{"id":397386,"date":"2026-04-02T10:34:30","date_gmt":"2026-04-02T03:34:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=397386"},"modified":"2026-04-02T10:34:30","modified_gmt":"2026-04-02T03:34:30","slug":"saya-kira-jadi-pppk-bikin-hidup-tenang-ternyata-cuma-ganti-kecemasan-yang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saya-kira-jadi-pppk-bikin-hidup-tenang-ternyata-cuma-ganti-kecemasan-yang-lain\/","title":{"rendered":"Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih ingat betul momen pertama kali status saya berubah dari pegawai tidak tetap\u2014atau bahasa jujurnya: honorer\u2014menjadi PPPK di sebuah kementerian. Rasanya seperti naik kelas dalam hidup. Bukan cuma karena penghasilan yang lebih jelas, tapi juga karena ada semacam pengakuan sosial yang sebelumnya terasa samar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan seperti kebanyakan orang yang baru \u201cnaik level\u201d, saya mulai berpikir: sepertinya sudah waktunya punya mobil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu masih honorer, naik motor itu bukan pilihan, tapi keharusan. Bahkan kadang bukan soal praktis atau tidak, tapi soal ya memang cuma itu yang bisa diusahakan. Hujan, panas, ban bocor di jalan\u2014semuanya sudah seperti bagian dari rutinitas yang tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi setelah jadi PPPK, cara pandang saya pelan-pelan berubah. Entah karena penghasilan yang terasa lebih \u201clega\u201d, atau karena mulai sering membandingkan diri dengan lingkungan sekitar, mobil tiba-tiba terasa bukan lagi kebutuhan sekunder. Ia berubah menjadi semacam simbol: tanda bahwa hidup sudah sedikit lebih \u201cberhasil\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucunya, keputusan itu tidak pernah benar-benar saya hitung secara matang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya pikirkan waktu itu sederhana: cicilan masih masuk akal, bensin masih bisa diatur, dan toh saya sudah bukan honorer lagi. Rasanya seperti sudah saatnya menikmati hasil kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya baru terasa setelah mobil itu benar-benar ada di garasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>PPPK memang gajinya lumayan, tapi pengeluaran saya jadi berlebihan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengeluaran yang dulu terasa cukup stabil, tiba-tiba punya cabang baru yang tidak kecil. Bensin bukan lagi sekadar isi dua atau tiga hari sekali, tapi bisa jadi rutinitas yang lebih sering. Belum lagi servis berkala, asuransi (yang awalnya saya anggap opsional, lalu jadi terasa wajib), dan biaya-biaya kecil lain yang entah kenapa selalu muncul di waktu yang tidak tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, saya mulai sadar: yang berubah bukan cuma status pekerjaan, tapi juga standar hidup. Dan standar hidup ini punya sifat yang cukup licik\u2014ia naik tanpa permisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang lebih menarik, saya mulai melihat perbandingan yang cukup jelas. Teman-teman PPPK di daerah dengan skema penghasilan berbeda, ada yang tetap santai tanpa mobil, ada juga yang langsung \u201cgas penuh\u201d seperti saya. Sementara di lingkungan kementerian, ekspektasi tidak tertulis itu terasa lebih kuat: seolah-olah kalau sudah naik status, gaya hidup juga harus ikut naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau dipikir-pikir, tidak ada aturan yang benar-benar mengharuskan itu. Tapi ya, manusia jarang bergerak berdasarkan aturan. Lebih sering karena perasaan \u201ctidak enak\u201d kalau terlihat tertinggal. Mungkin <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Fear_of_missing_out\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FOMO,<\/a> mungkin gengsi, mungkin juga hal-hal lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan yang agak mengganggu: punya mobil itu bukan sekadar soal mampu atau tidak, tapi soal bagaimana kita memaknai perubahan hidup. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dari luar, terlihat seperti upgrade. Dari dalam, kadang hanya perpindahan jenis beban.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/curhat-guru-pppk-paruh-waktu-gaji-masih-teka-teki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Rasa cukup terasa begitu jauh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, beban saya adalah bagaimana bertahan dengan penghasilan terbatas. Sekarang, bebannya berubah menjadi bagaimana mengelola penghasilan yang lebih besar tapi dengan pengeluaran yang ikut membengkak. Dan anehnya, rasa \u201ccukup\u201d itu tetap terasa jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin masalahnya memang bukan pada status honorer atau PPPK, bukan juga pada ada atau tidaknya mobil di garasi. Tapi pada kebiasaan kita yang diam-diam selalu menyesuaikan standar hidup begitu keadaan sedikit membaik\u2014tanpa pernah benar-benar bertanya: ini kebutuhan, atau cuma keinginan yang kebetulan sekarang bisa dibayar?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Irsyad Azis<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/ragam\/pppk-paruh-waktu-bikin-guru-menderita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Beban Kerja PPPK Paruh Waktu Mirip ASN, tapi Standard Gaji Honorer: Nasib Guru Muda Makin Tak Jelas<\/a><\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah jadi PPPK, cara pandang saya pelan-pelan berubah. Tiba-tiba, saya jadi kepengin beli mobil. Dan itu adalah keputusan terburuk.<\/p>\n","protected":false},"author":3235,"featured_media":397455,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[33056,19770,28288,10123],"class_list":["post-397386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-gaji-pppk","tag-honorer","tag-kredit-mobil","tag-pppk"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3235"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=397386"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":397695,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397386\/revisions\/397695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/397455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=397386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=397386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=397386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}