{"id":398133,"date":"2026-04-09T13:00:32","date_gmt":"2026-04-09T06:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=398133"},"modified":"2026-04-09T13:00:32","modified_gmt":"2026-04-09T06:00:32","slug":"sarjana-keguruan-pilih-jadi-tkw-taiwan-daripada-guru-honorer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sarjana-keguruan-pilih-jadi-tkw-taiwan-daripada-guru-honorer\/","title":{"rendered":"Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji &#8220;Imut\u201d Selama Bertahun-tahun"},"content":{"rendered":"<p><em>TKW Taiwan lebih menjanjikan daripada jadi guru honorer yang nggak jelas gaji dan nasibnya.\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya kakak sepupu yang jarak usianya terpaut tidak begitu jauh. Setelah 3,5 tahun kuliah <a href=\"https:\/\/campus.quipper.com\/majors\/id-keguruan-pendidikan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jurusan Keguruan<\/a>, dia akhirnya lulus. Namun, realitas dunia kerja nyatanya tidak seindah brosur kampus. Terlebih kalau kalian bekerja sebagai guru honorer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama setelah lulus, sepupu saya ini langsung diterima sebagai guru honorer di sebuah sekolah swasta. Kabar itu membuat keluarganya bangga. Tetangga yang mendengar kabar itu mengucapkan selamat. Sepupu saya dan orang tuanya bangga,\u00a0 akhirnya ada yang menjadi guru beneran di keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal tahu saja, profesi guru dianggap terhormat di tempat tinggal sepupu saya. Sayangnya, penghormatan tidak selalu datang bersama kesejahteraan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesejahteraan yang miris<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gaji pertama yang diterima sepupu saya hanya Rp500.000 per bulan. Gaji segitu cuma cukup untuk ongkos transportasi, pulsa internet untuk administrasi sekolah, dan kebutuhan sederhana selama mengajar. Walau tahu angka itu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, dia berusaha bertahan. \u201cNamanya juga awal karier,\u201d begitu batinnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau gajinya \u201cimut\u201d, kinerja sepupu saya tetap maksimal. Dia datang paling pagi dan sering pulang paling akhir. Dia membuat perangkat ajar, mengoreksi tugas, hingga membantu kegiatan sekolah semaksimal mungkin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua tahun berlalu. Gaji sepupu saya yang awalnya Rp500.000 akhirnya naik, tapi angkanya tidak seberapa. Dia digaji Rp1 juta per bulan. Kenaikan itu seharusnya membahagiakan, tetapi justru membuat sepupu saya terdiam cukup lama. Bukan karena tidak bersyukur, dia sadar bahwa hidupnya tidak bisa terus menerus seperti ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi orang tuanya mulai berubah. Ayahnya sering sakit-sakitan. Ibunya tidak lagi sekuat dulu untuk bekerja. Biaya obat dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tips-beli-perlengkapan-rumah-yang-terjangkau-dan-bebas-cicilan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kebutuhan rumah tangga<\/a> semakin berat. Setiap kali pulang mengajar, sepupu saya selalu dihantui rasa bersalah. Orang tuanya sudah susah payah menguliahkannya di Jurusan Keguruan. Bahkan, sebagian biaya itu berasal dari pinjaman. Namun, setelah lulus dan bekerja, dia belum mampu membantu ekonomi keluarga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelar sarjana yang dulu terasa membanggakan perlahan berubah menjadi beban di hatinya. Yang lebih berat bukan hanya soal uang. Melainkan omongan orang. \u201cLulus S1 kok gajinya segitu?\u201d \u201cGuru kan katanya pekerjaan mulia?\u201d \u201cYang penting sabar, nanti juga diangkat.\u201d Kalimat-kalimat itu mungkin terdengar ringan bagi yang mengucapkan, tapi terasa berat bagi yang menjalaninya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banting setir dari guru honorer jadi TKW di Taiwan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu malam, seorang teman lama menghubungi sepupu saya. Temannya sudah bekerja di Taiwan sebagai pekerja migran Indonesia. Gajinya setara Rp10 juta per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya Maya hanya mendengarkan. Lalu, dia mulai menghitung. Gaji satu bulan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nekat-kuliah-s3-taiwan-berujung-syok-tapi-tidak-menyesal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Taiwan<\/a> hampir