{"id":400157,"date":"2026-04-21T11:55:32","date_gmt":"2026-04-21T04:55:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=400157"},"modified":"2026-04-21T11:57:01","modified_gmt":"2026-04-21T04:57:01","slug":"ciri-penjual-nasi-goreng-merah-surabaya-yang-sudah-pasti-enak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ciri-penjual-nasi-goreng-merah-surabaya-yang-sudah-pasti-enak\/","title":{"rendered":"3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surabaya menjadi salah satu daerah yang paling familiar selain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/banyuwangi-kota-yang-tak-pernah-ramah-bagi-pekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banyuwangi<\/a>, daerah asal saya. Saya hafal jalan-jalan di sana hingga kuliner kaki lima yang menggoyang lidah. Salah satu yang paling unik dan menyita perhatian adalah nasi goreng merah khas Surabaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama kali menyantapnya saya merasa aneh karena warnanya. Di banyak daerah lain, nasi goreng berwarna cokelat bukan merah. Namun, ternyata, justru di situlah sisi uniknya hingga kuliner dicari banyak orang, termasuk saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya sangat mudah menemukan tempat satu ini, hampir di tiap sudut kota ada. Namun, tidak semuanya benar-benar menggoyang lidah. Itu mengapa, sebelum menyantap makanan satu ini, saya sudah melakukan survei kecil-kecilan soal ciri nasgor merah Surabaya yang enak di lidah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Warna merah pada nasi goreng merah Surbaya terbuat bahan-bahan yang alami\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti nasgor lain yang berwarna cokelat, nasi goreng Surabaya itu berwarna merah. Namun, warna merah yang dimaksud bukanlah merah yang mencolok mata yang sangat artifisial. Warna merah yang dimaksud terbuat bahan-bahan alami. Biasanya warna merah pada nasgorberasal dari saus tomat atau resep sambal yang sudah diwariskan secara turun temurun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mencicipi beberapa warung nasi goreng kaki lima dengan berbagai \u201cgaya\u201d sausnya. Pilihan saya jatuh pada nasi goreng merah dekat SPBU yang tidak jauh dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Stasiun_Surabaya_Gubeng\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stasiun Gubeng Baru<\/a>. Kalian yang penasaran, boleh langsung ke sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menggunakan potongan cabai untuk menambah tingkat kepedasan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di banyak jenis nasi goreng, rasa pedas berasal dari racikan bumbu sambal. Semakin pembeli ingin rasa pedas, semakin banyak bumbu sambal ditambahkan. Sambal menyatu dengan nasi sehingga pembeli sulit membedakan mana nasgor yang pedas mana yang tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, hal itu tidak terjadi pada nasi goreng merah Surabaya. Makanan satu ini menggunakan potongan cabai untuk menambah tingkat kepedasan. Semakin banyak potongan cabai dalam satu sajian, semakin pedas pula rasanya. Itu mengapa, sangat mudah membedakan level kepedasan pedagang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, potongan cabai yang ikut digoreng dengan nasi ternyata membuat sensasi pedas yang berbeda: pedas, tapi tidak berlebihan. Mungkin karena ikut digoreng dengan suhu yang tinggi membuat level pedasnya cabai bisa tereduksi hingga sesuai dengan lidah pembel<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak perlit kondimen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi goreng kaki lima Surabaya yang enak pasti menawarkan berbagai macam kondimen. Mulai dari\u00a0 suwiran ayam, telur cincang, bawang goreng, potongan sayur kol, brokoli dan sawi hijau hingga mentimun sebagai pelengkapnya. Kehadiran kondimen ini memperkaya rasa di lidah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah mencicipi nasgor merah yang dijajakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-jajanan-kaki-lima-semarang-yang-bikin-betah-tinggal-di-sana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penjual kaki lima<\/a> di berbagai sudut Surabaya. Dan, saya mengamati satu pola, nasgor yang enak punya kondimen yang melimpah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah ciri penjual nasi goreng merah Surabaya yang tidak diragukan lagi rasanya. Kalian yang ingin mencicipi makanan satu ini dan tidak zonk, bisa perhatikan dahulu apakah ciri-ciri di atas ada di warung yang ingin kalian datangi. Selamat mencoba!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ferika Sandra<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/makanan-malang-bikin-kecewa-jangan-ekspektasi-ketinggian\/\"><b><i>Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian.<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak penjual kaki lima yang menjajakan nasi goreng Surabaya bewarna merah yang khas, tapi hanya beberapa saja yang benar-benar enak. <\/p>\n","protected":false},"author":1810,"featured_media":400189,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[10826,33258,17230,33257,7407,33256,33255,405],"class_list":["post-400157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-jajanan-kaki-lima","tag-jajanan-kaki-lima-surabaya","tag-nasgor","tag-nasgor-surabaya","tag-nasi-goreng","tag-nasi-goreng-merah","tag-nasi-goreng-merah-surabaya","tag-surabaya"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400157"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400190,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400157\/revisions\/400190"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/400189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}