{"id":398934,"date":"2026-04-16T10:55:19","date_gmt":"2026-04-16T03:55:19","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=398934"},"modified":"2026-04-16T10:55:19","modified_gmt":"2026-04-16T03:55:19","slug":"kuliah-uin-di-jurusan-nggak-terkenal-menderita-nggak-dianggap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-uin-di-jurusan-nggak-terkenal-menderita-nggak-dianggap\/","title":{"rendered":"Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi\u00a0 Makin Menderita"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya kawan yang kuliah UIN. Waktu dia pertama kali cerita soal jurusan kuliahnya, saya hanya mengangguk-angguk paham. Tapi, sejujurnya saya nggak menangkap apapun yang dia katakan. Jangan menghakimi dahulu, saya yakin kalian juga akan bingung dengan jurusan kawan saya ini. Dia kuliah di UIN jurusan <a href=\"https:\/\/syariah.uin-suka.ac.id\/id\/page\/prodi\/249-Program-Studi-Perbandingan-Mazhab\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbandingan Mazhab<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang yang asing dengan kampus Islam seperti UIN, jurusan ini pasti terdengar asing. Kawan saya secara singkat menjelaskan, jurusannya mempelajari perbandingan hukum Islam dari berbagai mahzab, sejarah pemikiran fiqih, hingga dinamika hukum dan perspektif keislaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang membuat saya makin heran, kawan saya ini menyandang gelar S.H. seperti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-jurusan-hukum-sok-eksklusif-dan-merasa-paling-unggul\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana hukum<\/a> setelah lulus. Jadi dengan percaya diri saya langsung berkata, \u201cBerarti nanti bisa jadi notaris dong?\u201d Teman saya hanya tertawa kecil lalu menjelaskan gelarnya tidak sesederhana itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Masalah muncul saat melamar kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di banyak kampus umum, gelar S.H. identik dengan lulusan hukum yang bisa melanjutkan profesi seperti advokat, jaksa, hakim, atau notaris. Karena itulah saya mengira jalur karier kawan saya ini akan jelas. Namun, ternyata jurusan Perbandingan Mazhab UIN jauh berbeda dengan sarjana hukum pada umumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun sama-sama mempelajari hukum, fokus jurusan Perbandingan Mahzab lebih kepada hukum Islam secara akademik dan keilmuan, bukan hukum positif negara yang menjadi syarat profesi hukum formal. Artinya, untuk menjadi notaris atau profesi hukum tertentu, ada jalur tambahan yang tidak otomatis terbuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situlah saya mulai memahami satu realita yang jarang dibicarakan: tidak semua gelar dengan nama sama memiliki peluang kerja yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah terbesar justru datang setelah lulus. Ketika teman saya mulai mencari pekerjaan, dia menemukan kenyataan yang cukup menyakitkan. Banyak lowongan kerja meminta lulusan \u201cS1 Hukum\u201d, tetapi ketika ia melamar, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hrd-dengan-sindrom-god-complex-pantas-jadi-musuh-bersama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">HR<\/a> sering bertanya ulang soal jurusannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bahkan berkata jujur, \u201cjurusan ini masuk kategori apa ya?\u201d Ada pula sistem rekrutmen online yang tidak menyediakan pilihan jurusan Perbandingan Mazhab dalam daftar pendidikan. Akibatnya, dia harus memilih opsi lain yang paling mendekati, meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan rasanya. Sudah kuliah bertahun-tahun, skripsi selesai, wisuda berjalan lancar, tapi saat masuk dunia kerja justru merasa seperti jurusannya tidak dikenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya Perbandingan Mazhab bukanlah jurusan yang tidak penting. Secara akademik, bidang ini memiliki nilai besar dalam kajian hukum Islam, penelitian keagamaan, pendidikan, hingga pengembangan pemikiran fiqih kontemporer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya bukan pada ilmunya. Masalahnya ada pada kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri kerja modern. Banyak perusahaan, lembaga swasta, bahkan instansi formal masih menggunakan klasifikasi jurusan yang sempit. Mereka lebih familiar dengan label umum seperti Hukum, Manajemen, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/kampus\/sarjana-akuntansi-jualan-penyetan-penghasilan-di-atas-gaji-pns\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Akuntansi<\/a>, atau Teknik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bertemu