{"id":398040,"date":"2026-04-09T13:59:22","date_gmt":"2026-04-09T06:59:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=398040"},"modified":"2026-04-09T13:59:22","modified_gmt":"2026-04-09T06:59:22","slug":"kebumen-yang-miskin-kini-naik-kelas-warlok-malu-jadi-bangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebumen-yang-miskin-kini-naik-kelas-warlok-malu-jadi-bangga\/","title":{"rendered":"Kebumen Perlahan \u201cNaik Kelas\u201d dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemiskinan dan Kebumen bak dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maklum, kabupaten ini menjadi <\/span><a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/berita\/d-8104660\/setelah-7-tahun-kebumen-lepas-predikat-kabupaten-termiskin-di-jateng\"><span style=\"font-weight: 400;\">daerah termiskin di Jawa Tengah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> selama 7 tahun berturut-turut. Baru pada 2025 lalu, daerah ini akhirnya lepas dari status daerah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kabar gembiranya, selain bebas dari predikat daerah termiskin, perlahan Kebumen membangun citra sebagai daerah wisata Jawa Tengah. Dan, upaya itu mulai membuahkan hasil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama libur Lebaran 2026, Kebumen tercatat sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah. Setidaknya ada 675.348 orang mampir ke Kebumen. Angka yang nggak main-main dan cukup untuk menyalip Kabupaten Klaten dan Kota Semarang yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Tengah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga lokal (warlok) bohong kalau tidak bangga dengan capaian ini. Selama bertahun-tahun malu karena menyandang daerah miskin, akhirnya ada citra positif dari daerah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa sih yang menarik dari Kebumen?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang belum pernah ke Kebumen mungkin akan bertanya-tanya apa menariknya wisata di kabupaten ini. Kebumen mungkin bukan kota besar seperti Semarang yang bisa menawarkan mal besar maupun fasilitas penunjang yang mumpuni, tapi justru itu daya tariknya. Kebumen menawarkan wisata alam yang indah dan ramah di kantong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat saja 3 destinasi yang paling ramai atau banyak dikunjungi: Pantai Mliwis, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alasan-yang-bikin-saya-balik-ke-pantai-meganti-kebumen-lagi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pantai Menganti<\/a>, dan Pantai Setrojenar. Tiga pantai itu punya kesamaan menawarkan pemandangan indah dan terjangkau. Daya tawar itu otomatis membentuk pasarnya sendiri yakni orang-orang yang ingin berlibur tanpa harus berpikir dua kali soal budget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengandalkan wisata pantai, Kebumen juga terlihat siap menyongsong posisi sebagai daerah wisata. Lihat saja penataan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/alun-alun-kebumen-makin-megah-di-tengah-kemiskinan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alun-alun Pancasila Kebumen<\/a> yang makin rapi. Selain itu hadir pula ikon-ikon baru hingga penangan wisata yang terasa lebih serius. Kebumen perlahan berubah dari sekadar \u201ckota singgah\u201d jadi \u201ckota tujuan\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bangga, tapi tetap perlu waspada<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur, sebagai warlok saya merasa capaian ini layak dirayakan. Tidak setiap hari daerah yang sering dianggap \u201cbiasa saja\u201d bisa berdiri di posisi teratas. Ada kebanggaan di sana. Ada validasi bahwa Kebumen punya sesuatu yang memang layak diperhitungkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, di balik semua itu, ada satu pertanyaan yang mungkin belum banyak dibahas, apakah Kebumen siap dengan ramainya wisatawan? Karena jumlah pengunjung yang besar selalu datang dengan konsekuensi. Sejauh pengamatan saya, berbagai persoalan yang dulunya tak ada mulai muncul. Misal, p<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">arkir liar di area yang tidak dirancang menampung kendaraan hingga kemacetan makin sering terutama di jalur menuju pantai. Apabila persoalan macam ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan berakhir buruk. Saya rasa di titik inilah Kebumen sebagai daerah wisata sedang diuji.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebumen mungkin perlahan mulai \u201cnaik kelas\u201d, tapi sebagai warlok saya berharap capaiannya tidak sampai situ saja. Selain mencari solusi atas \u201cpekerjaan rumah\u201d sebagai daerag wisata, perlu juga dipikirkan cara wisatawan ingin kembali, tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan warlok.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dan, sayang sekali kalau Kabumen berhasil jadi daerah wisata, tapi mengorbankan banyak hal lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/10-pantai-yang-bikin-kebumen-nggak-pas-dijuluki-daerah-miskin\/\"><b><i>10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata<\/i><\/b><\/a><b><i>.<\/i><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertahun-tahun Kebumen jadi kabupaten termiskin di Jateng, kini mulai dilirik sebagai daerah wisata, warlok yang awalnya malu jadi bangga. <\/p>\n","protected":false},"author":2658,"featured_media":398228,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[33132,33130,33131,10477,29285,23387],"class_list":["post-398040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-destinasi-wisata-kebumen","tag-kabupaten-miskin","tag-kabupaten-wisata","tag-kebumen","tag-pantai-kebumen","tag-wisata-kebumen"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2658"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=398040"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398232,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/398040\/revisions\/398232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=398040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=398040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=398040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}