{"id":399395,"date":"2026-04-19T10:06:36","date_gmt":"2026-04-19T03:06:36","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=399395"},"modified":"2026-04-18T18:07:05","modified_gmt":"2026-04-18T11:07:05","slug":"kursus-mobil-yang-dikit-dikit-pakai-feeling-aja-itu-red-flag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kursus-mobil-yang-dikit-dikit-pakai-feeling-aja-itu-red-flag\/","title":{"rendered":"Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit \u201cPakai Feeling Aja\u201d Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri-ciri kursus mobil yang sebaiknya dihindari ~<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa nyetir mobil itu enak. Kalau pergi bareng-bareng teman, pede aja kalau diminta gantian nyetir. Jadi, tidak perlu <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/pekerja-jakarta-syok-budaya-pekewuh-jogja-bikin-lambat-kerjaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merasa pakewuh<\/a>. Misal mau pergi-pergi juga tidak ketergantungan dengan anggota keluarga yang bisa nyetir. Rasanya, jauh lebih mandiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal kemampuan nyetir mobil ini, ada yang mendapatkannya karena diajari oleh oleh orang tua, anggota keluarga, ataupun teman. Bahkan, ada yang mempelajarinya secara otodidak dengan bermodalkan keyakinan dan video tutorial di YouTube.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, ada pula yang lebih memilih ikut kursus setir mobil saja. Alasannya, kursus setir mobil itu lebih profesional, aman, dan pastinya tidak akan dimarah-marahin. Coba kalau latihan nyetirnya sama bapak sendiri. Dikit-dikit kena omel, dikit-dikit dikoreksi, yang akhirnya bikin runtag. Takut banget salah injak gas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski kursus setir mobil terlihat menjanjikan, ditambah banyak tempat kursus dengan iming-iming terima beres pembuatan SIM A, bukan berarti tak ada masalah di sana. Waspadai kursus setir mobil yang punya ciri-ciri berikut karena dijamin bikin kamu jadi rugi waktu dan makan ati. Red flag abis!<\/span><\/p>\n<h2><b>Apapun pertanyaannya \u201cfeeling\u201d adalah jawaban<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, waspadai kursus setir mobil yang kalau instrukturnya ditanya tentang hal-hal teknis, jawabannya selalu: pakai feeling saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, saat kamu bertanya soal bagaimana cara mengukur batas kiri dan kanan mobil agar tidak menyerempet. Eh, bukannya dijelaskan, malah dijawab, &#8220;Dirasain aja, pakai feeling&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bro? Ya kali orang baru pertama kali pegang stir sudah disuruh pakai feeling? Logikanya, namanya juga pemula, pasti butuh patokan visual atau panduan teknis yang konkret. Misalnya, dengan melihat posisi spion atau tanda tertentu di dashboard. Kalau soal feeling\u2026 itu sih baru akan terbentuk ketika jam terbang sudah tinggi. Lha pemula? Lihat lampu merah saja masih deg-degan~<\/span><\/p>\n<h2><b>Kursus mobil yang minta bayar full di depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hati-hati juga dengan tempat kursus yang memaksa kamu membayar lunas di depan sebelum pertemuan pertama dimulai. Soalnya, posisi tawar kita sebagai konsumen jadi lemah. Sementara dari pihak penyelenggara kursus, mereka jadi merasa bisa seenaknya sendiri. Mulai dari instruktur yang tiba-tiba reschedule jadwal secara sepihak, instruktur yang berbeda di tiap pertemuan, atau sialnya lagi, dikasih instruktur yang selalu mengintervensi terus-menerus. Dikit-dikit instruktur ikutan <a href=\"https:\/\/taf.co.id\/artikel\/cara-mengemudi-mobil-manual\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">injak gas atau rem<\/a> dan menggerakkan stir padahal bukan keadaan darurat dan jalanan lagi kosong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya gini, intervensi yang berlebihan saat belajar mengemudi justru sangat merugikan. Sebagai pemula, kita jadi tidak benar-benar belajar mengendalikan mobil secara mandiri karena kaki dan tangan instruktur selalu ikut campur di momen yang tidak perlu. Efeknya, sampai pertemuan terakhir kita belum belum berani lepas kontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Idealnya, tempat kursus setir mobil yang baik itu ya, bayar 25%-50% biaya di awal. Pelunasannya, nanti di akhir.