{"id":400291,"date":"2026-04-23T15:24:27","date_gmt":"2026-04-23T08:24:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=400291"},"modified":"2026-04-23T15:24:27","modified_gmt":"2026-04-23T08:24:27","slug":"toko-bangkalan-madura-bertambah-tukang-parkir-ikut-merjalela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/toko-bangkalan-madura-bertambah-tukang-parkir-ikut-merjalela\/","title":{"rendered":"Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa tahun terakhir, geliat ekonomi di Bangkalan Madura\u00a0 membaik. Buktinya, makin ke sini, franchise atau waralaba di kabupaten tempat tinggal saya ini terus bertambah.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari Esteh Indonesia, Belikopi, Kopi Kenangan, Teh Kota, apalagi TeaBreak, sudah bertebaran cabangnya. Yang terbaru, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bisakah-tomoro-coffee-bertahan-lama-di-indonesia-bisa-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tomoro Coffee<\/a> juga mau buka cabang di kabupaten ini katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma brand minuman, perusahaan ritel asal Tiongkok, yakni Miniso juga udah lama buka di Bangkalan Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, saya pribadi cukup senang dengan kehadiran berbagai franchise ini. Sebab, artinya, perputaran ekonomi di Bangkalan Madura terus berjalan. Tapi, yang saya sayangkan, saya mesti menyiapkan lebih banyak pecahan uang untuk bayar parkir saat jajan. Bukannya iri atau dengki sama tukang parkir ya, tapi in this economy, uang Rp2 ribu itu terasa berharga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Di mana franchise baru hadir di Bangkalan Madura, di situ ada tukang parkir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sekian banyak franchise yang buka di Bangkalan Madura, sulit menemukan yang nggak ada tukang parkirnya. Entah kalian mau makan di tempat atau dibawa pulang, tukang parkir selalu datang lengkap dengan bunyi peluitnya. Saya pun heran, kok bisa mereka sebebas itu ikut campur sama bisnis orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Main HP sambil duduk santai, berdiri kalau pelanggan datang, abis itu duduk lagi, pelanggan pulang, langsung dapat komisi! Enak bener!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya curiga, seiring bertambahnya franchise di Bangkalan Madura, bisa-bisa berkembang pula bisnis parkirnya. Bukan tidak mungkin di kabupaten ini akan muncul agensi yang merekrut dan mendistribusikan tukang parkir. Ya, siapa yang tidak tergiur dengan peluang bisnis menjanjikan ini. Tanpa modal, tapi keuntungan sudah bisa dijamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun, Bangkalan Madura itu potensial. Makin ke depan, franchise pasti makin bertebaran. Artinya, menjadi tukang parkir bisa jadi peluang besar!<\/span><\/p>\n<h2><b>Mau jajan, biaya parkir juga harus dipikirkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketahuilah, tukang parkir dan bisnis franchise di Bangkalan Madura itu ibarat benalu dan tanaman. Yang satu numpang untuk dapat keuntungan, yang satu nggak dapat apa-apa, malah bisa dirugikan. Kenapa saya bilang bisa dirugikan, sebab orang-orang harus mikir dua kali untuk beli di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/franchise-murah-yang-cocok-untuk-pengusaha-bermodal-cekak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gerai franchise<\/a> yang ada tukang parkirnya. Ya, apalagi kalau pembelinya kelas menengah seperti saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, di akhir bulan, keuangan saya itu pasti sudah sangat menipis. Untuk berangkat kerja, saya paling hanya membawa uang Rp25 ribu di dompet. Uang Rp10 ribu untuk bensin, sisanya untuk makan. Lah, mosok uang yang sisa Rp15 ribu itu harus saya sisakan untuk parkir. Haduh! Misal saja saya makan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-gacoan-tolok-ukur-kemajuan-suatu-daerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gacoan<\/a>, seporsi mie di gerai ini saja biayanya Rp10 ribu. Minumnya paling murah Rp4 ribu. Seribu rupiahnya pajak. Jadi sangat pas Rp15 ribu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, karena harus ada biaya parkir Rp2 ribu, tentu uang saya tidak cukup. Jadinya, saya harus cari tempat lain untuk mengisi perut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bayar parkir nggak bisa pakai QRIS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, parkir yang masih konvensional seperti kebanyakan di Bangkalan Madura juga menghambat bisnis franchise. Konvensional yang saya maksud yakni parkir yang harus pakai tunai atau tak menyediakan <a href=\"https:\/\/qris.interactive.co.id\/homepage\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">QRIS<\/a>. Sekali lagi, ini jadi problem bagi kelas pekerja seperti saya yang di akhir bulan hanya cari sisa-sisa dana, entah di akun mobile banking, ataupun di berbagai dompet digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, masalahnya, tentu saldo yang saya temukan tidak akan banyak, tidak mungkin sampai Rp100 ribu, mungkin di bawah Rp50 ribu. Kalau sudah begitu, ya pastinya dana tersebut tidak bisa dicairkan, sehingga harus digunakan secara online. Nah, sudah bisa ditebak, tentunya saya tidak bisa makan\/minum\/belanja di gerai franchise yang parkirnya tidak menerima non-tunai. Hmm, nasib nasib!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sungguh malang nasib saya, begitu juga bisnis franchise di Bangkalan Madura!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudahlah, itu hanya keluh kesah dari saya sebagai warga kelas menengah di Bangkalan Madura. Mungkin pula ini juga isi hati para pemilik brand franchise yang mulai percaya dengan kabupaten ini. Ya, kami sebagai warga hanya bisa berdoa bersama, semoga kabupaten ini bisa lebih berkembang, dan warganya nggak pula jadi tukang parkir buat cari uang. Pemerintahnya? Ya monggo cari solusi, Pak\/Bu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-nggak-bakal-iri-pada-sampang\/\"><b><i>Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kondisi ekonomi Bangkalan Madura menggeliat, banyak franchise baru muncul. Sayang, hal itu diikuti dengan tukang parkir yang merajalela. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":400511,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,22434,5020],"class_list":["post-400291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400291"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400548,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400291\/revisions\/400548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/400511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}