setara dengan pendapatannya selama setahun menjadi guru honorer. Dia terdiam lama hingga akhirnya memutuskan beralih pekerjaan sebagai TKW saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi TKW Taiwan bukan pilihan yang dianggap \u201cprestisius\u201d di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, sebelum berangkat, bisik-bisik tetangga sudah terdengar. \u201cSayang kuliahnya\u201d \u201cS1 kok jadi TKW\u201d \u201cGagal jadi guru ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua komentar itu sempat membuatnya ragu. Namun, Maya akhirnya menyadari satu hal penting, hidupnya bukan milik tetangga. Dia tidak meninggalkan dunia pendidikan karena menyerah. Dia hanya memilih jalan yang menurutnya lebih realistis untuk kondisi saat ini. Baginya, membantu orang tua yang sakit jauh lebih penting daripada mempertahankan citra sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari keberangkatan pun tiba. Di bandara, sepupu saya menangis, dia merasa akhirnya bisa berbuat sesuatu untuk keluarganya. Beberapa bulan bekerja di Taiwan, hidupnya berubah. Dia bisa mengirim uang rutin ke rumah. Biaya pengobatan orang tuanya lebih terjamin. Rumah yang dulu sering bocor saat hujan mulai diperbaiki sedikit demi sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa percaya dirinya sedikit demi sedikit kembali. Sepupu saya tidak lagi merasa jadi orang yang gagal. Justru ia merasa akhirnya mampu berdiri di atas kakinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlahan, omongan tetangga pun berubah. Yang dulu meremehkan mulai bertanya bagaimana cara bekerja ke luar negeri. Yang dulu menyayangkan kuliahnya kini memuji keberaniannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ironis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman sepupu saya ini ternyata banyak terjadi di luar sana. Tidak sedikit <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ijazah-sarjana-nggak-berguna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sarjana<\/a>, termasuk lulusan S1 Keguruan, yang menghadapi dilema antara idealisme profesi dan realitas ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesi guru memang mulia, tetapi kemuliaan tidak seharusnya identik dengan kesulitan hidup. Tidak semua orang punya privilese untuk menunggu bertahun-tahun demi status ASN atau kenaikan kesejahteraan yang belum pasti. Ada yang harus segera bekerja, segera membantu keluarga, dan segera keluar dari tekanan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih menjadi TKW Taiwan bukan berarti gagal sebagai sarjana. Kadang justru itu bentuk keberanian terbesar: berani meninggalkan gengsi demi tanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepupu saya cerita, suatu hari nanti, setelah kondisi keluarganya stabil dan tabungannya cukup, dia tetap ingin kembali ke Indonesia. Dia ingin membuka lembaga belajar kecil di kampungnya, membantu anak-anak yang kesulitan pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia tidak pernah berhenti menjadi seorang pendidik, hanya memilih jalan memutar. Dan, bagi sepupu saya ini, keputusan menjadi TKW bukanlah akhir dari mimpi melainkan cara paling realistis untuk menjaga mimpi itu tetap hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Intan Permata Putri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nekat-kuliah-s3-taiwan-berujung-syok-tapi-tidak-menyesal\/\"><b><i>Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia<\/i><\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sarjana Keguruan banting setir jadi TKW Taiwan karena jadi guru honorer tidak menjanjikan, bertahun-tahun kerja gaji masih saja &#8220;imut&#8221;. <\/p>\n","protected":false},"author":3172,"featured_media":398209,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[2094,1123,2064,33128,19753,5143,33129],"class_list":["post-398133","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-guru","tag-guru-honorer","tag-sarjana","tag-sarjana-keguruan","tag-taiwan","tag-tkw","tag-tkw-taiwan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3172"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398133"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398219,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398133\/revisions\/398219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}