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mobil tidak layak jalan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri kursus setir mobil red flag selanjutnya yang sangat berbahaya adalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/orang-kaya-naik-bus-ekonomi-langsung-tersiksa-dan-trauma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kondisi armada<\/a> yang tidak layak jalan. Sebelum daftar kursus setir mobil, ada baiknya kamu cek kondisi fisik mobil terlebih dahulu. Kalau bodinya sudah ringsek di sana-sini, itu bisa jadi indikasi bahwa mobil tersebut sering mengalami kecelakaan atau perawatannya memang diabaikan oleh pemilik kursus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trus kalau nemu armada yang remnya blong atau setirnya sangat berat sampai bikin tangan pegal luar biasa, juga mendingan mundur. Fix, armada tersebut tidak layak jalan. Artinya, keamanan dan keselamatan kamu sedang dipertaruhkan di sana. Yakin, mau lanjut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Armada yang layak juga bisa menghambat proses belajar. Pasalnya, kita jadi sulit membedakan mana kesalahan teknis karena kemampuan kita yang masih kurang, dan mana yang memang karena kerusakan mesin. Ngeri banget tiba-tiba mobilnya mogok di lampu merah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rute jalan itu-itu mulu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, perhatikan rute jalan yang dilalui. Kalau instruktur selalu ngajak lewat rute jalan yang itu-itu saja di setiap pertemuan, fix, itu tempat kursus yang nggak niat. Jangan mau dibohongi dengan alasan biar aman. Sesungguhnya, alasan sebenarnya adalah demi menghemat bensin dan menjaga mesin mobil agar tidak bekerja keras di rute yang menantang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat ya, Gaes. Nakhoda yang hebat tidak lahir dari laut yang tenang. Begitu pula dengan belajar nyetir. Belajar nyetir itu butuh variasi medan. Kita perlu belajar cara menghadapi macet, cara berbelok di gang sempit, cara parkir di berbagai kondisi, hingga bagaimana rasanya masuk ke jalan raya yang padat. Kalau rutenya cuma keliling komplek yang sepi, kapan pinternya? Tahu sendiri kan jalanan di sini kaya apa? Penuh kejutan, Bro!<\/span><\/p>\n<h2><b>Kursus mobil yang langsung mencoba jalan raya di hari pertama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, waspadai juga jika di pertemuan pertama, kamu sudah langsung diajak mengaspal ke jalan raya yang ramai. Katanya sih, biar cepet pinter. Hilih!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memaksa seseorang yang sama sekali belum menguasai teknik dasar atau penguasaan pedal turun ke jalan raya yang ramai, adalah tanda bahwa tempat kursus tersebut mengabaikan keselamatan. Tempat kursus yang baik biasanya memulai latihan di lapangan terbuka atau area sepi untuk membangun kontrol kendaraan terlebih dahulu. Lalu bertahap ke level yang lebih tinggi lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah ciri-ciri kursus setir mobil yang sebaiknya dihindari supaya kita tidak sakit hati. Dipikir-pikir, kayaknya masih mending diajari bapak dan kena omelan beliau deh daripada ketemu dengan kursus setir mobil yang seperti ini. Kaburrrr~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-tabiat-sederhana-tukang-parkir-yang-disukai-pengendara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya.<\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa tanda kursus mobil red flag seperti dikit-dikit bilang &#8220;pakai feeling&#8221;, kendaraan nggak layak, hingga langsung praktik di jalan.<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":399400,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[9949,19628,33230,33229,5084,33231],"class_list":["post-399395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-kursus","tag-kursus-mobil","tag-kursus-red-flag","tag-kursus-setir-mobil","tag-mobil","tag-setir-mobil"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=399395"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399401,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399395\/revisions\/399401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/399400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=399395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=399395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=399395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}