{"id":396708,"date":"2026-03-26T15:34:29","date_gmt":"2026-03-26T08:34:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=396708"},"modified":"2026-03-26T15:34:29","modified_gmt":"2026-03-26T08:34:29","slug":"culture-shock-fresh-graduate-yang-mengadu-nasib-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/culture-shock-fresh-graduate-yang-mengadu-nasib-di-jakarta\/","title":{"rendered":"Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal tahun 2026 tepat satu dekade saya lulus kuliah dan menapaki jenjang karier profesional. Ingatan saya terlempar ke masa itu, ketika anak muda awal 20 tahunan sibuk kesana-kemari berharap ada CV-nya nyangkut. Tentu saya memasukkan Jakarta sebagai list tujuan utama, iming-iming UMR yang tinggi membuat anak daerah seperti saya mudah tergiur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, ada beberapa realitas yang membuat saya shock ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ditipu ojek online di Jakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awal tahun 2016 saya mendapatkan panggilan tes kerja salah satu perusahaan ritel di Jakarta. Perusahaan tersebut memberikan fasilitas tiket dan penginapan bagi peserta test calon karyawannya. Singkat cerita saya naik kereta dan turun di Stasiun Jatinegara. Teman saya yang lebih paham akan Jakarta mewanti-wanti agar naik taksi Blue Bird saja ke penginapan. Tapi ya, namanya darah muda, saya lebih memilih naik ojek online ke penginapan karena lebih murah meriah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kali pertama saya mendownload aplikasi Uber. Sebagai pelanggan baru, saya mendapatkan 1 kali gratis perjalanan. Tarif yang tertera di aplikasi Rp5.000,- dicoret menjadi 0 rupiah. Awalnya saya tidak merasa aneh hingga driver ojol bertanya, \u201cBaru pertama kali ke Jakarta Bang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang masih polos tentu menjawab dengan jujur. Sesampainya di lokasi penginapan si driver meminta ongkos 5 ribu rupiah. Tentu saya mengelak karena di aplikasi tertulis gratis. Si driver tetap ngotot hingga saya mengeluarkan selembar uang lima ribu rupiah daripada ribut. Ketika saya bercerita ke teman dia berkata, \u201cJangan tolol-tolol amat, Bro, walaupun gratis dia dapat uang dari aplikasinya. Kalo kamu bayar cash berarti dia dapat double,\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anjir, baru turun dari stasiun saja sudah kena tipu.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/urban\/pekerja-jakarta-bete-dengan-orang-jogja-yang-lelet-dan-slow-living\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>BACA JUGA: Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja \u201cSat Set\u201d, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Dilarang makan minum di Transjakarta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jogja saya sering bepergian menggunakan bus kota atau Trans Jogja, tapi pengalaman naik <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Transjakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Transjakarta<\/a> sangatlah berbeda. Selain memiliki jalur tersendiri, Transjakarta memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar daripada Trans Jogja. Sebelum naik Transjakarta saya menyempatkan diri membeli cakwe di Abang penjual gorengan di sekitar halte. Setelah menunggu agak lama, bus Transjakarta yang kami tunggu akhirnya datang juga. Begitu dapat tempat duduk saya langsung menyantap cakwe tersebut dengan membaluri saos tomat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa menit kemudian saya merasa aneh dan bergumam, \u201cIni kok orang-orang pada lihat ke arah saya?\u201d. Dan selang berapa lama kondektur atau pramugara bus Transjakarta mendatangi saya, \u201cMaaf Mas, dilarang makan-minum di Bus Transjakarta,\u201d Saya yang tidak tahu tentang peraturan tersebut menjadi malu dan langsung berhenti mengunyah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Merasa kasir Indomaret bekerja tidak memakai hati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelamat datang di Indomaret, Selamat Berbelanja!\u201d merupakan SOP yang wajib dilakukan oleh penjaga toko Indomaret ketika ada pelanggan yang singgah. Tapi anehnya saya merasa kasir Indomaret di Jakarta menyampaikan hal tersebut hanya sebatas prosedural SOP saja, terkesan dingin tanpa tersenyum dan pakai hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain halnya dengan di Jogja, bukan bermaksud meromantisasi, pelayan Indomaret menyampaikan salam khas Indomaret tersebut dengan senyum, sapa dan santun. Entah rasanya saat itu pengin cepet-cepet selesai urusan di Jakarta dan segera pulang ke Jogja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 3 culture shock sederhana yang saya alami ketika menapakkan kaki di Jakarta untuk pertama kalinya. Tampaknya doktrin Ibu Kota lebih kejam daripada Ibu Tiri membuat Jakarta selalu serba salah di mata saya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Arief Nur Hidayat<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/pekerja-jogja-pindah-jakarta-kaget-kerja-cepat-dan-tak-berhati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada beberapa realitas yang membuat saya shock ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Salah satunya, kena tipu!<\/p>\n","protected":false},"author":1676,"featured_media":391331,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[529,32980,25684,4850,32979],"class_list":["post-396708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jakarta","tag-kehidupan-jakarta","tag-kerja-di-jakarta","tag-transjakarta","tag-uber"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1676"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=396708"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":396729,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/396708\/revisions\/396729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/391331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=396708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=396708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=396708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}