{"id":397658,"date":"2026-04-06T09:09:29","date_gmt":"2026-04-06T02:09:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=397658"},"modified":"2026-04-06T08:58:49","modified_gmt":"2026-04-06T01:58:49","slug":"jangan-punya-motor-warna-putih-di-sidoarjo-atau-bakal-repot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-punya-motor-warna-putih-di-sidoarjo-atau-bakal-repot\/","title":{"rendered":"Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang tinggal di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, saya telah melewati banyak tahap dalam hidup. Mulai dari tahap sabar menunggu kemacetan di jalan raya yang sempit, hingga tahap pasrah ketika harus adu mekanik dengan truk kontainer di Jalur Lingkar Timur atau kendaraan-kendaraan besar yang nakal dan tidak mau lewat Lingkar Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua pelajaran hidup yang ada di daerah industri Sidoarjo, ada satu hal yang benar-benar tertanam: jangan pernah beli kendaraan warna putih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beli motor atau mobil warna putih di Sidoarjo bukan sekadar keputusan finansial buruk. Itu bentuk kebodohan dasar. Di Sidoarjo, putih bukan lambang kesucian. Putih adalah kanvas kosong yang sedang menunggu sumbangan debu dari pabrik-pabrik, asap knalpot truk gandeng, hingga material proyek di pinggir jalan yang tidak pernah usai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Debu Sidoarjo nggak kaleng-kaleng<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda dengan daerah-daerah lain, debu Sidoarjo itu benar-benar membandel. Di pagi hari motor kalian mungkin putih mengkilat bak gigi artis di iklan odol. Namun, begitu motor melewati Jalan Raya Candi menuju arah kota, warna putih bakal memudar. Partikel-partikel mikro dari arah pabrik dan gesekan ban truk dengan aspal yang kepanasan mulai melakukan kolonialisasi di atas tangki motor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum sampai di kantor, motor putih sudah berubah warna menjadi <a href=\"https:\/\/karuniatex.com\/perbedaan-warna-putih-dan-broken-white\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">broken white<\/a>. Pulang kerja? Warnanya sudah resmi menjadi earth tone atau cokelat muda yang estetik bagi penganut aliran mamba, tapi menyedihkan bagi penganut aliran kebersihan. Di Sidoarjo, warna putih kendaraan memiliki masa kadaluarsa yang lebih cepat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dilema mencuci motor dua kali sehari\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup dengan kendaraan putih di Sidoarjo memaksa kalian masuk ke dalam sebuah sekte yang bernama &#8220;Sekte Cuci Motor Dua Kali Sehari&#8221;. Jujur saja, ini adalah ritual yang melelahkan. Pagi dicuci agar tidak malu-maluin saat parkir di depan klien atau teman kantor. Sore dicuci lagi karena kalau dibiarkan menginap, debu-debu itu akan melakukan ikatan dengan cat motor dan menjadi kerak yang abadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, mencuci motor di Sidoarjo itu seperti menabung di bank dengan bunga negatif. Kalian mengeluarkan tenaga, waktu, dan sabun, tapi hasilnya langsung lenyap begitu mengaspal di jalanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetangga saya pernah bertanya, &#8220;Kok rajin amat nyuci motor, Mas?&#8221; Saya cuma bisa tersenyum getir. Dia tidak tahu bahwa saya sedang melakukan perlawanan sia-sia terhadap hukum alam Sidoarjo yang menyatakan bahwa semua benda pada akhirnya akan menjadi abu-abu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya, memaksakan diri memelihara kendaraan putih di sini adalah bentuk toxic positivity. Kita berkali-kali\u00a0 meyakinkan diri sendiri bahwa Sidoarjo itu bersih dan indah. Di saat bersamaan, knalpot <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-naik-bus-akas-nr-kalau-gampang-mabuk-perjalanan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bus AKAS<\/a> dan truk gandeng di depan kita sedang menyemburkan kegelapan masa depan tepat ke arah wajah dan bodi motor kita.<\/span><\/p>\n<h3><b>Berdamai dengan Sidoarjo yang tidak memungkin motor warna putih<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian mampir ke Sidoarjo, sekali-kali coba perhatikan parkiran di area industri atau pasar-pasar di Sidoarjo. Kendaraan yang paling terlihat &#8220;bahagia&#8221; adalah kendaraan berwarna hitam, abu-abu tua, atau cokelat tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin pemilik kendaraan itu adalah orang lama Sidoarjo yang sudah berdamai dengan keadaan. Mereka sadar bahwa Sidoarjo adalah kota industri yang bekerja keras. Menuntut Sidoarjo untuk bersih dari debu itu sama saja dengan menuntut tukang bakso untuk tidak pakai MSG; bisa saja, tapi rasanya hambar dan tidak realistis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bertahun-tahun menderita karena ingin motor warna putih saya selalu tampil sempurna, saya akhirnya mencapai tingkat pencerahan versi warga Sidoarjo. Saya berhenti memedulikan warna putih motor yang kini lebih mirip warna semen kering. Saya menyadari bahwa energi untuk mencuci motor dua kali sehari lebih baik digunakan untuk melatih kesabaran saat terjebak macet di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perempatan-gedangan-sidoarjo-ruwet-karena-diabaikan-pemkab\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perempatan Gedangan<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan saya untuk kalian yang sedang melihat-lihat brosur motor di dealer, kalau kalian tinggal di Sidoarjo, segera coret pilihan warna putih. Pilihlah warna yang senada dengan debu jalanan. Pilihlah warna yang jika tidak dicuci selama seminggu, orang tetap mengira itu warna aslinya. Di Sidoarjo, putih adalah keberanian, tapi abu-abu dan hitam adalah kedamaian. Saya memilih damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Krisdian Tata Syamwalid<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terima-kasih-gresik-sudah-menyadarkan-saya-kalau-jogja-memang-bukan-tempat-sempurna-untuk-bekerja\/\"><b><i>Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja<\/i><\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Punya motor warna putih di Sidoarjo bakal repot karena energi dan waktu kalian akan habis untuk membersihkan debu yang membandel. <\/p>\n","protected":false},"author":3209,"featured_media":397777,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[281,333,33082,33083,944,33084],"class_list":["post-397658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kendaraan","tag-motor","tag-motor-putih","tag-motor-sidoarjo","tag-sidoarjo","tag-warna-putih"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3209"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=397658"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":397782,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397658\/revisions\/397782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/397777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=397658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=397658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=397658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}