{"id":398377,"date":"2026-04-11T14:09:50","date_gmt":"2026-04-11T07:09:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=398377"},"modified":"2026-04-11T14:13:45","modified_gmt":"2026-04-11T07:13:45","slug":"honda-odyssey-mobil-indah-tapi-jalan-nasibnya-tak-mudah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-odyssey-mobil-indah-tapi-jalan-nasibnya-tak-mudah\/","title":{"rendered":"Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada bayar untuk mobil sejuta umat yang rasanya biasa saja, kenapa tidak ambil Honda Odyssey yang jelas-jelas menawarkan kemewahan kelas atas dengan harga yang sekarang sudah sangat masuk akal?<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada mobil yang garis tubuhnya aerodinamis. Lalu tatapan lampunya tajam dan aura kemewahan terpancar tenang. Sudah gitu, tarikannya enak. Rasanya, seperti sedang bawa bus Euro. Mentul-mentul suspensinya. Desain dashboard-nya juga manteb bener. Kira-kira kalau ada mobil yang seperti itu, sampeyan naksir nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harusnya sih nggak cuma naksir, ya. Tapi, jauh di dalam hati pasti ingin memiliki. Apalagi, setelah dicek mobil ini juga kedap suara dan punya jok yang super nyaman dari baris pertama sampai ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun anehnya, di pasar mobil bekas, mobil ini jarang dilirik. Kalian tahu mobil apa yang saya maksud? Ya, betul. Honda Odyssey.<\/span><\/p>\n<h2><b>Honda Odyssey jarang terlihat mengaspal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kita berkendara, umumnya kita akan melihat lusinan SUV ladder frame yang gagah-gagahan atau MPV kotak sejuta umat. Sementara Odyssey? Dia sudah seperti sebuah fenomena. Mirip-mirip ketika kita menemukan uang seratus ribu di saku celana saat mau disetrika. Mengejutkan, langka, dan bikin bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, sebetulnya agak aneh melihat mobil ini jarang dilirik. Dengan segala keindahan yang dimiliki Honda Odyssey (yang disebutkan di awal, itu baru secuil saja), harusnya mobil ini bisa lebih banyak mencuri pasar. Baik mereka yang masih single, ataupun yang sudah berkeluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa jangan-jangan, market sekarang memang belum cukup dewasa untuk menghargai sebuah mahakarya, karena terlalu sibuk dengan validasi dari angka penjualan yang masif? Yah, mungkin saja demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dipikir-pikir, meskipun mobil ini indah, tapi jalan nasibnya tidaklah mudah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Honda Odyssey lahir dari krisis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dimulai dari awal kelahirannya. Honda Odyssey ini diproduksi pas Jepang sedang <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Honda_Odyssey\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">krisis ekonomi di awal tahun 90-an<\/a>. Padahal kala itu, pabrikan Honda sangat butuh mobil keluarga besar untuk bisa bersaing di pasar. Cuma, ya, gitu deh. Dananya terbatas. Alhasil, para insinyur Honda putar otak. Pokoknya gimana caranya bisa bikin mobil lega di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, yah, para insinyur itu ternyata berhasil. Bak idiom \u2018The Power of Kepepet\u2019-nya orang Jawa, para insinyur Honda memutar logika dengan menggunakan sasis sedan Honda Accord yang sudah ada, untuk disulap jadi MPV. Lalu, lahirlah Honda Odyssey.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski lahir dari keterbatasan, bukan berarti Odyssey dibuat dengan sembarangan. Malahan, kenyamanan sopir dan penumpang jadi prioritas utama. Kalau tidak percaya, coba saja kalian tanya pada yang sudah merasakannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang pernah duduk di balik kemudi Honda Odyssey, pasti akan bilang kalau mobil ini punya handling yang presisi dan posisi berkendara yang ergonomis. Rasanya, seperti bukan sedang membawa mobil keluarga berbodi bongsor, tapi seperti menyetir sedan mewah yang lincah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara penumpangnya? Hahaha\u2026 Nggak usah ditanya. Percuma. Mereka nggak bakal bisa menjelaskan secara detail bagaimana rasanya di dalam kabin. Soalnya, para penumpang Honda Odyssey biasanya akan langsung terlelap begitu mobil mulai jalan. Saking apanya? Yak. Tul. Saking nyamannya ayunan suspensi dan kedapnya kabin Odyssey ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenapa jarang dilirik dan mengapa itu salah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya kelahirannya saja yang kurang beruntung. Ketika Honda Odyssey masuk ke bursa mobil bekas pun, nasib baik tak kunjung menyapanya. Meski pernah menyabet segudang penghargaan bergengsi, seperti Best Big MPV dan Car of the Year di berbagai ajang otomotif, di pasar mobil bekas ia justru sering kali luput dari radar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan paling umum orang menjauhi<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-6-mobil-bekas-murah-dengan-vibes-mewah\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Odyssey bekas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah karena ground clearance-nya yang tidak setinggi SUV. Jadi, takut gasruk, gitu. Tapi, coba pikir lagi. Soal gasruk itu salah Odyssey atau salah jalannya? Hayooo, jelas salah jalannya, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga yang mempersoalkan harga jual kembali Honda Odyssey yang kalah dibanding MPV sebelah. Padahal, di sinilah letak kesalahannya. Beli mobil kok mikir harga jualnya lagi? Sejak kapan mobil harian jadi instrumen investasi? Membeli Odyssey itu, sejatinya adalah soal menikmati setiap detik di dalam kabin, bukan soal sisa recehan lima tahun ke depan. Itu!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/mojok.co\/terminal\/kaki-kaki-mobil-honda-tidak-ringkih-jalanan-indonesia-yang-rusak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><strong>Suku cadangnya melimpah<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan untuk yang tidak melirik Honda Odyssey karena ngeri dengan status Completely Built Up (CBU) atau impor utuhnya, karena takut boncos perkara suku cadang, sini saya bisikkan. Menemukan unit Honda Odyssey yang masih segar itu, dijamin akan worth to buy banget. Bahkan, lebih nyaman dari Innova baru sekalipun. Soal suku cadangnya, jangan khawatir. Suku cadang asli Honda Odyssey memang mahal. Tapi, versi cabutannya juga banyak, kok. Terutama, untuk bagian bodi,<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kaki-kaki-mobil-honda-tidak-ringkih-jalanan-indonesia-yang-rusak\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">kaki-kaki<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan komponen elektrikal. Melimpah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, daripada bayar untuk mobil sejuta umat yang rasanya biasa saja, kenapa tidak ambil Odyssey yang jelas-jelas menawarkan kemewahan kelas atas dengan harga yang sekarang sudah sangat masuk akal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa dapat pengalamannya, sementara Honda Odyssey dapat mengakhiri nasib buruknya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/otomojok\/mobil-honda-jazz-simbol-awal-kesuksesan-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mobil Honda Jazz: Simbol Awal Kesuksesan Manusia dan Sudah Saatnya Honda Membangkitkan Sang Legenda<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daripada bayar untuk mobil sejuta umat yang rasanya biasa saja, kenapa tidak ambil Honda Odyssey yang jelas-jelas menawarkan kemewahan kelas atas dengan harga yang sekarang sudah sangat masuk akal?<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":398378,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[33160,33161,33159,20851],"class_list":["post-398377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-harga-honda-odyssey-bekas","tag-harga-mobil-honda-bekas","tag-honda-odyssey","tag-mobil-honda"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398377"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398381,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398377\/revisions\/398381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}