{"id":397330,"date":"2026-05-13T11:13:50","date_gmt":"2026-05-13T04:13:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=397330"},"modified":"2026-05-13T11:13:50","modified_gmt":"2026-05-13T04:13:50","slug":"terima-kasih-untuk-siapa-pun-yang-mencetuskan-ide-cat-cpns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terima-kasih-untuk-siapa-pun-yang-mencetuskan-ide-cat-cpns\/","title":{"rendered":"Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Saya ingin berterima kasih kepada siapa pun yang mencetuskan ide CAT CPNS dan melaksanakannya. Nggak pernah terbayangkan di kepala saya bahwa diri ini bisa lulus tes CPNS<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian sadar nggak sih antusiasme publik saat perekrutan CPNS beberapa tahun belakangan selalu tinggi? mulai dari berita, konten sampai pelatihan tes CPNS jadi buah bibir netizen. Saking tingginya antusiasme publik, konten dan pelatihan tes CPNS yang berkualitas banyak diikuti orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, salah satu alasan utama tes CPNS menyodot perhatian public yakni perbaikan sistem perekrutannya. Jujur kini tes CPNS jauh lebih adil ketimbang dulu. Konon dulu kalau mau jadi PNS mesti ada \u201cpelicinnya\u201d. Kini, CAT CPNS mengeliminasi\u2014atau setidaknya meminimalisasi\u2014praktik tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa itu tes CAT CPNS?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan besar tes CPNS mulai dirasakan setelah penerapan sistem CAT (Computer Assisted Test). Kalau nggak salah, pertama kali sistem ini dilaksanakan pada 2013. Sejak saat itu katanya rata-rata kualitas abdi negara yang diterima jadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat yang belum tahu, dilansir dari <a href=\"https:\/\/menpan.go.id\/site\/berita-terkini\/apa-itu-cat-dalam-seleksi-cpns\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menpan.go.id<\/a>, CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS. Tujuan utamanya tentu mendapatkan pegawai yang berintegritas dan berorientasi pelayanan publik.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/tes-cpns-bawa-jimat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Tes CPNS Bawa Jimat: Baru Calon Sudah Tidak Jujur?<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Kenapa CAT CPNS merupakan sistem perekrutan yang adil?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya ada beberapa alasan kenapa CAT CPNS merupakan sistem perekrutan yang adil. Pertama, sistem ini nggak melihat previlese sama sekali. Terbukti putri seorang presiden sekali pun bisa nggak lolos tes tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kedua adalah nggak ada diskriminasi alumni. Setahu saya, asal jurusan dan akreditasi pelamar sesuai dengan persyaratan yang diminta, siapa pun bisa lulus seleksi administrasi dan mengikuti SKD (Seleksi Kompetensi Dasar). Nggak peduli si pelamar itu berasal dari kampus top atau bukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ketiga adalah pengawasan yang sangat ketat saat tes CPNS. Nggak sedikit lho joki tes CPNS yang ketahuan. Bahkan sudah ada lho joki yang masuk jeruji besi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan terakhir, karena tes CAT CPNS ada live score dan hasilnya bisa langsung diketahui. Sepengetahuan saya, live score tes CPNS bisa dilihat langsung di lokasi tes melalui layar televisi yang disediakan panitia. Bahkan kalau nggak salah banyak yang menyiarkan secara langsung melalui YouTube juga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Sanksi berat bagi yang melakukan kecurangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak ada sistem yang nggak punya celah. Kendati sudah sangat bagus, CAT tetap saja memiliki celah. Dan celah ini berhasil dimanfaatkan oleh pihak-pihak nggak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecurangan tes CPNS terjadi pada 2021. Kala itu Kementerian PANRB dan Polri cukup gercep menangkap pelaku yang berjumlah puluhan orang. Seingat saya, para pelaku memiliki latar belakang masyarakat sipil dan PNS.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua modus kecurangan yang dilakukan waktu itu. Pertama, memanfaatkan aplikasi remote access. Kedua, menggunakan perangkat khusus yakni micspy, yang disembunyikan di balik baju peserta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sanksi yang diterima pelaku pun sangat berat. Peserta yang curang dikenai sanksi diskualifikasi. Sementara sindikat kecurangan dihukum pidana. Good job semua tim yang mengusut kecurangan tes CAT CPNS tersebut!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir tulisan saya ingin berterima kasih kepada siapa pun yang mencetuskan ide CAT dan melaksanakannya. Nggak pernah terbayangkan di kepala saya bahwa diri ini bisa lulus tes CPNS. Pasalnya, saya ini hanya anak seorang kuli pabrik yang nggak punya koneksi sama sekali ke dunia pemerintahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terima kasih juga ke tim yang mengusut kecurangan tes CPNS. Dengan hukuman sanksi yang berat dari kalian kepada pelaku kecurangan, kami rakyat kecil biasa jadi tetap percaya bahwa di dunia birokrasi tetap ada keadilan. Sehingga rakyat masih memiliki asa suatu saat kita memiliki pemerintahan yang baik dan bersih.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/kecurangan-tes-cpns-tak-cuma-rugikan-peserta-yang-tak-lolos-passing-grade\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecurangan Tes CPNS Tak Cuma Rugikan Peserta yang Tak Lolos Passing Grade, tapi Juga yang Lolos<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya ingin berterima kasih kepada siapa pun yang mencetuskan ide CAT dan melaksanakannya. Semua setara, semua sama.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":259747,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[16864],"tags":[33462,4140,33464,33463],"class_list":["post-397330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-profesi","tag-cat-cpns","tag-cpns","tag-kecurangan-tes-cpns","tag-tes-asn"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=397330"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":402659,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/397330\/revisions\/402659"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/259747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=397330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=397330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=397330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}