{"id":399339,"date":"2026-04-19T07:58:55","date_gmt":"2026-04-19T00:58:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=399339"},"modified":"2026-04-19T00:20:51","modified_gmt":"2026-04-18T17:20:51","slug":"nasi-uduk-itu-nostalgia-nasi-padang-itu-strategi-bertahan-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-uduk-itu-nostalgia-nasi-padang-itu-strategi-bertahan-hidup\/","title":{"rendered":"Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggal di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-kuliner-bsd-nggak-lebih-dari-30-ribu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tangerang<\/a>, tepatnya di Cipondoh, membuat saya akrab dengan dua jenis kuliner yang sama-sama merakyat: nasi Padang dan nasi uduk. Keduanya ada di mana-mana, dari pinggir jalan besar hingga masuk ke gang-gang kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebagai \u201cmahasiswa mode hemat\u201d yang sering mengandalkan makanan beli daripada masak sendiri, saya mulai menyadari satu hal. Ada ketimpangan menarik antara keduanya, terutama jika melihatnya dari sisi harga dan nilai gizi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di lapangan, harga nasi uduk yang dulu kisaran Rp5 sampai Rp6 ribu, kini nyaris punah. Realitas terbaru di Cipondoh menunjukkan bahwa nasi uduk berada di rentang Rp7 sampai Rp13 ribu tergantung lauk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, harga nasi Padang, ada di rentang Rp11 sampai Rp13 ribu. Perbandingan ini memunculkan pertanyaan sederhana. Mana yang sebenarnya lebih worth it?<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-ciri-nasi-uduk-redflag-bikin-nggak-nafsu-makan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan<\/a><\/p>\n<h2><b>Melihat dari sisi gizi nasi uduk dan nasi Padang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi gizi, nasi Padang tampak unggul cukup jauh. Seporsi nasi Padang biasanya sudah mencakup karbohidrat dari nasi, protein dari lauk seperti ayam, ikan, atau bahkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalio-disangka-rendang-adalah-dosa-terbesar-orang-jawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rendang<\/a>, serat dari sayuran seperti daun singkong atau nangka, serta lemak dari santan. Komposisinya relatif seimbang untuk ukuran makanan murah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, nasi uduk cenderung berat di karbohidrat. Selain nasi yang dimasak dengan santan, ada tambahan bihun dan kerupuk. Untuk protein, pilihannya terbatas pada tahu, tempe, telur, atau jengkol yang jumlahnya menyesuaikan harga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayuran biasanya hanya hadir dalam porsi kecil, seringnya sekadar pelengkap. Jika menambah gorengan, yang umum ada dalam paket murah, komposisinya semakin condong ke lemak dan minyak. Artinya, jika tujuan utama adalah mendapatkan asupan gizi yang lebih lengkap dengan harga seminimal mungkin, nasi Padang jelas punya keunggulan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mana yang lebih murah?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, soal harga tidak sesederhana angka di papan menu. Dalam praktiknya, nasi Padang sering terasa lebih \u201cmenguntungkan\u201d secara ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, dengan Rp11 sampai Rp12 ribu, kita bisa mendapatkan nasi dengan lauk ayam atau bahkan potongan rendang kecil. Sementara itu, nasi uduk dengan telur saja bisa menyentuh Rp10 ribu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selisih tipis ini membuat saya pribadi lebih memilih menambah sedikit uang untuk mendapatkan lauk dengan kandungan protein lebih tinggi. Meski begitu, bukan berarti nasi uduk kehilangan tempat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada situasi-situasi tertentu di mana nasi uduk justru lebih masuk akal. Misalnya, ketika isi dompet benar-benar terbatas, ya sekitar Rp8 ribu dan saya harus menyesuaikan lauk. Dalam kondisi ini, nasi uduk tetap menjadi penyelamat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada satu keunggulan yang sulit disaingi: <a href=\"https:\/\/food.detik.com\/info-kuliner\/d-7317819\/nasi-uduk-betawi-asli-pakai-semur-jengkol-dan-sambal-kacang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jengkol<\/a>. Pengalaman saya menunjukkan bahwa olahan jengkol ala pedagang Betawi memiliki cita rasa yang khas dan sulit ditandingi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan soal sentimen, melainkan teknik dan kebiasaan memasak yang terasa berbeda. Menariknya, jengkol juga jarang ditemukan di rumah makan Padang sistem \u201cserba\u201d. Kalaupun ada, biasanya dijual terpisah dengan harga lebih mahal.<\/span><\/p>\n<p>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-uduk-kuliner-identitas-budaya-betawi-dan-penyelamat-kelas-pekerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nasi Uduk: Kuliner Identitas Budaya Betawi dan Penyelamat Kelas Pekerja<\/a><\/p>\n<h2><b>Waktu yang mempengaruhi suasana makan nasi uduk atau nasi Padang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor waktu juga berpengaruh. Nasi uduk sudah tersedia sejak pagi, bahkan sekitar pukul 06:00. Sementara nasi Padang umumnya baru buka agak siang. Artinya, untuk sarapan, nasi uduk masih menjadi pilihan yang lebih realistis dibandingkan nasi Padang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, mana yang saya dan kamu pilih? Jawabannya kembali ke kebutuhan masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sedang bertahan hidup tetapi tetap ingin mempertimbangkan kualitas gizi, nasi Padang lebih masuk akal. Namun, jika kondisi keuangan lebih terbatas, ingin sarapan pagi, atau sekadar mengincar jengkol yang nikmat, nasi uduk tetap punya tempat tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, pilihan makanan bukan hanya soal gizi dan harga, tetapi juga soal konteks: waktu, selera, dan kebutuhan. Di antara dua piring sederhana ini, yang terpenting tetap sama, yaitu mengenyangkan perut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, alih-alih memperdebatkan mana yang paling unggul, mungkin yang lebih penting adalah memahami kapan nasi Padang lebih tepat dipilih, dan kapan nasi uduk justru menjadi jawaban terbaik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Faris Firdaus Alkautsar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-ciri-nasi-padang-redflag-yang-bikin-nggak-nafsu-makan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan<\/a><br \/>\n<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\"><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini\u00a0<\/i><\/a><i>ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nasi Padang munkin &#8220;lebih bergizi&#8221; dan sekarang makin murah. Namun, nasi uduk adalah asupan nostalgia yang akan selalu punya tempat.<\/p>\n","protected":false},"author":2643,"featured_media":399416,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[31887,33232,9842,33233,879,13843,33234,33147],"class_list":["post-399339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-harga-nasi-padang","tag-harga-nasi-uduk","tag-jengkol","tag-jengkol-nasi-uduk","tag-nasi-padang","tag-nasi-uduk","tag-rekomendasi-nasi-padang","tag-rekomendasi-nasi-uduk"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2643"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=399339"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399417,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399339\/revisions\/399417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/399416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=399339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=399339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=399339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}