kita-bersama\/","title":{"rendered":"Screenshot Adalah Kebiasaan Kita Bersama"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">Saya teringat saat mengerjakan tugas sewaktu sekolah, harus disertai dengan lampiran berupa tangkapan layar atau <em>screenshot<\/em> untuk menjadi salah satu penguat laporan di makalah yang sedang disusun. Cukup dengan menekan tombol kombinasi alt+print screen dilanjutkan ctrl+v dan tidak lupa membuka <em>file<\/em> pada microsoft office, lampiran berupa <em>screenshot<\/em> sudah selesai dibuat.<\/p>\n<p>Hal terbilang repot itu dulu harus saya lakukan karena fitur dalam <em>handphone<\/em> belum secanggih saat ini, jadi jika ingin <em>screenshot<\/em>, salah satu pilihannya adalah dengan membuka <em>file<\/em> pada komputer bisa juga didapat dari internet, lalu selanjutnya bisa langsung kirim via email, disimpan, atau langsung <em>print<\/em>. Semuanya tergantung kebutuhan.<\/p>\n<p>Sekarang, hampir semua <em>handphone<\/em> keluaran terbaru dapat dipastikan memiliki fitur <em>screenshot<\/em> untuk berbagai kebutuhan dan menjadi kemudahan bagi para pengguna\u2014khususnya jika mereka malas mencatat atau mencari lagi <em>file<\/em> (dapat berupa gambar, dokumen, kutipan, dan lainnya) yang sulit ditemukan. Dengan demikian, pencarian akan lebih mudah karena <em>file<\/em> terpusat di satu lokasi pada galeri: folder <em>screenshot<\/em>.<\/p>\n<p>Namun, karena kemudahan tersebut saat ini <em>screenshot<\/em> sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Mungkin lambat laun <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/tips-sederhana-menerapkan-gaya-hidup-sehat-bagi-pekerja-kantoran\/\">akan menjadi gaya hidup<\/a>. Sedikit-sedikit <em>screenshot<\/em> sampai galeri foto menjadi penuh karena kebiasaan tersebut. Bahkan jika sudah banyak pun, belum tentu hasil dari <em>screenshot<\/em> akan terpakai.<\/p>\n<p>Mulai dari resep masakan, foto artis, kutipan dari para tokoh ternama, <em>thread<\/em> di linimasa Twitter, tab <em>likes<\/em> di Twitter, bukti percakapan di chat dengan mantan, chat yang dianggap lucu padahal tidak bagi banyak orang, sampai dengan update status atau cuitan kontroversi, dan masih banyak lagi. Semuanya di <em>screenshot<\/em> dengan banyak tujuan.<\/p>\n<p>Saya seringkali <em>screenshot<\/em> laman web atau resep masakan karena malas mencatat dan mencari ulang alamat web yang dituju. Di twitter, seringkali saya temui seseorang meng<em>capture<\/em> tab <em>likes<\/em> orang lain yang berisikan konten pornografi untuk menyerang balik orang tersebut jika sedang twitwar (adu debat di Twitter). Kemudian ini menjadi pelajaran bagi saya pribadi, untuk tidak sembarang menekan fitur like di Twitter. <em>h<\/em><em>ehe<\/em>. Ayo, segera cek tab <em>likes<\/em> masing-masing sekarang!<\/p>\n<p>Saya seringkali dibuat bingung oleh mereka yang senang sekali <em>screenshot<\/em> dan mengunggah kembali percakapan yang dilakukan di chat, ditambah tanpa menyamarkan foto, nomor, juga nama. Bukan kah itu privasi? Lantas kenapa disebar secara cuma-cuma? Sudahkah mendapat persetujuan dari yang bersangkutan? Jika lawan bicara kurang berkenan, harus berapa banyak lagi kasus yang berkaitan dengan UU ITE dan harus diselesaikan? Sekadar menegaskan, dengan atau tanpa disadari, tidak semua orang ingin mengetahui isi percakapan seseorang dalam suatu obrolan.<\/p>\n<p>Lagipula, apa faedahnya, sih, percakapan yang kebanyakan tidak seberapa itu di<em>screenshot<\/em> kemudian diposting ulang? Biar sekadar notifikasi di media sosial ramai? Jika benar demikian, cobalah pergi ke mall lalu ke area khusus penjualan <em>handphone<\/em>, niscaya notifikasi nyata akan segera diterima karena banyak penjaga <em>counter<\/em> yang menawarkan produk <em>handphone<\/em> terbaru, \u201cSilakan, Kak\u2014mampir. Lihat dan tanya-tanya aja dulu, banyak <em>handphone<\/em> terbaru~\u201d.<\/p>\n<p>Kalau pun untuk konsumsi pribadi, kebiasaan <em>screenshot<\/em> ini seringkali membuat memori terpakai cukup banyak, khususnya saya yang saat ini masih menggunakan <em>handphone<\/em> dengan memori internal sebesar 16 giga byte. Dengan pemakaian banyak aplikasi, rasanya cukup berat merelakan memori tersisa hanya untuk file <em>screenshot<\/em>. Akhirnya, bersih-bersih file harus rutin dilakukan.<\/p>\n<p>Tak jarang, kebiasaan <em>screenshot<\/em> ini juga untuk mengantisipasi lupa\u2014sebagai pengganti catatan agar lebih ringkas dalam satu <em>file<\/em>. Walau sebetulnya saya menyadari, hal ini menjadi sesuatu yang terus diulang dan akan menjadi tidak berguna saat kita simpan lalu jika tidak berguna langsung dihapus dari galeri\u2014hanya karena kebiasaan dan begitu seterusnya.<\/p>\n<p>Mau bagaimana pun, fitur <em>screenshot<\/em> dibuat untuk memberikan kemudahan bagi pengguna. Hanya saja kemudian dalam prosesnya seringkali banyak pengguna yang tidak bijak dalam menggunakannya, apalagi jika ingin menjatuhkan citra orang lain. Kecuali untuk menjadi bukti pemeriksaan melalui proses pihak yang berwenang, tentu hal tersebut lain soal.<\/p>\n<p>Sudahlah, Maemunah. Tidak perlu repot-repot <em>screenshot<\/em> hanya untuk memberi makan egomu dalam mengumbar semua informasi yang ada. Mungkin dirimu hanya kaget dengan kecanggihan teknologi terkini, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/lipi-banyak-remaja-ikut-gangster-karena-masih-cari-jati-diri-dGvD\">sampai lupa akan jati diri<\/a> yang perlu terus dibenahi agar menjadi manusia yang baik budi serta cerdas dalam berkomunikasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang hampir semua handphone keluaran terbaru dipastikan memiliki fitur screenshot untuk berbagai kebutuhan dan menjadi kemudahan bagi para pengguna<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":4008,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[75,459,1024,421,1027,1026],"class_list":["post-4003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-handphone","tag-perkembangan-media-sosial","tag-screenshoot","tag-twitter","tag-twitwar","tag-uu-ite"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}