{"id":399179,"date":"2026-04-16T12:17:41","date_gmt":"2026-04-16T05:17:41","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=399179"},"modified":"2026-04-16T12:17:41","modified_gmt":"2026-04-16T05:17:41","slug":"segini-ongkos-yang-dibutuhkan-warga-depok-kalau-kerja-di-kawasan-senayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/segini-ongkos-yang-dibutuhkan-warga-depok-kalau-kerja-di-kawasan-senayan\/","title":{"rendered":"Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saya menyebutkan nama Depok, pikiran kalian pasti berkelana ke mana-mana. Hal itu tentu tak mengagetkan, mengingat Depok adalah kota dengan segala keunikan. Apa yang tak mungkin terjadi di daerah kalian, besar kemungkinan bisa terjadi di Depok. Dan bicara tentang Depok, tak bisa untuk tidak menyertakan Jakarta di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, meski sudah jadi kota setelah memisahkan diri dari <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kota_Depok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bogor pada 1999<\/a>, bukan berarti orang-orangnya tetap tidak silau dengan Jakarta. Banyak orang Depok yang bekerja di Jakarta, dan angkanya tidak main-main. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ada sekitar 1,26 juta pekerja dari Jabodetabekpunjur dan Depok menjadi penyumbang terbesar, yaitu 18,57 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, setiap harinya ada sekitar sembilan ratus ribu orang Depok berangkat ke Jakarta buat bekerja mencari nafkah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ratusan ribu itu, saya adalah satu di antaranya. Setiap hari saya berangkat bersama orang-orang Depok lainnya ke tempat kerja. Kebetulan saat ini saya bekerja di kawasan Senayan, salah satu magnet pusat Kota Jakarta. Dan untuk bekerja di sini, pengorbanan saya tidak main-main.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menjalani keseharian dengan berangkat pagi dan pulang sore hari. Merasakan bagaimana berdesakan di angkutan umum. Mengantre. Atau kehabisan ongkos di jalan. Jika dihitung-hitung, ongkos yang dibutuhkan untuk berangkat kerja itu lumayan besar juga. Hampir satu juta rupiah. Begini perinciannya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/sisi-gelap-senayan-kawasan-di-jakarta-yang-banyak-tukang-tipu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Senayan Jakarta, Kawasan Elite tapi Bikin Perantau Asal Surabaya Kapok, Nyaris Ketipu Rp1 Juta<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kerja di Senayan, rumah di Depok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memilih full naik kendaraan umum karena kebetulan aksesnya lebih mudah dibandingkan harus bawa motor sendiri. Dari rumah saya di Depok, saya bawa motor sampai ke pintu tol Desari. Di sana ada penitipan motor, biayanya cuma Rp5.000 untuk parkir seharian. Jadi, sebulan saya menghabiskan Rp125.000 untuk biaya parkir motor selama 25 hari kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, saya antre naik bus Transjakarta Koridor D41 jurusan Sawangan-Lebak Bulus. Ongkos naik TJ itu murah banget, di bawah jam tujuh pagi, sekali berangkat hanya Rp2.000. Di atas jam itu biayanya Rp3.500 saja. Jika pulang-pergi Rp5.500 dikalikan 25 hari kerja, total ongkos untuk TJ hanya Rp137.500.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya naik TJ sampai Stasiun MRT Fatmawati. Dari sana saya lanjut naik MRT sampai ke Stasiun Senayan. Ongkos untuk MRT sekali jalan adalah Rp9.000, jadi pulang-pergi itu Rp18.000. Jadi, dalam sebulan, total ongkos MRT yang saya keluarkan adalah Rp625.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari hitung-hitungan sederhana ini, total pengeluaran buat ongkos pulang-pergi ke tempat kerja itu habis Rp887.500. Ya, ini baru ongkos saja. Belum lagi biaya jajan dan makan siangnya. Jadi, dalam sebulan kami bisa menghabiskan hampir Rp2 juta. Inilah angka yang harus dibayar orang Depok yang kerja di Senayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran bulanan hanya untuk bekerja bisa sampai Rp2 juta. Jika gaji setara UMR Jakarta yang berada di angka Rp5 jutaan, ini sudah sangat berat. Artinya, sekitar 30-40% gaji kami habiskan di jalan. Belum lagi jika dikejar waktu, sehingga harus pakai taksi atau ojek online, tentu anggaran ongkos ini akan makin membengkak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ini bukan semata perkara hitung-hitungan uang. Ada makna mendalam di balik pengorbanan uang, waktu, dan tenaga ini. Jadi, bagi para pemilik perusahaan, bos, atasan, dan kantor yang memiliki pegawai atau pekerja yang berasal dari Depok harusnya bisa lebih menghargai jerih payah ini. Ini bukan soal uang yang kami keluarkan. Lebih dalam, ini soal dedikasi.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Soleh<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tinggal-di-depok-itu-memang-nyaman-tapi-10-tahun-yang-lalu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tinggal di Depok Itu Memang Nyaman, tapi 10 Tahun yang Lalu<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian pernah tahu tidak berapa ongkos yang harus dikeluarkan oleh orang Depok yang kerja di Senayan? Hampir 2 juta per bulan!<\/p>\n","protected":false},"author":2972,"featured_media":395691,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1715,33212,33213,3550],"class_list":["post-399179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-depok","tag-kerja-di-senayan","tag-pekerja-depok","tag-senayan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2972"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=399179"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399187,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/399179\/revisions\/399187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/395691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=399179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=399179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=399179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}