jurusan spesifik dari kampus berbasis keagamaan, sistem rekrutmen sering tidak siap mengakomodasi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, lulusan harus bekerja ekstra keras menjelaskan kompetensinya sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dilema lulusan UIN<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini sebenarnya cukup sering dialami mahasiswa UIN yang mengambil jurusan-jurusan spesifik. Saat masuk kuliah, banyak yang memilih jurusan karena minat, nilai idealisme, atau ketertarikan pada ilmu agama. Tidak ada yang salah dengan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, realitas dunia kerja sering menuntut sesuatu yang berbeda: kesesuaian administrasi. Bukan soal pintar atau tidak. Bukan soal kemampuan akademik. Kadang hanya soal nama jurusan yang tidak tercantum di sistem. Dan hal kecil itu bisa menentukan apakah lamaran diproses atau langsung tersingkir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya sempat berkata kepada saya bahwa dia tidak menyesal memilih jurusan itu di UIN. Dia tetap bangga dengan ilmu yang dipelajari. Ia memahami hukum Islam secara mendalam, sesuatu yang tidak semua orang miliki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, dia mengakui satu hal: andai dulu informasi prospek kerja dijelaskan lebih terbuka, mungkin dia akan menyiapkan strategi karier sejak awal. Karena kenyataannya, banyak mahasiswa baru memilih jurusan tanpa benar-benar memahami konsekuensi setelah lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat SMA, fokusnya hanya \u201cyang penting kuliah\u201d. Padahal pertanyaan sebenarnya baru muncul setelah wisuda mau kerja di mana?<\/span><\/p>\n<h2><b>Pelajaran yang sering terlambat disadari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah kawan saya ini membuat sadar bahwa memilih jurusan bukan sekadar soal masuk kampus favorit. Ada hal lain yang perlu dipikirkan sejak awal: relevansi dengan dunia kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan berarti jurusan langka itu salah. Dunia akademik tetap membutuhkan bidang-bidang spesifik. Tapi, mahasiswa juga perlu strategi tambahan, seperti mengambil sertifikasi, memperluas skill umum, atau membuka peluang karier alternatif. Karena di zaman sekarang, ijazah saja sering tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menerjemahkan ilmu menjadi kompetensi yang dipahami dunia kerja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, ini bukan tentang menyalahkan kampus atau jurusan tertentu. UIN tetap menjadi tempat lahirnya banyak intelektual hebat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya lebih besar dari itu dunia kerja Indonesia belum sepenuhnya mengenali keberagaman disiplin ilmu. Selama sistem rekrutmen masih berfokus pada label jurusan, lulusan dari bidang unik akan terus menghadapi tantangan yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, mungkin inilah derita yang jarang terlihat. Bukan karena salah memilih jalan. Bukan karena tidak kompeten. Tetapi karena jurusannya terlalu spesifik hingga dunia kerja belum siap mengenalnya. Sementara bagi teman saya, perjalanan masih panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia tidak lagi berharap dunia langsung memahami jurusannya. Kini ia justru belajar menjelaskan dirinya sendiri bahwa di balik nama jurusan yang terdengar asing, ada ilmu, kemampuan, dan potensi yang sebenarnya tidak kalah penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Intan Permata Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/latihan-ujian-cpns-bikin-kena-mental-karena-soal-twk-absurd\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Latihan Ujian CPNS Bikin Kena Mental karena Soal-soal TWK yang Absurd.<\/a><\/em><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuliah di UIN sudah dianggap sebelah mata, apalagi kalau ambil juruan yang kurang populer, semakin menderita ketika masuk dunia kerja. <\/p>\n","protected":false},"author":3172,"featured_media":398963,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[4783,33200,33199,19756,1579,33201,5442],"class_list":["post-398934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jurusan-kuliah","tag-jurusan-perbandingan-mazhab","tag-jurusan-uin","tag-perguruan-tinggi-negeri","tag-ptn","tag-sekolah-keislaman","tag-uin"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3172"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398934"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":399217,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398934\/revisions\/399217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}