{"id":398827,"date":"2026-04-13T12:36:46","date_gmt":"2026-04-13T05:36:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=398827"},"modified":"2026-04-13T12:36:46","modified_gmt":"2026-04-13T05:36:46","slug":"6-hal-yang-bikin-salatiga-jadi-kota-red-flag-untuk-slow-living","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-hal-yang-bikin-salatiga-jadi-kota-red-flag-untuk-slow-living\/","title":{"rendered":"6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salatiga punya salah satu daya tarik yang sulit terbantahkan, yaitu lokasinya yang sangat strategis. Kota ini setidaknya berada pada posisi di antara beberapa kota besar sekaligus. Ke Semarang relatif dekat, ke Solo juga tidak butuh waktu lama, pun dengan ke Jogja juga jaraknya masih terasa masuk akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang luar Jawa Tengah, gambaran itu kelihatannya ideal. Ditambah dengan statusnya yang diromantisasi sebagai kota yang tenang, sejuk, dan tanpa kemacetan. Orang yang kesehariannya diterpa tekanan dengan riuhnya kota besar akan menjadikan Salatiga sebagai jawaban untuk menikmati hidup yang damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persoalannya, romantisme yang digambarkan pada Salatiga ternyata punya sisi red flag yang perlu dipikirkan matang-matang untuk siapapun yang ingin menjadikannya sebagai tempat slow living.<\/span><\/p>\n<h2><b>Salatiga nggak ada stasiun kereta api antarkota<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama yang paling terasa adalah ketiadaan stasiun kereta api antarkota. Salatiga memang dekat dengan beberapa kota, tapi itu tidak otomatis menjadi kemudahan. Sebab saat seseorang tinggal di Kota yang nggak ada stasiun kereta antar kota, maka setiap perjalanan yang mengharuskan menggunakan kereta harus melalui kota terdekat terlebih dahulu. Paling dekat harus ke Semarang dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini bagi orang yang jarang bepergian mungkin bukan persoalan yang besar. Tapi jadi masalah untuk orang yang sesekali harus pulang menjenguk orang tua, kerja ke luar kota, atau sekadar ingin merasakan opsi transportasi yang praktis. Ketika memilih hidup di Salatiga maka harus berdamai dengan realita bahwa kota ini memang nggak punya stasiun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua adalah biaya hidup yang sebenarnya nggak seramah yang dibicarakan banyak orang. Brandingnya sebagai kota murah sehingga jadi pilihan untuk hidup sederhana nyatanya mulai pudar. Sebab dari sisi makanan, tempat nongkrong, dan kebutuhan sehari-hari lainnya ternyata menelan biaya yang nggak beda jauh dengan kota besar seperti Semarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya bilang, di sudut-sudut kota Salatiga, banyak orang mulai merasa sedang tinggal di kota kecil yang pengeluarannya diam-diam menyusul kota besar.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/salatiga-kota-persinggahan-paling-indah-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Salatiga di Antara Semarang dan Solo: Kota Persinggahan yang Paling Indah di Jawa Tengah<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Coffee shop-nya mulai mahal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga adalah menjamurnya coffee shop dengan harga yang sama di kota-kota besar. Memang kalau dibaca dari sisi peradaban, ini jadi tanda Salatiga tidak ketinggalan. Dia mengikuti tren. Ada ruang untuk nongkrong untuk menghabiskan sore, ada ruang untuk pekerja remote yang tak kenal waktu. Tapi kondisi ini membuat Salatiga mulai berubah jadi kota yang bergaya hedon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan tempat-tempat modern itu membuat konsumsi warga jadi meningkat. Implikasinya bagus untuk mendorong perputaran ekonomi, tapi masalahnya itu juga membuat biaya hidup yang jadi makin tinggi. Sebab UMK Salatiga hanya <a href=\"https:\/\/jatengprov.go.id\/publik\/gubernur-ahmad-luthfi-tetapkan-ump-jawa-tengah-2026-rp2-327-38607\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rp2.6 juta sekian<\/a>, tapi biaya hidup di kota itu jadi yang tertinggi di Jawa Tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keempat adalah tukang parkirnya yang ada di mana-mana. Ya karena brandingnya sudah jadi kota. Banyak tumbuh coffee shop dan tempat nongkrong, banyak pekerja dan mahasiswa berkeliaran, membuat biaya parkir di Salatiga juga harus dipikirkan. Nominalnya memang nggak besar. Tapi kehadiran biaya parkir yang harus dikeluarkan setiap berhenti itu menyebalkan dan merusak ilusi untuk hidup sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uang parkir Rp2 ribu atau 3 ribu sebenarnya nggak berat kalau munculnya sesekali, tapi kalau muncul setiap kali berhenti, ya dia nanti jadi pengeluaran wajib yang harus dianggarkan sendiri. Slow living yang maunya hemat malah harus ribet dengan pengeluaran receh yang harus dihitung tiap bulan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ujung-ujungnya Semarang dan Solo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir adalah realitas soal banyak kebutuhan yang ujung-ujungnya harus tetap ke Semarang atau Solo. Misalnya ganti sparepart motor, harus nunggu dari Semarang dulu. Nah hal-hal begitu bikin Salatiga jadi paradoks tersendiri. Letaknya memang strategis tapi strategisnya harus dibayar dengan bahwa kota konsekuensi sangat bergantung dengan kota lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika butuh sesuatu dengan cepat, lengkap, variatif, dan spesifik, seseorang jadi lebih pilih ke dua kota di sisinya (Solo-Semarang). Atau misalnya soal kesehatan pun, ujung-ujungnya ke rumah sakit di kota sekitarnya. Situasi ini bikin Salatiga jadi kota yang belum sepenuhnya mampu untuk memenuhi semua urusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa red flag dari Salatiga. Tapi terlepas dari itu, Salatiga tetap jadi kota yang menyenangkan untuk dijadikan pilihan untuk menetap dengan tenang. Yang perlu diatur adalah ekspektasinya. Jangan terlalu meromantisasi Salatiga. Sebab di sana juga banyak hal-hal yang bisa jadi membuat seseorang kerepotan, bahkan persoalan paling receh seperti parkir pun bisa jadi menyebalkan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/sisi-gelap-salatiga-kota-terbaik-yang-siap-gantikan-jogja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living<\/a><\/b><\/p>\n<p><b><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/i><\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><b><i>ini<\/i><\/b><\/a><b><i> ya.<\/i><\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terlepas dari 6 hal red flag-nya, Salatiga tetap jadi kota yang menyenangkan untuk dijadikan pilihan untuk menetap dengan tenang.<\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":397008,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14205,4652,2284,33190],"class_list":["post-398827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-salatiga","tag-semarang","tag-solo","tag-umk-salatiga"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398827"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398832,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398827\/revisions\/398832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/397008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}