{"id":400173,"date":"2026-04-22T10:03:27","date_gmt":"2026-04-22T03:03:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=400173"},"modified":"2026-04-22T10:03:27","modified_gmt":"2026-04-22T03:03:27","slug":"kabel-bangkalan-madura-semrawut-nggak-nyaman-dipandang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabel-bangkalan-madura-semrawut-nggak-nyaman-dipandang\/","title":{"rendered":"Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tahun terakhir, ada hal yang sangat berubah dari Bangkalan Madura, yakni masuknya sambungan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/penyesalan-pasang-wifi-di-rumah-karena-rusak-hidup-dan-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">WiFi<\/a> ke daerah pelosok. Hal ini bukan saja mempercepat jaringan internet di desa-desa dengan biaya murah, tapi juga memperbanyak warkop dengan fasilitas WiFi sepuasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, terlepas dari dampak positifnya, bukan berarti hal ini tidak menciptakan dampak negatif. Asal kalian tahu, kabel-kabel yang mengirimkan jaringan internet malah bikin wajah Bangkalan Madura tidak estetik. Sudah tahu tata kotanya berantakan, eh masih ditambah kabel-kabel yang dipasang secara serampangan. Apalagi yang di kawasan pedesaan, kabelnya ditaruh sembarangan. Tak percaya, mari saya jelaskan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Tiang kabel terlalu mepet jalan,\u00a0 bikin tidak aman<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum saya bahas kabelnya, izinkan saya bahas tiangnya. Saya mencurigai, ada kekurangan koordinasi dalam pemasangan tiang internet di Bangkalan Madura. Di jalur utama Jalan Nasional, posisi tiang kabel di sepanjang jalan bagi saya tidak pas dan kurang safety, sebab posisinya sangat mepet dengan marka jalan, bahkan\u00a0 tidak sampai satu meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kenapa saya curiga ini kurang koordinasi, sebab beberapa tahun setelah pemasangan tiang kabel, ada proyek pelebaran jalan nasional di Bangkalan Madura. Awalnya, tiang-tiang ini sudah berdiri kokoh dengan posisi yang cukup jauh dari tepi jalan. Kemudian, ada proyek pelebaran jalan sekitar 1 meter, sehingga membuat tiang tadi benar-benar berada di tepi jalan raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, ini pasti tidak sesuai aturan kalau kita mau buka undang-undang! <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, siapa yang salah? Terserah, saya sebagai warga cuma mau minta segera perbaiki saja tiang yang tidak safety itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kabel menumpuk merusak pemandangan Bangkalan Madura<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, saya juga mempertanyakan, apakah provider yang bertugas memasang kabel internet, atau listrik, di kabupaten ini benar-benar kompeten. Jika iya, maka pengaturan kabel di Bangkalan Madura harusnya tertata dengan rapi. Lah faktanya, kabel-kabel yang disalurkan dari barat ke timur lebih terlihat amburadul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pokoknya digulung-gulung tidak jelas, bahkan ada yang diikat pakai sedotan. Kemudian, banyak pula kabel\u00a0 yang berlalu-lalang depan rumah dan pertokoan pinggir jalan. Ah, tidak safety sekali. Ya, maklum jika saya menyebutnya kurang kompeten. Belum lagi tiang-tiang kabel yang menumpuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau tiang kabel tersebut berada pas di depan rumah orang, nggak keganggu tuh yang punya rumah?<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak kabel ngemper di jalanan sampai berbulan-bulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengaturan kabel yang amburadul di Bangkalan Madura bukan hanya yang menempel ke tiang, tapi juga di jalanan. Menyentuh tanah. Saya tidak asal bicara dengan masalah ini. Beberapa bulan lalu, ada kabel ngemper di pinggir jalan nasional di area Tangkel (entah listrik atau internet). Kabelnya cukup besar. Dan itu dibiarkan selama berbulan-bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di desa-desa apalagi. Di kecamatan saya, Tanah Merah, kabel <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/harian\/derita-pasang-wifi-di-rumah-desa-dipalak-tetangga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">internet<\/a> yang dihubungkan ke desa-desa juga ngemper sembarang, bahkan sampai bermeter-meter. Ini jelas-jelas tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan warga sekitar. Providernya hanya fokus nyari keuntungan. Haduh!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, ini Pemkab Bangkalan kemana woy? Jangan sampai karena tidak segera ditindak, maka warga desa sendiri yang memotong kabel yang dipasang sembarangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FYI, Bangkalan Madura saat ini lingkungannya masih banyak yang pedesaan. Sehingga, adalah hal paradoks kalau pengaturan kabelnya sudah sesemrawut itu. Bayangkan kalau Bangkalan Madura ini jadi kota! Bisa-bisa jadi seperti<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Vrindavan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Vrindavan<\/a>. Kabel di mana-mana tidak beraturan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya sudahlah, itu hanya keresahan saya sebagai warga desa. Mungkin pemerintah menganggap problem ini masalah kecil, tapi ya kalau dibiarkan terus-menerus tentu ini akan jadi problem kedepannya, terutama terkait estetika jalanan desa dan kota!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Abdur Rohman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bangkalan-madura-nggak-bakal-iri-pada-sampang\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia.<\/span><\/i><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabel-kabel di Bangkalan Madura begitu semrawut. Selain tidak enak di pandang, kondisi itu bisa membahayakan pengguna jalan. <\/p>\n","protected":false},"author":2507,"featured_media":400244,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[16112,22434,5020],"class_list":["post-400173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bangkalan","tag-bangkalan-madura","tag-madura"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2507"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400173"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400295,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400173\/revisions\/400295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/400244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}